Breaking News
light_mode
Trending Tags

Triliunan Dolar, Kekosongan Tak Terbeli. Fenomena Elon Musk Kesepian di Puncak piramida Kapitalisme

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 5
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita sering membayangkan bahwa puncak kebahagiaan terletak pada keberlimpahan materi. Sejak kecil, banyak dari kita diajarkan—secara halus maupun terang-terangan—bahwa sukses berarti kaya, terkenal, dan berkuasa. Dalam imajinasi sosial yang dibentuk oleh kapitalisme modern, kekayaan adalah simbol kemenangan. Namun pengakuan Musk menghadirkan celah refleksi: mungkinkah ada sesuatu yang tak bisa dibeli, bahkan oleh orang paling kaya sekalipun?

Pengakuan tentang kesepian yang disampaikan oleh —figur yang oleh pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan ratusan miliar dolar menghadirkan sebuah pertanyaan menggangu dalam diskursus kesejahteraan modern: mengapa kelimpahan material tidak otomatis berbanding lurus dengan kebahagiaan eksistensial?

Dalam sejumlah wawancara, termasuk yang dilansir oleh media intrnasional, elon Musk mengakui bahwa ia kerap merasa kesepian, bahkan sering tidur sendiri di malam hari. Pernyataan ini bukan sekadar gosip tentang kehidupan privat seorang miliarder, melainkan fragmen tentang keterasingan yang mungkin menyertai puncak ambisi seseorang.

Kita hidup dalam tatanan global yang menjadikan kekayaan sebagai simbol supremasi keberhasilan. Dalam imajinasi kolektif masyarakat kapitalistik, menjadi orang terkaya di dunia adalah puncak aspirasi. Namun pengakuan Musk membuka ruang untuk mempertanyakan asumsi tersebut. Jika harta dan pengaruh sosial berada pada titik maksimum, mengapa dimensi batin tetap bisa mengalami defisit makna?

kondisi ini dapat dibaca sebagai konsekuensi dari hiper-ambisi dan tekanan struktural. Individu dengan kekuasaan ekonomi dan simbolik yang sangat besar sering kali terperangkap dalam jejaring ekspektasi publik, tanggung jawab moral, serta isolasi sosial yang paradoks. Status sebagai “figur berpengaruh” tidak hanya menghadirkan privilese, tetapi juga membangun dinding tak kasatmata antara diri dan relasi yang autentik.

Dalam banyak studi psikologi sosial, kesepian justru lebih sering ditemukan pada individu dengan posisi hierarkis tinggi karena relasi di sekitarnya cenderung bersifat instrumental, bukan intim. Pada titik ini, menarik untuk merefleksikan kembali kerangka ekonomi-politik yang dirumuskan. Dalam analisis Marx, basis material (economic base) membentuk struktur sosial dan kesadaran. Namun, kupikir pengalaman batin seperti kesepian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif tidak sepenuhnya dapat direduksi pada kepemilikan sarana produksi atau akumulasi kapital semata.

Artinya, sekalipun kita tidak menafikan pentingnya kondisi ekonomi, ada dimensi eksistensial yang tidak sepenuhnya tunduk pada determinasi material. Maka Kebahagiaan yg terbentuk oleh kualitas kesadaran juga sangat bergantung pada kondisi batin, ketimbang hanya dalam angka-angka neraca kekayaan. Sebab Ia berkaitan dengan kemampuan individu membangun relasi yang bermakna, menemukan tujuan yang melampaui ambisi personal, serta mengelola imajinasi dan hasratnya secara etis. Tanpa fondasi batin yang sehat, kelimpahan justru dapat memperbesar ruang bagi kekosongan.

Kasus epstein yang baru baru terungkap juga memperlihatkan bahwa kekayaan ekstrem tidak otomatis menghadirkan integritas moral. Kasus , misalnya, menunjukkan bagaimana akumulasi kapital dapat berjalan berdampingan dengan kerusakan psikologis dan penyimpangan etis yang serius. Ini bukan sekadar soal individu, melainkan refleksi tentang bagaimana kekuasaan dan hasrat yang tak terkelola bisa menjadi destruktif.
Tulisan ini bukan upaya membandingkan taraf ekonomi dengan tingkat kebahagiaan secara simplistis. Ia justru mengajak kita melihat bahwa problem kesejahteraan manusia bersifat multidimensional.

