Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gerakan Nurani Bangsa Sampaikan Pesan Kebangsaan, Desak Pemerintah Jaga Politik Luar Negeri Bebas Aktif

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 74
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Sejumlah tokoh lintas agama, intelektual, dan budayawan yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan Pesan Kebangsaan kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terkait situasi geopolitik global yang semakin memanas.

Pesan tersebut disampaikan di Jakarta pada 6 Maret 2026, sebagai respons atas meningkatnya ketegangan internasional, khususnya setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran di tengah proses perundingan nuklir yang sedang berlangsung.

Gerakan Nurani Bangsa menilai serangan tersebut merupakan tindakan yang mengingkari upaya perdamaian dunia dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

“Serangan terhadap kedaulatan negara lain bertentangan dengan prinsip perdamaian dan norma hukum internasional serta berpotensi menjadi pemicu konflik global yang lebih besar,” demikian salah satu poin dalam Pesan Kebangsaan tersebut.

Gerakan ini juga menegaskan pentingnya Indonesia tetap berpegang pada amanat konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi landasan diplomasi Indonesia di panggung internasional.

Mereka mengingatkan bahwa pembukaan UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, serta menugaskan Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Selain itu, Gerakan Nurani Bangsa menyoroti keputusan Indonesia yang sebelumnya bergabung dalam Board of Peace Charter, sebuah badan internasional yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat dan melibatkan Israel serta sejumlah negara lain untuk mengawal proses transisi dan rekonstruksi Gaza.

Menurut mereka, langkah tersebut berpotensi menimbulkan kompleksitas baru dalam kebijakan luar negeri Indonesia karena berada di luar mekanisme internasional yang selama ini dijalankan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam Pesan Kebangsaan itu, Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah, antara lain meminta Presiden untuk tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif, memperkuat peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam upaya penyelesaian konflik, serta menggalang solidaritas internasional untuk menghentikan konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Mereka juga meminta agar pemerintah mematuhi ketentuan Pasal 11 UUD 1945 yang mengatur bahwa pernyataan perang, perdamaian, dan perjanjian internasional harus mendapat persetujuan DPR.

Selain itu, pemerintah diminta menarik keikutsertaan Indonesia dari Board of Peace dan membatalkan rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza sebagai bagian dari komitmen keanggotaan tersebut.

Gerakan ini menegaskan bahwa Indonesia harus tetap menjaga marwah sebagai negara merdeka, berdaulat, dan berkomitmen pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, serta perdamaian dunia dalam setiap kebijakan internasionalnya.

Pesan Kebangsaan ini ditandatangani oleh sejumlah tokoh nasional lintas agama dan intelektual, di antaranya Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Quraish Shihab, Ahmad Mustofa Bisri, Ignatius Suharyo, Komaruddin Hidayat, Franz Magnis-Suseno, serta sejumlah tokoh lainnya seperti Lukman Hakim Saifuddin dan Alissa Q. Wahid.

Gerakan Nurani Bangsa menegaskan bahwa pesan ini merupakan seruan etis dan non-partisan yang bertujuan menjaga komitmen bangsa Indonesia terhadap cita-cita perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan oleh para pendiri negara.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Terlibat Tambang Ilegal PT. Smart Marsindo di Pulau gebe, KIBAR Desak DPP PDIP Pecat Shanty Alda Nathalia

    Diduga Terlibat Tambang Ilegal PT. Smart Marsindo di Pulau gebe, KIBAR Desak DPP PDIP Pecat Shanty Alda Nathalia

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gelombang unjuk rasa besar menyambangi Kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari ini, Jumat, 6 Maret 2026. Massa yang tergabung dalam Koalisi Independen Bersama Rakyat (KIBAR) menuntut tindakan tegas dan pemecatan terhadap Shanty Alda Nathalia, yang menjabat sebagai anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI-P sekaligus […]

  • Kapal Rute Raha–Maligano Tenggelam di Perairan Muna, 32 Orang Selamat

    Kapal Rute Raha–Maligano Tenggelam di Perairan Muna, 32 Orang Selamat

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kapal penumpang rute Raha–Maligano tenggelam di Perairan Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (1/2/2026), setelah mengalami mati mesin dan diterjang gelombang saat mendekati Pelabuhan Maligano. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kota Kendari mengevakuasi total 32 orang yang berada di atas […]

  • Bulan Ramadhan, Bulan Penghematan atau Pemborosan?

    Bulan Ramadhan, Bulan Penghematan atau Pemborosan?

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Secara matematis, living cost pada bulan Ramadhan berkurang 30-50% lantaran seharian tidak berurusan dengan meja makan. Faktanya berkata lain, pengeluaran justru berlipat-lipat.  Lihat saja, meja makan saat berbuka penuh sesak dengan berbagai menu. Ada nasi dan lauknya. Lauknya ada yang berkuah, goreng dan bakar. Belum lagi sayurnya. Tak sampai di situ. Ada bubur ayam dan […]

  • Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya photo_camera 2

    Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 174
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di bawah cahaya lampu seadanya, sekelompok pemuda di Desa Buti, Kecamatan Mananggu masih bertahan di halaman Masjid Al-Ikhlas. Mereka mengayunkan sekop, mendorong gerobak, dan merapikan tumpukan batu yang perlahan disusun menjadi pagar masjid. Tak ada aba-aba resmi, tak pula jadwal ketat. Usai menyelesaikan aktivitas masing-masing, mereka datang satu per satu, lalu bekerja bersama. […]

  • Kisah-Kisah Para Nabi yang Terjadi di Bulan Muharram

    Kisah-Kisah Para Nabi yang Terjadi di Bulan Muharram

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci dalam Islam, bahkan disebut sebagai “Syahrullah”(bulan Allah) oleh Rasulullah SAW. Di bulan ini, terutama tanggal 10 Muharram (Hari Asyura), banyak peristiwa besar yang diyakini terjadi dalam sejarah kenabian. Berikut adalah kisah-kisah penting para Nabi yang terjadi di bulan Muharram menurut tradisi Islam: Nabi Adam AS: Diterimanya Tobat […]

  • Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia pendidikan Gorontalo berduka setelah meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), almarhum Muhammad Jeksen, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butoiyo Nusa. Menanggapi peristiwa ini, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Abdul Kadir Lawero. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Peristiwa ini bukan hanya […]

expand_less