Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pesantren; Pilar Karakter Pemuda di Era Disrupsi

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 293
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Jakarta– Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong agar lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren, diakomodasi secara eksplisit dalam penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang tengah dirumuskan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Dorongan itu disampaikan oleh Tim Direktorat Pesantren Kemenag RI, Fathullah Syahrul, dalam rapat penyusunan kurikulum dan desain karakter pemuda di Jakarta, Rabu 4 Maret 2026.

Dalam forum tersebut, Kemenag menekankan pentingnya strategi pembangunan karakter generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi. “Akses teknologi tanpa kontrol dapat melahirkan dua konsekuensi, baik atau buruk. Karena itu, pembangunan karakter pemuda harus dirancang secara sistematis dan lintas sektor,” ujar Fathullah.

Fathullah juga menyoroti persoalan degradasi moral dan krisis kesehatan mental yang kian nyata di berbagai lembaga pendidikan. Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1 miliar orang di dunia mengalami gangguan kesehatan jiwa, sementara bunuh diri menjadi salah satu penyebab utama kematian pada usia muda.

Menurut Fathullah, kondisi tersebut menuntut penguatan kurikulum berbasis nilai, termasuk di lingkungan pendidikan keagamaan. Pesantren, katanya, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter berbasis spiritualitas, kebangsaan, dan moderasi beragama.

“Integrasi pesantren dalam desain besar karakter pemuda penting agar kebijakan yang disusun bersifat inklusif dan komprehensif,” tegasnya.

Sebagai bagian dari ikhtiar itu, Kemenag melalui Direktorat Pesantren telah menjalankan sejumlah program penguatan karakter. Salah satunya adalah Kurikulum Cinta, yang menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, ilmu, guru, sesama, diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.

Selain itu, lewat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 91 Tahun 2025, Kemenag meluncurkan peta jalan pengembangan dengan piloting 512 Pesantren Ramah Anak, Ramah Lingkungan, Ramah Digital, dan Ramah Infrastruktur.

“Kemenag juga merekomendasikan penguatan layanan kesehatan mental bagi pemuda serta perluasan kurikulum berbasis cinta, nasionalisme, tenggang rasa, dan gotong royong,” katanya lagi.

Rapat penyusunan kurikulum ini diharapkan melahirkan kerangka kebijakan yang mampu menjawab tantangan moral, sosial, dan psikologis generasi muda di tengah perubahan zaman.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ust. Rionadi Doe Jelaskan Kewajiban Qadha Ibadah dalam Kajian Kitab Minhajul Abidin Play Button

    Ust. Rionadi Doe Jelaskan Kewajiban Qadha Ibadah dalam Kajian Kitab Minhajul Abidin

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Ust. Rionadi Doe menjelaskan kewajiban mengganti (qadha) ibadah yang pernah ditinggalkan dalam pengajian Kitab Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali yang digelar di Masjid Nurul Haq, Jalan Gelatik, Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, pada Selasa malam seusai shalat Isya. Kajian ini juga ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Nutizen Televisi. Dalam penyampaiannya, Ust. Rionadi menegaskan […]

  • Jejak Safari Ramadan H. Ali Yafid di Bone

    Jejak Safari Ramadan H. Ali Yafid di Bone

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Bone- Ramadan hari ke-12 menjadi momen istimewa bagi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid. Safari Ramadan kali ini membawanya pulang ke tanah kelahirannya di Kabupaten Bone. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan rangkaian kegiatan penuh makna yang menyentuh hati masyarakat. Di Bone, Ali Yafid memulai agenda dengan kunjungan ke MAN 2 Bone, […]

  • Islam Moderat di Persimpangan Jalan

    Islam Moderat di Persimpangan Jalan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Alam Khaerul Hidayat
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Di tengah riuhnya perbincangan tentang agama di ruang publik Indonesia, istilah Islam moderat seolah menemukan momentumnya. Ia hadir sebagai penyeimbang di antara tarikan ekstrem yang kerap mengeras dalam wajah keberagamaan kita di satu sisi konservatisme yang eksklusif, di sisi lain liberalisme yang kadang kehilangan pijakan nilai. Dalam konteks masyarakat yang majemuk, gagasan ini terasa penting, […]

  • Buka Puasa Lintas Iman: Merajut Damai dari Keuskupan Agung Makassar Play Button

    Buka Puasa Lintas Iman: Merajut Damai dari Keuskupan Agung Makassar

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Langit Makassar sore itu tampak muram. Awan kelabu bergelayut, hujan turun di beberapa sudut kota, seakan ingin menguji langkah para tokoh lintas agama. Namun semangat mereka tak pernah surut. Satu per satu tetap melangkah menuju Keuskupan Agung Makassar untuk menghadiri acara buka puasa bersama pada Minggu (9/3/2026). Dengan tema “Berjalan Bersama dalam Merajut […]

  • Persipura Bidik Kemenangan Penuh Kontra Deltras FC

    Persipura Bidik Kemenangan Penuh Kontra Deltras FC

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Persipura Jayapura menargetkan kemenangan penuh saat menjamu Deltras FC pada lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Minggu (4/1/2026). Tiga poin menjadi harga mati bagi tim berjuluk Mutiara Hitam demi menjaga peluang bersaing di papan atas Grup B. Pelatih Persipura Rahmad Darmawan menegaskan pentingnya disiplin dan fokus penuh sepanjang […]

  • Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    Akadnya Rapi, Akhlaknya Bolong

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Kalau mendengar istilah “korporasi syariah”, banyak orang langsung merasa tenang. Seolah-olah begitu ada kata “syariah”, uang otomatis aman, laporan keuangan jujur, dan direksi langsung rajin tahajud. Padahal, kata Gus Dur, “Tidak semua yang pakai sarung itu kiai”, dan tidak semua yang berlabel syariah itu amanah. Di brosur, korporasi syariah digambarkan bak pesantren modern: bersih, rapi, […]

expand_less