Ekonomi adalah fondasi penting, tetapi bukan satu-satunya determinan makna hidup. Kekeringan batin, alienasi sosial, dan kegagalan membangun relasi autentik dapat menjadi faktor fundamental yang menggerogoti kebahagiaan, bahkan di tengah limpahan harta, feenomena elon Musk mengingatkan kita bahwa modernitas sering kali keliru menyamakan kemakmuran dengan kebahagiaan. Padahal, kesejahteraan sejati barangkali terletak pada harmoni antara capaian eksternal dan kedalaman internal—antara ambisi dan keheningan, antara kekuasaan dan kerendahan hati.

kesepian elon Musk bukan sekadar problem personal, melainkan gejala dari sistem yang menjadikan hasrat tak pernah selesai. Kapitalisme, dalam pembacaan Žižek yang berakar pada psikoanalisis Lacanian, memproduksi kekurangan (lack) secara terus-menerus agar hasrat tetap bergerak. Maka, bahkan di puncak kelimpahan, subjek tetap merasakan celah yang tak terisi. Di sanalah kita diingatkan bahwa kebahagiaan sejati mungkin bukan terletak pada pemenuhan total, melainkan pada kemampuan berdamai dengan ketidaklengkapan, menerima bahwa menjadi manusia berarti selalu berada di antara keterbatasan.

Penulis: Alumni Pascasarjanan UIN SUKA Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reses di Boalemo, Aleg DPRD Gorontalo Muhammad Dzikyan Serap Aspirasi Soal Bantuan Sosial hingga Lapangan Kerja Pemuda

    Reses di Boalemo, Aleg DPRD Gorontalo Muhammad Dzikyan Serap Aspirasi Soal Bantuan Sosial hingga Lapangan Kerja Pemuda

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) Pohuwato–Boalemo, Muhammad Dzikyan, menggelar kegiatan reses di Desa Bongo Dua, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat, Jumat (6/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan mulai dari perubahan data bantuan sosial, kerusakan infrastruktur desa, hingga minimnya program pemberdayaan pemuda. Dzikyan yang juga Ketua […]

  • (Korupsi) Bisnis Paling Rasional

    (Korupsi) Bisnis Paling Rasional

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Di negeri ini, senjata api diawasi ketat. Mau punya pistol saja izinnya panjang, bisa lebih panjang dari antrean sembako. Tapi laporan keuangan? Bebas berkeliaran, rapi, wangi, dan sering dielu-elukan, padahal isinya bisa bikin rakyat miskin seumur hidup. Gus Dur mungkin akan bilang, “Senjata itu membunuh orang. Laporan keuangan bisa membunuh akal sehat.” Korupsi pejabat publik […]

  • Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Tragedi keracunan massal yang menimpa 200-an lebih siswa di Kota Salakan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus menuai sorotan. Kali ini kritik keras datang dari Kevin Lapendos, aktivis muda asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kevin menilai insiden tersebut bukanlah persoalan biasa, melainkan sebuah kelalaian serius yang mencoreng […]

  • HUT ke-13 Kolaka Timur, Gubernur Sultra Ajak Jadikan Momentum Refleksi dan Percepatan Pembangunan

    HUT ke-13 Kolaka Timur, Gubernur Sultra Ajak Jadikan Momentum Refleksi dan Percepatan Pembangunan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 68
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Kolaka Timur sebagai momentum refleksi, evaluasi, serta penguatan komitmen dalam mempercepat pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutan tertulis pada Upacara Peringatan HUT Kabupaten Kolaka Timur yang dibacakan oleh Sekretaris […]

  • Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Misbahuddin Yamin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Program Transmigrasi Patriot yang digagas Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara dengan mengirim mahasiswa dari tujuh kampus elite seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unpad, dan Undip ke Mamuju, secara sekilas tampak progresif. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, sinergi, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, jika dibaca secara lebih jernih dan struktural, kebijakan ini menyimpan persoalan […]

  • Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Bertengger di Lima Besar Liga Inggris

    Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Bertengger di Lima Besar Liga Inggris

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Chelsea secara resmi memecat pelatih Enzo Maresca di tengah berlangsungnya Liga Primer Inggris musim 2025/2026. Keputusan tersebut diambil manajemen The Blues meski performa tim dinilai belum sepenuhnya terpuruk. Saat ini, Chelsea masih menempati peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris. Namun, jarak 15 poin dari pemuncak klasemen Arsenal dianggap sebagai sinyal peringatan serius bagi […]

expand_less