Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Langkah PKC PMII Gorontalo yang diketahui mengajukan proposal kegiatan ke PT. Pani Gold Project (PT. PETS) menimbulkan gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, termasuk dari PC PMII Kota Gorontalo sendiri.

Bukan semata soal administratif, tetapi soal nurani — tentang arah perjuangan dan nilai dasar yang menjadi napas organisasi mahasiswa Islam Indonesia: keberpihakan kepada rakyat kecil.

PT. PETS bukanlah perusahaan tanpa rekam jejak. Nama perusahaan ini sejak lama melekat dengan konflik sosial di Kabupaten Pohuwato, di mana masyarakat penambang tradisional berhadapan dengan kekuatan modal dan kepentingan tambang berskala besar. Bentrokan, penggusuran, dan ketimpangan ekonomi masih menjadi kenyataan pahit yang belum tuntas.

Dalam situasi seperti itu, munculnya proposal kegiatan dari PKC ke perusahaan yang sedang berkonflik dengan rakyat jelas merupakan ironi moral yang sulit diterima.

“Ini bukan sekadar kegiatan. Ini masalah arah perjuangan,” tegas Amar, Wakil Ketua II PMII di tingkat cabang yang kecewa atas langkah tersebut.

Sebagai organisasi mahasiswa yang lahir dari rahim rakyat, PMII seharusnya menjadi kritis terhadap kekuasaan dan kapital, bukan justru mendekat untuk memperoleh keuntungan material. Proposal kepada perusahaan tambang yang sedang menjadi sorotan publik mencerminkan hilangnya sensitivitas sosial dan lemahnya integritas pergerakan mahasiswa.

PKC PMII Gorontalo tampak gagal membaca situasi sosial yang sedang terjadi di daerahnya sendiri. Alih-alih menjadi penengah moral antara rakyat dan korporasi, mereka justru tampak ikut bermain di ruang abu-abu yang berpotensi menodai independensi organisasi

Yang lebih memprihatinkan, tindakan itu dilakukan tanpa koordinasi dan komunikasi terbuka dengan pengurus cabang, yang seharusnya menjadi bagian penting dari struktur kolektif PMII di daerah. Hal ini memperlihatkan gejala elitisasi organisasi, di mana keputusan besar diambil tanpa memperhitungkan suara akar rumput kader sendiri.

Amar Menambahkan, pengajuan proposal ini adalah tanda bahaya: ketika idealisme mahasiswa mulai tergadaikan di hadapan kepentingan pragmatis.

Sepemahaman kami, Organisasi mahasiswa seperti PMII tidak boleh berubah menjadi lembaga proyek yang berorientasi pada dana dan fasilitas, apalagi dari pihak yang selama ini menjadi sumber penderitaan masyarakat. Karena begitu idealisme dijual, yang tersisa hanyalah nama besar tanpa makna perjuangan.
PMII harus kembali ke jati dirinya: menjadi gerakan yang menegakkan keadilan sosial, melawan ketimpangan, dan menolak segala bentuk kompromi dengan kekuasaan yang menindas rakyat.”ujarnya

Terakhir, ketika mahasiswa mulai menulis proposal kepada pihak yang sedang menindas rakyatnya sendiri, itu bukan lagi kolaborasi — itu adalah pengkhianatan terhadap cita-cita pergerakan.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

    Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Setiap peringatan Hari Buruh, perhatian publik hampir selalu bergerak ke kawasan industri, jalanan yang dipenuhi massa aksi, tuntutan kenaikan upah, jaminan kerja, dan penolakan terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak. Gambaran itu tentu penting, sebab sejarah Hari Buruh memang lahir dari pergulatan panjang kelas pekerja menghadapi ketidakadilan dalam dunia produksi. Namun ada satu ruang yang jarang […]

  • Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 440
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros— Pemerintah Kelurahan Baji Pamai Kecamatan Maros Baru kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Kelurahan Baji Pamai menyalurkan bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng kepada warga. Bantuan ini merupakan program dari Kementerian Sosial RI dan dibagikan langsung di kantor kelurahan. Pada penyaluran kali ini, bantuan didistribusikan ke warga […]

  • DPR Buka Suara: Lemahnya Propam Jadi Biang Turunnya Kepercayaan Publik

    DPR Buka Suara: Lemahnya Propam Jadi Biang Turunnya Kepercayaan Publik

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti serius lemahnya pengawasan internal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, menilai ketidaktegasan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) menjadi salah satu faktor utama menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Pernyataan tersebut disampaikan Martin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja […]

  • MUI Keluarkan Tausiyah tentang Pentingnya Menjaga Kedaulatan Negara untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia

    MUI Keluarkan Tausiyah tentang Pentingnya Menjaga Kedaulatan Negara untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tausiyah berisi tujuh poin mengenai pentingnya menjaga kedaulatan negara dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia. Tausiyah tersebut tertuang dalam surat bernomor Kep-30/DP-MUI/III/2026. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan pada Kamis, 5 Maret 2026. Dalam pernyataannya, MUI menyampaikan keprihatinan terhadap perkembangan […]

  • Wagub Gorontalo: Aspirasi Mahasiswa Pasti Kami Perjuangkan

    Wagub Gorontalo: Aspirasi Mahasiswa Pasti Kami Perjuangkan

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie turun langsung menemui massa demonstran yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Merah Maron, Senin (1/9/2025), di Bundaran Hulondalo Indah, Kota Gorontalo. Suasana aksi menjadi lebih kondusif saat Gubernur, Wakil Gubernur, Kapolda, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo duduk bersama di atas aspal untuk berdialog langsung dengan […]

  • Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

    Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Intelektual muda Nahdlatul Ulama, Muhammad Aras Prabowo, mengkritik keras pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy, yang menyebut sumber anggaran program pasar murah di Monas dengan ungkapan “pokoknya ada”. Pernyataan tersebut dinilai problematik secara etik, administratif, dan epistemik dalam tata kelola keuangan negara. Menurut Aras, ungkapan tersebut mencerminkan lemahnya kesadaran terhadap prinsip dasar akuntabilitas publik dalam […]

expand_less