Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H, Pemerintah dan NU Diprediksi Mulai Puasa 19 Februari 2026

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 332
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Umat Islam di Indonesia diperkirakan akan kembali menghadapi kemungkinan perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Perbedaan tersebut dipicu oleh kondisi astronomis hilal yang belum memenuhi kriteria kesepakatan regional pada saat pemantauan.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi, posisi bulan pada saat Maghrib, 17 Februari 2026, diprediksi masih terlalu rendah untuk memenuhi kriteria visibilitas hilal yang disepakati negara-negara MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Menurut Thomas, kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut Matahari-Bulan minimal 6,4 derajat. Namun, pada tanggal tersebut, posisi hilal di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara diperkirakan belum mencapai batas minimal tersebut.

“Karena hilal diprediksi tidak dapat teramati atau tidak memenuhi kriteria imkanur rukyat pada 17 Februari petang, maka bulan Syaban kemungkinan akan digenapkan menjadi 30 hari,” ujarnya seperti dilansir Kompas.com.

Dengan kondisi tersebut, awal Ramadhan versi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam yang menggunakan kriteria MABIMS diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU) selama ini mengikuti metode rukyat dengan kriteria MABIMS, sehingga besar kemungkinan menetapkan awal puasa pada tanggal tersebut.

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang memiliki kriteria berbeda. Jika berdasarkan perhitungan hisab posisi bulan dinilai telah memenuhi syarat wujudul hilal, maka terdapat potensi awal Ramadhan ditetapkan sehari lebih awal.

Perbedaan penetapan awal Ramadhan bukanlah hal baru dalam dinamika kehidupan beragama di Indonesia. Para tokoh dan ulama biasanya mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga persatuan dan saling menghormati perbedaan ijtihad dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Sebelumnya,

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Penetapan tersebut dijelaskan secara rinci oleh Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo, dalam Pengajian Tarjih dikutip nulondalo.com, Selasa (3/1/2026).

Rahmadi menerangkan bahwa KHGT dibangun di atas prinsip keseragaman hari dan tanggal secara global (one day, one date globally).

Prinsip ini hanya dapat terwujud jika bumi dipandang sebagai satu kesatuan matla’, tanpa pembagian zona penanggalan regional, namun tetap mengikuti garis tanggal internasional.

“Kalau bumi dibagi ke dalam zona-zona penanggalan, maka tidak mungkin terjadi keseragaman hari dan tanggal. Bisa terjadi kawasan barat sudah masuk tanggal baru, sementara kawasan timur belum,” ujar Rahmadi.

Ia menambahkan, kalender Hijriah secara sistematis hanya dapat disusun menggunakan hisab (perhitungan astronomi).

Menurutnya, rukyat tidak memungkinkan penyusunan kalender jangka panjang karena hanya dapat memastikan satu bulan berjalan.

Karena itu, KHGT menggunakan prinsip ittihadul mathali’ (kesatuan matla’) dengan parameter global, bukan kriteria lokal.

Rahmadi menjelaskan, berdasarkan keputusan Majelis Tarjih, awal bulan Hijriah ditetapkan apabila sebelum pukul 24.00 GMT terdapat wilayah daratan di bumi yang memenuhi dua syarat astronomis utama, yakni elongasi bulan–matahari minimal 8 derajat dan ketinggian hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.

Apabila syarat tersebut belum terpenuhi, KHGT menyediakan parameter lanjutan, yaitu ijtimak (konjungsi) harus terjadi di Selandia Baru sebelum fajar, serta pada saat yang sama parameter elongasi dan ketinggian hilal terpenuhi di daratan benua Amerika sebagai penanda akhir siklus 24 jam global.

“Fajar dipilih karena ia menjadi batas awal puasa. Ini untuk memastikan tidak ada satu pun wilayah di bumi yang tertinggal atau mendahului kalender global,” jelasnya.

Berdasarkan hasil hisab, konjungsi bulan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 GMT. Namun hingga sebelum pukul 24.00 GMT pada hari tersebut, tidak ada wilayah dunia yang secara langsung memenuhi kriteria utama elongasi 8 derajat dan ketinggian hilal 5 derajat.

Dengan demikian, Majelis Tarjih menggunakan parameter lanjutan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ijtimak di Selandia Baru terjadi sebelum waktu fajar setempat.

Pada Februari, Selandia Baru menggunakan waktu musim panas (UTC+13), sehingga konjungsi terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari waktu lokal, sementara fajar terjadi setelahnya.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan geosentrik, wilayah Bethel, Alaska, telah memenuhi syarat elongasi lebih dari 8 derajat dan ketinggian hilal melampaui 5 derajat.

“Meski wilayahnya kecil dan penduduknya sedikit, ia tetap sah karena yang dijadikan acuan adalah daratan, bukan jumlah populasi,” tegas Rahmadi.

Dengan terpenuhinya dua parameter lanjutan tersebut, maka awal Ramadan ditetapkan secara global pada keesokan harinya, yakni Rabu, 18 Februari 2026.

Rahmadi menegaskan bahwa dalam sistem KHGT, wujud atau tidaknya hilal di Indonesia tidak menjadi penentu. Data menunjukkan bahwa pada saat itu, hilal di Indonesia, Makkah, dan Turki masih berada di bawah ufuk.

Namun karena KHGT menganut kesatuan matla’, keterpenuhan parameter di satu wilayah dunia berlaku untuk seluruh bumi.

“Kalau masih menggunakan wujudul hilal lokal, Indonesia memang akan memulai Ramadan pada 19 Februari. Tetapi karena kita sudah menggunakan KHGT, maka keterpenuhan parameter di Alaska itu ditransfer secara global,” ujarnya.

Ia menyebut konsep tersebut mirip dengan mekanisme “transfer wujud” dalam sistem lama, namun diterapkan secara global, bukan terbatas wilayah hukum nasional.Rahmadi menutup pemaparannya dengan harapan agar umat Islam diberi kesehatan dan umur panjang untuk dapat menyambut Ramadan serta menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

“Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadan dan mampu menjalaninya sampai akhir dengan sempurna,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag Nasaruddin Umar Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Masjid Istiqlal

    Menag Nasaruddin Umar Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Masjid Istiqlal

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 299
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar dijadwalkan meluncurkan buku berjudul Teladan Sang Menteri pada Senin (6/4/2026) di Aula VVIP Masjid Istiqlal. Peluncuran buku ini merupakan hasil kolaborasi antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal sebagai bagian dari penguatan tradisi intelektual serta kepemimpinan berbasis nilai. Buku karya akademisi UIN Ar-Raniry […]

  • Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu (3/1/2026). John Herdman merupakan pelatih asal Inggris yang memiliki pengalaman panjang di level internasional. Ia dikenal luas lewat kiprahnya bersama Timnas Kanada, baik di sektor putra maupun putri. Dalam rekam jejak kepelatihannya, Herdman mencatat prestasi penting dengan membawa […]

  • Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Pada edisi Ramadhan 2026 kali ini, saya ingin mengisinya dengan menceritakan orang-orang yang hidup di zaman Nabi Muhammad SAW, yang kita kenal sebagai sahabat Nabi tetapi sangat sedikit disebut dalam catatan sejarah. Julaybib adalah salah satunya. Siapa di antara kita umat Islam yang mengenal sosok ini. Mungkin ada, tetapi sangat sedikit. Termasuk saya yang baru […]

  • Invisible Labor Ibu Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi

    Invisible Labor Ibu Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Di tengah masyarakat modern yang semakin sibuk mengejar pertumbuhan ekonomi, ada satu jenis pekerjaan yang justru sering luput dari pengakuan: pekerjaan domestik ibu rumah tangga. Aktivitas memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, mendampingi pendidikan keluarga, menjaga kesehatan emosional anggota rumah tangga, hingga memastikan seluruh ritme keluarga berjalan stabil, sering dianggap sebagai “kewajiban biasa” seorang perempuan. Padahal, […]

  • Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, Perkuat Pesan Damai dan Kebersamaan Lintas Iman

    Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, Perkuat Pesan Damai dan Kebersamaan Lintas Iman

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    nulondalo.com, MANADO – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado bersama Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menggelar bedah buku Muslim Ahmadiyah di Indonesia: 100 Tahun Keberagamaan dan Kerja Kemanusiaan sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Ahmadiyah di Indonesia, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Torang Samua Basudara: Merajut Kebersamaan dan Menjaga Damai Lewat Aksi Kemanusiaan Lintas […]

  • Gus Yahya dan Ikhtiar Menguatkan Khidmah Keagamaan NU

    Gus Yahya dan Ikhtiar Menguatkan Khidmah Keagamaan NU

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – Satu periode membersamai KH Yahya Cholil Staquf dalam kepengurusan PBNU 2022–2026 memberikan banyak pengalaman dan pelajaran bagi saya. Tentu setiap masa kepemimpinan memiliki dinamika, tantangan, kekurangan, sekaligus capaian yang kelak akan dinilai secara lebih jernih oleh sejarah. Namun, ada satu hal yang sejak awal saya tangkap dari Gus Yahya: kesadarannya bahwa Nahdlatul Ulama […]

expand_less