PCINU Jerman Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak

Ilustrasi : Sejumlah Muslim melaksanakan rukyatul hilal dengan bantuan teropong dan teleskop saat senja, menandai penetapan awal Ramadhan 1447 H yang jatuh pada 19 Februari 2026 di sejumlah negara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jerman menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, ibadah puasa dimulai pada hari tersebut dan salat Tarawih pertama dilaksanakan Rabu malam, 18 Februari 2026.
Pengumuman itu disampaikan melalui akun Instagram resmi PCINU Jerman dan dikutip nulondalo.com, Selasa (17/2/2026).
Ketua PCINU Jerman, Miftah El-Azmi, menjelaskan bahwa penentuan awal bulan Hijriah di Jerman tidak diatur oleh pemerintah sebagaimana di Indonesia. Karena itu, setiap komunitas Muslim memiliki metode masing-masing dalam menentukan awal Ramadhan.
“Secara umum di Jerman lembaga dan komunitas Muslim masing-masing memiliki metodenya sendiri-sendiri, tidak diatur oleh pemerintah. Ada yang menggunakan rukyat dengan alat bantu teropong, ada yang menggunakan hisab,” ujar Miftah dikutip dari NU Online, Selasa (17/2/2026).
Ia menuturkan, PCINU Jerman menggunakan metode hisab kontemporer Nautical Almanac 2026 yang dipadukan dengan rukyatul hilal pada akhir bulan. Perbedaan metode tersebut kerap menyebabkan selisih satu hari dalam memulai puasa maupun merayakan Idulfitri di Jerman.
Menurut Miftah, komunitas yang memulai puasa pada 18 Februari kemungkinan menggunakan metode kalender Hijriah global sebagai acuan.
Informasi serupa juga diumumkan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Taiwan. Melalui surat pernyataan resmi, PCINU Taiwan mengimbau Muslim Indonesia di Taiwan untuk mulai berpuasa pada 19 Februari 2026.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Ramadhan 2026 diperkirakan berlangsung mulai 19 Februari hingga 20 Maret 2026. PCINU Taiwan juga meminta para pemilik perusahaan atau majikan agar memberikan kesempatan kepada pekerja Indonesia untuk menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk penghormatan terhadap keyakinan agama mereka.
Penetapan awal Ramadhan pada 19 Februari 2026 juga diumumkan di Australia. Australian National Imams Council (ANIC) melalui pernyataan resmi yang disampaikan Grand Mufti Australia, Dr Ibrahim Abu Mohamad, menjelaskan bahwa berdasarkan data astronomis, hilal belum memungkinkan diamati pada Selasa, 17 Februari 2026.
Di Sydney, matahari terbenam pada pukul 19.45 (AEST), sementara bulan baru lahir pada pukul 23.01 waktu setempat. Kondisi serupa terjadi di Perth, di mana bulan baru lahir setelah matahari terbenam.
“Ini berarti bulan baru lahir setelah matahari terbenam di Australia, dan bulan Ramadhan tidak dapat dimulai pada malam itu. Oleh karena itu, Bulan Suci Ramadhan tahun 1447 H akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026,” demikian pernyataan ANIC.
Salat Tarawih pertama di Australia dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam, 18 Februari 2026. Dalam pernyataannya, Grand Mufti juga mengajak umat Islam menghormati perbedaan pendapat demi menjaga persatuan serta mendoakan perdamaian dunia, khususnya bagi warga Gaza, Palestina.
Sementara itu, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Hong Kong tidak mengumumkan secara khusus penetapan awal Ramadhan, namun melalui akun Instagram resminya telah merilis jadwal imsakiyah yang menetapkan Kamis, 19 Februari 2026 sebagai hari pertama puasa.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar