Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bank Sampah hingga Ketahanan Pangan: Langkah Nyata Ecopesantren di Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 1.874
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Suasana Pondok Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah tampak berbeda pada Senin (8/12/2025) sore itu. Bukan hanya lantunan kajian kitab yang terdengar, tetapi juga dialog hangat tentang sampah, ketahanan pangan, dan masa depan bumi.

Para santri, mahasiswa, hingga perwakilan komunitas duduk bersama menyimak penjelasan tentang bagaimana pesantren dapat menjadi kekuatan besar dalam gerakan pelestarian lingkungan. Hari itu, gerakan Ecopesantren resmi digaungkan di pesantren tersebut lewat kegiatan sosialisasi yang digelar atas kolaborasi Pesantren Burhan Al-Hadharah, Gusdurian Gorontalo, dan Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu.

Di depan para peserta, Djemi Radji Fasilitator Program Ecopesantren, Pembina Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu, sekaligus Co Koordinator Wilayah Gusdurian Sulampapua yang mengawali pemaparannya dengan sebuah pertanyaan sederhana namun mengena:

“Jika kita mencintai Sang Pencipta, mengapa kita merusak ciptaan-Nya?” Kalimat ini langsung mengaitkan konsep pelestarian lingkungan dengan nilai-nilai keislaman. “Pesantren adalah pusat pendidikan karakter. Jika santri memiliki kesadaran ekologis sejak dini, maka mereka bukan hanya menjadi pemimpin spiritual, tetapi juga pelopor pelestarian lingkungan,” tutur Djemi.

Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya sehari penuh untuk santri. Keterlibatan masyarakat umum, mahasiswa, dan komunitas menambah warna tersendiri. Djemi menegaskan bahwa setiap peserta , bahkan yang tidak tinggal di pesantren — dapat membawa pulang konsep Ecopesantren untuk diterapkan di rumah, kos-kosan, hingga organisasi pelajar.

Semangatnya jelas: gerakan lingkungan tidak harus menunggu fasilitas besar, tetapi bisa dimulai dari kehidupan paling sehari-hari. Praktik nyata di lingkungan pesantren Ecopesantren bukan sekadar wacana.

Peserta diajak melihat langsung bagaimana konsep ini mulai diterapkan di lingkungan pesantren. Mereka mengelilingi area pondok untuk menyaksikan pendirian Bank Sampah Plastik sebagai wujud dari Gerakan pengurangan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi untuk pesantren.

Selain itu, peserta diperlihatkan pembuatan Saptitenk Sampah Organik, yakni konsep pengelolaan limbah dapur agar tidak mencemari tanah dan air, termasuk pemanfaatan lahan pesantren untuk menanam sayuran dan buah sebagai bagian dari ketahanan pangan. Sebagai penutup kunjungan lapangan, setiap peserta menerima bibit tanaman. Buah dan sayuran bukan hanya sekadar hadiah, tetapi simbol komitmen.

Abdul Kadir Lawero, Ketua Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu, menyampaikan bahwa pembagian bibit adalah bagian penting dari strategi gerakan. “Kami berharap peserta memanfaatkan pekarangan rumah, kos-kosan, dan ruang terbuka di sekitar mereka untuk menanam tanaman produktif. Langkah kecil ini akan berdampak besar bagi kesadaran dan ketahanan lingkungan.”

Beberapa peserta bahkan langsung berbincang antusias menyusun rencana menanam bersama di halaman kos atau melakukan gerakan menanam di rumah masing-masing.

Sosialisasi ini bukan penutup, melainkan pintu pembuka. Program Ecopesantren akan berlanjut sepanjang Desember 2025 dengan sejumlah agenda, termasuk Penandatanganan MoU antara pengelola pesantren dan Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu, Diskusi Lingkungan, Kelas Gender, dan Peringatan Haul ke-16 Gus Dur.

Seiring matahari mulai turun sore itu, peserta meninggalkan pesantren sambil menenteng bibit tanaman. Namun lebih dari itu — mereka pulang membawa gagasan, harapan, dan komitmen kecil untuk menjaga bumi. Dari lingkungan pesantren, sebuah gerakan hijau mulai tumbuh. Perlahan, tetapi pasti.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Sumber: Asrar A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suhayb ar-Rumi: Hijrah yang Dibayar dengan Seluruh Harta (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #12)

    Suhayb ar-Rumi: Hijrah yang Dibayar dengan Seluruh Harta (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #12)

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Di antara para sahabat Nabi  yang datang dari pinggiran struktur sosial Arab, nama Suhayb bin Sinan atau lebih dikenal dengan nama Suhayb ar-Rumi menempati posisi yang khas. Ia bukan tokoh dari kabilah besar Quraisy yang memiliki perlindungan kuat. Julukan ar-Rumi melekat padanya bukan karena ia berdarah Romawi, melainkan karena masa kecilnya yang panjang di wilayah Bizantium membuatnya fasih […]

  • Sinergi Penguatan SDM Pertanian, Kemnaker RI Isi Talkshow Launching Agrinext Center KOPRI PB PMII

    Sinergi Penguatan SDM Pertanian, Kemnaker RI Isi Talkshow Launching Agrinext Center KOPRI PB PMII

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Dalam upaya mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian dan pangan, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Launching & Talkshow Agrinext Center yang diselenggarakan oleh Bidang Pertanian dan Pangan KOPRI PB PMII. Agenda kolaborasi diselenggarakan di perpustakaan Nasional RI, 20 Juni 2025. Kegiatan bertema “Akselerasi Peran Petani […]

  • Premanisme Jalanan Terungkap, Polres Maros Ringkus Pelaku Pembusuran Viral

    Premanisme Jalanan Terungkap, Polres Maros Ringkus Pelaku Pembusuran Viral

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Aksi premanisme jalanan yang meresahkan warga dan sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros bergerak cepat dan berhasil meringkus tiga pelaku pembusuran dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Carangki, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Mirisnya, ketiga […]

  • Barira: Muktabah, Wala, dan Hak Pilih dalam Pernikahan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 14)

    Barira: Muktabah, Wala, dan Hak Pilih dalam Pernikahan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 14)

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Barira adalah seorang perempuan yang hidup di Madinah pada masa Nabi. Ia bukan berasal dari keluarga terpandang. Ia adalah seorang budak milik salah satu keluarga Anshar. Hidupnya pada awalnya berada dalam keterbatasan. Ia tidak bebas menentukan arah hidupnya sendiri. Namun kisahnya kemudian menjadi penting dalam sejarah Islam karena beberapa peristiwa yang melibatkan dirinya melahirkan penegasan […]

  • Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat

    Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kekuatan utama Nahdlatul Ulama (NU) terletak pada watak moderatnya yang mampu menjembatani peradaban Timur dan Barat. Hal tersebut disampaikan dalam momentum Halal Bihalal PB IKA PMII yang menjadi ajang konsolidasi strategis alumni dalam membaca arah kepemimpinan NU ke depan. “Wajar jika Alumni PMII membahas dan mempersiapkan […]

  • Kepala Daerah Dipilih DPRD, Pemerintah Nilai Perkuat Stabilitas Pemerintahan Daerah

    Kepala Daerah Dipilih DPRD, Pemerintah Nilai Perkuat Stabilitas Pemerintahan Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mekanisme pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menjadi sorotan. Pemerintah menilai skema tersebut dapat memperkuat stabilitas pemerintahan daerah serta menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara eksekutif dan legislatif. Melalui mekanisme ini, gubernur, bupati, dan wali kota tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan melalui proses pemilihan di DPRD. Pemerintah berpendapat, […]

expand_less