Dari Gorontalo untuk Ketahanan Pangan Nasional
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025
- visibility 31
- print Cetak

Provinsi yang dikenal dengan potensi jagungnya ini resmi masuk dalam 13 provinsi tahap pertama pelaksanaan program hilirisasi ayam terintegrasi nasional. Program strategis ini menjadi harapan baru bagi kemandirian pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat/FOTO: Humas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Gorontalo kembali mendapat angin segar bagi penguatan sektor pertanian dan peternakan. Provinsi yang dikenal dengan potensi jagungnya ini resmi masuk dalam 13 provinsi tahap pertama pelaksanaan program hilirisasi ayam terintegrasi nasional.
Program strategis ini menjadi harapan baru bagi kemandirian pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kabar tersebut disampaikan Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, dalam pertemuan virtual bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dari Ruang VIP Bandara Lama Gorontalo, Rabu (31/12/2025).
Dalam paparannya, Hendra menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan membangun 336 unit industri ayam terintegrasi di berbagai daerah, mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari pembibitan hingga pengolahan.
Bagi Gorontalo, program ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Kehadiran sentra ternak ayam terintegrasi diharapkan mampu menjawab kebutuhan protein hewani bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.
Dapur-dapur MBG di berbagai wilayah nantinya dapat disuplai langsung dari sumber produksi lokal, sehingga lebih efisien dan berkelanjutan.
Gubernur Gusnar Ismail menyambut baik kepercayaan pemerintah pusat tersebut. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, perhatian dan dukungan Kementerian Pertanian dinilainya sebagai bukti bahwa Gorontalo tetap menjadi bagian penting dalam agenda besar ketahanan pangan nasional.
“Ini yang kami sangat dambakan. Pemerintah pusat tidak menutup mata untuk terus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” ujar Gusnar dengan optimistis.
Lebih jauh, program hilirisasi ayam terintegrasi juga membuka peluang besar bagi pengembangan industri pakan ternak berbasis jagung.
Selama ini, jagung menjadi salah satu komoditas unggulan Gorontalo. Dengan hadirnya industri pakan ternak, para petani diharapkan dapat menanam jagung secara berkelanjutan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Harapan tersebut sejalan dengan rencana pembangunan pabrik pakan dan fasilitas pendukung lainnya dalam paket program hilirisasi.
Gusnar meyakini, keterkaitan antara peternakan ayam dan pertanian jagung akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Sebagai bagian dari persiapan, tim Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah telah melakukan pemaparan teknis terkait kesiapan lokasi dan kelengkapan administrasi lahan.
Pencanangan resmi program ini dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari 2026 dan akan diumumkan lebih lanjut oleh Kementerian Pertanian.
Bagi Gorontalo, program ini bukan hanya tentang membangun industri ayam, tetapi tentang menyiapkan masa depan pangan, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi lokal dari hulu hingga hilir.
- Penulis: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar