Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 319
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Isra Mi’raj adalah peristiwa langit yang selalu diperingati dengan suara lantang. Namun sering kali kita lupa pada bagian yang paling sunyi: penyucian. Sebelum Nabi Muhammad SAW “naik” menembus lapis-lapis langit, beliau lebih dulu “dibersihkan”. Dada beliau dibelah, hatinya dicuci dengan air zamzam, lalu diisi hikmah dan iman. Tidak ada Mi’raj tanpa pembersihan. Tidak ada kenaikan derajat tanpa kesediaan untuk disucikan.

Di titik inilah, tradisi lokal bernama Passili ritual penyucian dengan air dalam budaya Bugis menjadi menarik untuk dibaca ulang. Bukan untuk disamakan secara teologis, tetapi untuk dipertemukan secara maknawi. Sebab baik wahyu maupun budaya, sama-sama mengenal satu bahasa universal: air sebagai simbol penyucian.

Al-Qur’an berulang kali menyebut air sebagai sarana pembersih lahir dan batin. “Dan Kami turunkan dari langit air yang suci” (QS. Al-Furqan: 48). Dalam ayat lain, air disebut sebagai sarana Allah menyucikan orang beriman dan meneguhkan hati mereka (QS. Al-Anfal: 11). Wudhu, mandi janabah, dan tayammum bukan sekadar ritual teknis, melainkan latihan spiritual: membersihkan diri sebelum menghadap Yang Mahasuci.

Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa wudhu dapat menggugurkan dosa-dosa kecil hingga keluar dari anggota tubuh terakhir yang dibasuh (HR. Muslim). Pesannya jelas: kesucian adalah prasyarat kedekatan dengan Tuhan. Maka tidak mengherankan jika Isra Mi’raj perjalanan spiritual paling agung diawali dengan proses penyucian yang sangat simbolik.

Al-Isra’:1 menyebut perjalanan malam Nabi sebagai tanda kebesaran Allah. Namun para mufasir klasik seperti Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi memberi perhatian khusus pada fase sebelum Mi’raj: pembelahan dada Nabi. Tafsir menyebutkan bahwa penyucian itu bertujuan menyiapkan Rasulullah menghadapi pengalaman spiritual yang melampaui batas manusia biasa.

Quraish Shihab dalam tafsir tematiknya menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar mukjizat fisik, melainkan pendidikan ruhani. Mi’raj adalah kenaikan, tetapi kenaikan itu menuntut kebersihan batin. Langit tidak bisa disentuh oleh hati yang masih keruh.

Dalam tradisi Bugis, Passili adalah ritual air untuk membersihkan diri dari bala, sakit, atau fase hidup yang dianggap “berat”. Air dipercikkan, doa dilantunkan, dan tubuh disentuh dengan niat pemulihan. Bagi masyarakat pendukungnya, air bukan benda netral. Ia adalah medium yang membawa harapan, ketenangan, dan keseimbangan.

Antropolog Mircea Eliade menyebut air sebagai simbol regenerasi kosmik sesuatu yang menghapus yang lama dan membuka yang baru. Victor Turner menyebut ritual seperti ini sebagai fase liminalitas: masa peralihan dari satu kondisi ke kondisi lain. Dalam kerangka ini, Passili bukan sekadar adat, melainkan mekanisme budaya untuk memulihkan makna hidup.

Ironisnya, di zaman modern, banyak orang ingin “naik” naik jabatan, naik popularitas, naik pengaruh tanpa mau dibersihkan. Kita ingin Mi’raj sosial tanpa Passili moral. Kita rajin merayakan Isra Mi’raj, tetapi malas membersihkan hati dari iri, dendam, dan keserakahan. Barangkali inilah satir paling sunyi dari peristiwa langit itu: kita ingin sampai, tapi enggan disucikan.

Penulis berpendapat dengan senyum getir: bahwa manusia hari ini ingin langsung ke langit, padahal kakinya masih kotor oleh lumpur etika. Padahal Isra Mi’raj sendiri mengajarkan urutan yang tegas: bersih dulu, baru naik.

Islam tidak menolak simbol air; Islam justru memurnikannya. Air dalam Passili tidak perlu ditolak mentah-mentah, tetapi perlu diarahkan agar tidak menjadi objek sakral yang berdiri sendiri. Tauhid hadir untuk meluruskan orientasi: air tidak menyembuhkan, Allah yang menyembuhkan; air tidak menyucikan dengan sendirinya, Allah yang mensucikan.

Di sinilah dakwah budaya menemukan jalannya. Bukan dengan memukul simbol, tetapi dengan menafsirkan makna. Bukan dengan menghapus tradisi, tetapi dengan menanamkan tauhid di dalamnya. Islam di Nusantara tumbuh dengan cara seperti ini: perlahan, dialogis, dan berakar pada empati.

Isra Mi’raj dan Passili bertemu pada satu pesan universal: penyucian adalah jalan menuju kemuliaan. Yang satu hadir sebagai wahyu, yang lain sebagai kearifan lokal. Keduanya mengingatkan bahwa hidup tidak melompat; ia berproses. Tidak semua perjalanan ke langit berbentuk Mi’raj, tetapi setiap kenaikan derajat spiritual maupun sosial menuntut pembersihan diri.

Mungkin itulah pesan terdalam Isra Mi’raj hari ini: sebelum kita sibuk ingin “naik”, ada baiknya kita bertanya dengan jujur sudah sejauh mana kita bersedia dibersihkan?

Penulis : (Dosen & Peneliti Bidang Antropologi Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare/ Alumni PPNK LEMHANNAS RI)

  • Penulis: Afidatul Asmar
  • Editor: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Adythia Al Ghozaly
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Oleh: Adythia Al Ghozaly Kaempe, S.H   Setiap 22 Desember, kita disuguhi narasi nasional yang menyesatkan: peringatan “Hari Ibu” seolah menjadi satu-satunya representasi perempuan. Padahal, lebih dari sembilan dekade silam, perempuan-perempuan Nusantara berkumpul dalam Kongres Perempuan 1928, menuntut hak politik, kebebasan, pendidikan, dan pengakuan sosial yang setara. Namun, patriarki dengan cerdik merampas tanggal itu, membungkusnya […]

  • Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan gas alam cair (LNG) global mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah, dengan jalur vital Selat Hormuz praktis terhenti. Situasi ini memicu kekhawatiran krisis energi baru, terutama di kawasan Asia yang sangat bergantung pada pasokan dari Teluk. Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker LNG menghentikan perjalanan dari dan menuju Qatar […]

  • Ratusan Santri di Seblak Diberi Pengetahuan Mengolah Sampah hingga Kopi Inklusif dalam Festival Jagat

    Ratusan Santri di Seblak Diberi Pengetahuan Mengolah Sampah hingga Kopi Inklusif dalam Festival Jagat

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – JOMBANG – Perhelatan Festival Jagat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu hingga Minggu, 29-30 Agustus 2026  mempertemukan ratusan santri, kiai, pengajar madrasah, dan pegiat komunitas lintas iman. Agenda ini merangkum berbagai kegiatan, mulai dari Majelis Keadilan Ekologi, Fun Games, hingga Kelas Ekologi, sebagai ruang konsolidasi pemecahan masalah lingkungan […]

  • Mahasiswa PKUMI Perluas Jejaring Akademik Global di UCR

    Mahasiswa PKUMI Perluas Jejaring Akademik Global di UCR

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Delegasi mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) terus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional. Pada Jumat (3/4/2026), para mahasiswa mengikuti kegiatan International Scholars Coffee Hour di University of California, Riverside. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berdialog dan bertukar gagasan dengan para cendekiawan dari berbagai negara. Dalam forum tersebut, mahasiswa […]

  • DPP PKB Tetapkan Abdullah Kadir Diko sebagai Ketua DPC PKB Pohuwato, Ini Profilnya

    DPP PKB Tetapkan Abdullah Kadir Diko sebagai Ketua DPC PKB Pohuwato, Ini Profilnya

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB menetapkan Abdullah Kadir Diko, S.Pt. sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Pohuwato masa khidmat 2026–2031. Penetapan tersebut menandai estafet kepemimpinan DPC PKB Pohuwato dari ketua sebelumnya, Idris Kadji. Abdullah Kadir Diko merupakan salah satu kader PKB yang telah lama berkiprah di dunia politik, pemberdayaan masyarakat, dan advokasi […]

  • Dzikir dan Doa Bersama, GP Ansor Barru Peringati Harlah ke-92

    Dzikir dan Doa Bersama, GP Ansor Barru Peringati Harlah ke-92

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BARRU – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Barru menggelar dzikir dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92. Kegiatan religius ini berlangsung khidmat pada Jumat ba’da Magrib, 24 April 2026, di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Addary DDI Takkalasi. Dzikir dan doa dipimpin oleh pimpinan pondok, Anregurutta Mansur. Hadir dalam kegiatan tersebut kader […]

expand_less