Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mulawarman Hannase: Perang AS–Israel–Iran Tak Akan Selesaikan Konflik, Diplomasi Harus Diperkuat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 209
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com  – Konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memasuki pekan kedua setelah serangan udara besar-besaran pada akhir Februari telah memperluas ketegangan regional dan menimbulkan dampak serius bagi stabilitas kawasan hingga ekonomi dunia. Sejumlah pemimpin dunia mulai menyerukan penyelesaian politik guna mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Mulawarman Hannase, menilai eskalasi militer yang terus berlanjut menunjukkan bahwa perang tidak akan mampu menyelesaikan akar persoalan yang kompleks di kawasan tersebut. Menurutnya, tuntutan Amerika Serikat terhadap “penyerahan tanpa syarat” Iran serta balasan serangan rudal dan drone dari pihak Iran hanya akan memperdalam konflik.

“Pergerakan menuju perang hanya akan semakin memperburuk penderitaan rakyat, baik sipil maupun militer, dan meningkatkan risiko konflik regional yang tak terkendali,” ujar Hannase.

Ia menjelaskan bahwa data dampak konflik yang sudah mencatat ribuan serangan udara dan ratusan rudal memperlihatkan eskalasi yang sangat serius. Selain itu, ketegangan di jalur strategis energi seperti Selat Hormuz juga memicu lonjakan harga energi global. Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik tersebut tidak hanya menyangkut keamanan regional, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Karena itu, Hannase menilai dialog dan penyelesaian diplomatik menjadi semakin mendesak. Menurutnya, konflik militer yang berkepanjangan justru membuka risiko yang jauh lebih besar dibandingkan manfaat strategis jangka pendek.

Ia juga menekankan bahwa upaya perundingan tidak boleh sepenuhnya berhenti. Sejumlah negosiasi tidak langsung, termasuk pembicaraan yang dimediasi oleh negara ketiga, menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih dapat dimanfaatkan sebelum konflik berkembang lebih luas.

“Diplomasi bukan tanda kelemahan, tetapi jalan untuk menyelamatkan nyawa dan stabilitas regional,” katanya.

Terkait siapa yang dapat menginisiasi perundingan damai, Hannase menilai perlu adanya dukungan diplomasi multilateral yang dipimpin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan melibatkan negara-negara besar serta organisasi regional seperti Organisasi Kerja Sama Islam dan Liga Arab. Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut memiliki legitimasi politik dan moral untuk membuka jalur dialog antara pihak yang bertikai.

“Bangsa-bangsa besar seperti Cina, Rusia, India, Indonesia, PBB, OKI, dan Liga Arab memiliki kapasitas moral dan geopolitik untuk memfasilitasi dialog antara semua pihak yang terlibat yaitu Amerika, Israel, dan Iran. Tanpa inisiatif ini, konflik hanya akan terus membesar, mencederai kehidupan sipil, dan merusak stabilitas global,” tambahnya.

Hannase juga mengingatkan bahwa proses negosiasi sebelumnya menunjukkan bahwa diplomasi tetap mungkin dilakukan bahkan di tengah ketegangan militer. Ia mencontohkan upaya negosiasi terkait pelucutan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran pada 2025–2026 yang dimediasi oleh negara ketiga seperti Oman.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih dapat dibuka kembali apabila terdapat kemauan politik dari semua pihak yang terlibat.

Ia pun mengajak komunitas internasional untuk memberikan dukungan yang lebih konkret terhadap upaya perundingan damai, termasuk melalui pertemuan tingkat tinggi dan mekanisme negosiasi resmi yang melibatkan seluruh pihak terkait, guna mencegah perluasan konflik dan menjaga stabilitas kawasan serta dunia.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo Gelar Rapat Syuriyah–Tanfidziyah, Bahas Polemik di Tubuh PBNU 24 detik Play Button photo_camera 6

    PWNU Gorontalo Gelar Rapat Syuriyah–Tanfidziyah, Bahas Polemik di Tubuh PBNU

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 302
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menggelar Rapat Syuriyah dan Tanfidziyah diperluas dengan menghadirkan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Gorontalo. Pertemuan ini berlangsung pada Ahad, 30 November 2025, bertempat di Kantor PWNU Gorontalo Jalan Samratulangi, Kota Gorontalo. Rapat tertutup tersebut digelar untuk membahas dinamika dan polemik yang tengah terjadi […]

  • MTQ Imam Masjid II Provinsi Banten Sukses Digelar, Perkuat Peran Imam sebagai Diplomat Perdamaian Menuju IGIC 2026

    MTQ Imam Masjid II Provinsi Banten Sukses Digelar, Perkuat Peran Imam sebagai Diplomat Perdamaian Menuju IGIC 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    nulondalo.com- Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) sukses menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid II Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Masjid Raya Baitul Mukhtar, BSD City, Kabupaten Tangerang. Perlombaan berlangsung pada 4 Juli 2026, sementara pengumuman juara dan penyerahan hadiah dilaksanakan pada 5 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bridging to International […]

  • RDP dengan BKD Gagal Digelar, Kopra Institute Desak DPRD Bentuk Pansus Dugaan Judi Online

    RDP dengan BKD Gagal Digelar, Kopra Institute Desak DPRD Bentuk Pansus Dugaan Judi Online

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Kopra Institute melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai setelah rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang dijadwalkan DPRD tidak terlaksana. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menilai ketidakhadiran BKD dalam agenda tersebut menunjukkan lemahnya keseriusan pemerintah daerah dalam merespons dugaan keterlibatan pejabat publik dalam aktivitas judi online. […]

  • RDP Komisi III DPRD Sulteng Alot, PT Pantas Indomining Direkomendasikan Bayar Kompensasi dan Cabut Laporan Pidana photo_camera 2

    RDP Komisi III DPRD Sulteng Alot, PT Pantas Indomining Direkomendasikan Bayar Kompensasi dan Cabut Laporan Pidana

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Firman
    • visibility 422
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Sulteng–  Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan PT Pantas Indomining berlangsung alot. Rapat tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi tegas menyangkut sengketa lahan, dugaan kriminalisasi warga, hingga persoalan dokumen perizinan perusahaan. Dalam forum itu, DPRD menyoroti aktivitas pertambangan PT Pantas […]

  • Pertemuan 3 Jam Prabowo dan Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Bahas Isu Global dan Persahabatan

    Pertemuan 3 Jam Prabowo dan Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Bahas Isu Global dan Persahabatan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 352
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sahabat lamanya yang juga Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka pada Jumat, 27 Maret 2026. Pertemuan tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Lebaran, tetapi juga […]

  • Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

    Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Di tengah semakin banyak perempuan yang memilih berhenti bekerja setelah menikah atau memiliki anak, muncul pertanyaan yang sering kali memicu perdebatan: apakah keputusan tersebut merupakan sebuah pengorbanan atau justru investasi? Bagi saya, jawabannya bergantung pada alasan dan cara perempuan memaknai keputusan itu. Berhenti bekerja bukanlah tanda menyerah, bukan pula bukti bahwa perempuan kehilangan kemampuan. Sebaliknya, […]

expand_less