Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bank Sampah hingga Ketahanan Pangan: Langkah Nyata Ecopesantren di Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 1.906
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Suasana Pondok Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah tampak berbeda pada Senin (8/12/2025) sore itu. Bukan hanya lantunan kajian kitab yang terdengar, tetapi juga dialog hangat tentang sampah, ketahanan pangan, dan masa depan bumi.

Para santri, mahasiswa, hingga perwakilan komunitas duduk bersama menyimak penjelasan tentang bagaimana pesantren dapat menjadi kekuatan besar dalam gerakan pelestarian lingkungan. Hari itu, gerakan Ecopesantren resmi digaungkan di pesantren tersebut lewat kegiatan sosialisasi yang digelar atas kolaborasi Pesantren Burhan Al-Hadharah, Gusdurian Gorontalo, dan Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu.

Di depan para peserta, Djemi Radji Fasilitator Program Ecopesantren, Pembina Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu, sekaligus Co Koordinator Wilayah Gusdurian Sulampapua yang mengawali pemaparannya dengan sebuah pertanyaan sederhana namun mengena:

“Jika kita mencintai Sang Pencipta, mengapa kita merusak ciptaan-Nya?” Kalimat ini langsung mengaitkan konsep pelestarian lingkungan dengan nilai-nilai keislaman. “Pesantren adalah pusat pendidikan karakter. Jika santri memiliki kesadaran ekologis sejak dini, maka mereka bukan hanya menjadi pemimpin spiritual, tetapi juga pelopor pelestarian lingkungan,” tutur Djemi.

Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya sehari penuh untuk santri. Keterlibatan masyarakat umum, mahasiswa, dan komunitas menambah warna tersendiri. Djemi menegaskan bahwa setiap peserta , bahkan yang tidak tinggal di pesantren — dapat membawa pulang konsep Ecopesantren untuk diterapkan di rumah, kos-kosan, hingga organisasi pelajar.

Semangatnya jelas: gerakan lingkungan tidak harus menunggu fasilitas besar, tetapi bisa dimulai dari kehidupan paling sehari-hari. Praktik nyata di lingkungan pesantren Ecopesantren bukan sekadar wacana.

Peserta diajak melihat langsung bagaimana konsep ini mulai diterapkan di lingkungan pesantren. Mereka mengelilingi area pondok untuk menyaksikan pendirian Bank Sampah Plastik sebagai wujud dari Gerakan pengurangan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi untuk pesantren.

Selain itu, peserta diperlihatkan pembuatan Saptitenk Sampah Organik, yakni konsep pengelolaan limbah dapur agar tidak mencemari tanah dan air, termasuk pemanfaatan lahan pesantren untuk menanam sayuran dan buah sebagai bagian dari ketahanan pangan. Sebagai penutup kunjungan lapangan, setiap peserta menerima bibit tanaman. Buah dan sayuran bukan hanya sekadar hadiah, tetapi simbol komitmen.

Abdul Kadir Lawero, Ketua Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu, menyampaikan bahwa pembagian bibit adalah bagian penting dari strategi gerakan. “Kami berharap peserta memanfaatkan pekarangan rumah, kos-kosan, dan ruang terbuka di sekitar mereka untuk menanam tanaman produktif. Langkah kecil ini akan berdampak besar bagi kesadaran dan ketahanan lingkungan.”

Beberapa peserta bahkan langsung berbincang antusias menyusun rencana menanam bersama di halaman kos atau melakukan gerakan menanam di rumah masing-masing.

Sosialisasi ini bukan penutup, melainkan pintu pembuka. Program Ecopesantren akan berlanjut sepanjang Desember 2025 dengan sejumlah agenda, termasuk Penandatanganan MoU antara pengelola pesantren dan Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu, Diskusi Lingkungan, Kelas Gender, dan Peringatan Haul ke-16 Gus Dur.

Seiring matahari mulai turun sore itu, peserta meninggalkan pesantren sambil menenteng bibit tanaman. Namun lebih dari itu — mereka pulang membawa gagasan, harapan, dan komitmen kecil untuk menjaga bumi. Dari lingkungan pesantren, sebuah gerakan hijau mulai tumbuh. Perlahan, tetapi pasti.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Sumber: Asrar A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

    Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Pada tahun 1927, seorang psikolog Soviet bernama Bluma Zeigarnik melakukan penelitian yang hasilnya kemudian dikenal sebagai Zeigarnik Effect. Konon, inspirasinya muncul setelah ia mengamati pelayan restoran yang mampu mengingat pesanan pelanggan yang belum dibayar dengan sangat rinci, tetapi segera melupakannya setelah transaksi selesai. Pengamatan sederhana ini kemudian diuji melalui eksperimen psikologis dan menghasilkan temuan yang […]

  • Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Dalam dinamika sosial Indonesia, satu hal yang menarik untuk diamati adalah bahwa suara-suara yang paling lantang menyuarakan kerukunan dan perdamaian justru lebih sering datang dari organisasi masyarakat sipil—terutama ormas keagamaan, sosial, dan komunitas-komunitas akar rumput—bukan dari pemerintah. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ia berakar pada perbedaan mendasar dalam cara berpikir, atau yang sering disebut sebagai […]

  • Penumpang Berangkat Melalui Angkutan Laut Gorontalo Capai 3714 Orang

    Penumpang Berangkat Melalui Angkutan Laut Gorontalo Capai 3714 Orang

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat pada Mei 2025 di Provinsi Gorontalo sebanyak 3.714 orang atau menurun 36,88 persen dibandingkan dengan keadaan pada April 2025 yang tercatat sebanyak 5.884 orang. Sementara jumlah penumpang angkutan laut yang datang pada Mei 2025 sebanyak 3.036 orang, menurun 60,47 persen dibanding April 2025 yang sejumlah 7.680 orang. Jumlah barang […]

  • Semangat Gotong Royong Warga Salarang Percepat Pembangunan Masjid Nurul Akhlak Desa Borimasunggu

    Semangat Gotong Royong Warga Salarang Percepat Pembangunan Masjid Nurul Akhlak Desa Borimasunggu

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Dusun Salarang, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Hal itu terlihat dalam kegiatan pengecoran pembangunan Masjid Nurul Akhlak yang dilaksanakan secara swadaya oleh warga setempat. Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi pembangunan masjid. Dengan penuh antusias, mereka bahu-membahu […]

  • Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya Play Button

    Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 356
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Muhyidin Zeni, menegaskan bahwa dosa yang bersumber dari kesombongan memiliki dampak spiritual yang jauh lebih berbahaya dibanding dosa yang lahir dari dorongan syahwat. Hal ini disampaikan dalam pengajian rutin yang tayang di Nutizen TV, yang disadur dari Kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berisi […]

  • PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 324
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Kisruh di PBNU bukan hal mengejutkan. NU sejak dulu hidup dengan perdebatan. Organisasi sebesar ini wajar kalau penuh pandangan, ego, dan aspirasi. Tapi kisruh kali ini berbeda: ia terjadi di era digital—era ketika gesekan kecil langsung berubah jadi tontonan nasional sebelum ada kesempatan […]

expand_less