Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ramadhan Momentum Menakar Diri

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
  • visibility 41
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pelan namun pasti, Ramadhan terus merangkak. Ada hari yang telah terlewati. Setuju atau tidak, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menakar dan mengukur diri.

Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa harus Ramadhan ? Bukankah ada bulan lainnya. Muharram misalnya ? Alasannya sederhana.

Meski baru beberapa hari menjalani kawah candradimuka Ramadhan,

kuantitas dan kualitas ibadah kita  telah terukur dengan sendirinya. Sadar atau tidak, bahwa kualitas diri kita telah tergadai oleh  seberapa banyak dan seberapa intensitas kita menjalankan ibadah ritual dan ibadah sosial yang membersamainya.

Harus kita akui bahwa tingkat religiusitas kita di bulan Ramadhan prosentasenya cenderung meningkat. Aktifitas Ramadhan kita mengalami konfergensi. Performance  kita berbeda sekian derajat dari sebelumnya. Walhasil kita terlihat lebih “alim” atau bahkan sangat “alim” dari biasanya. He.. he.. Mungkin ini yang disebut dengan “Over Religious Activty” (Aktifitas Keagamaan di atas Standar). Menarik memang jika fenomena “kealiman” ini dikaji lebih mendalam oleh mereka yang berkecimpung di dunia psykologi.

Over Religiuos Activity, khususnya over dalam hal ibadah di bulan Ramadhan merupakan perilaku yang baik dan bahkan sangat dianjurkan.  Terlepas dari over religiusitas ini dipandang sebagai sebuah kamuflase atau sebuah realitas yang hakiki. Karena semuanya terpulang pada motivasi (niat) dari subjek yang menjalaninya.

Rasul SAW sendiri telah mempraktikan perilaku over religiusitas ini.  Kita mungkin pernah mendengar dan membaca, bagaimana kedermawanan beliau di bulan Ramadhan yang melebihi hembusan angin. Jika ibadah sosial beliau saja sudah sedemikian dahsyatnya, maka jangan tanyakan lagi bagimana dengan ibadah ritual beliau. Serasa tak ada kalimat yang mampu mearasikan dan mendeskripsikannya. Begitulah contoh terbaik dari sosok pribadi yang dilahirkan sebagai teladan umat.

Nah, itu Rasul SAW. Bagaimana dengan kita ? Paling tidak, beberapa hari yang telah berlalu sudah cukup untuk menakar kualitas keberimanan dan keberislaman kita.

Semangat dan gairah beramaliyah menjadi indikator kualitas diri kita yang sesunggunya. Tentunya kita sudah bisa menakar, apakah di bulan Ramadhan ini kita termasuk dalam  golongan orang-orang yang *”bernafsu”* atau malah kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang *”impoten” ?*

Wallahu A’lam

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Sejumlah masyarakat di Desa Dorosago mulai mempertanyakan terkait pengelolaan keuangan desa. Pasalnya, kucuran Dana Desa yang seharusnya menjadi stimulant pembangunan dan kesejahteraan, dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga setempat sepanjang tahun anggaran 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Dorosago tercatat mengelola Total Pendapatan Desa tahun 2025 dengan angka yang […]

  • Jaringan Gusdurian Menilai Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bentuk Pengkhianatan terhadap Demokrasi

    Jaringan Gusdurian Menilai Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bentuk Pengkhianatan terhadap Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Momentum Hari Pahlawan yang seharusnya menjadi refleksi nilai-nilai perjuangan bangsa justru menimbulkan dilema nasional. Di tengah peringatan 10 November 2025, muncul polemik tajam atas keputusan pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto, sosok yang selama 32 tahun memimpin Indonesia di bawah rezim Orde Baru yang otoriter. Pemberian gelar tersebut menuai kritik keras dari […]

  • Jamaah sebagai Akar, Jamiyah sebagai Mesin: Teori Kekuasaan Versi NU

    Jamaah sebagai Akar, Jamiyah sebagai Mesin: Teori Kekuasaan Versi NU

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 155
    • 0Komentar

    NU tidak membangun kekuasaan dengan cara merebut pusat. Ia tidak lahir dari istana, parlemen, atau kantor administrasi. NU lahir dari pinggir—dari desa, dari surau kecil, dari pesantren kampung yang jauh dari kota, dari obrolan yang tidak pernah berniat menjadi wacana besar. Karena itu, teori kekuasaan NU sejak awal berlawanan dengan logika kekuasaan modern yang bertumpu […]

  • Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyampaikan pernyataan tegas terkait dampak investasi sejumlah perusahaan besar di wilayah Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato. Menurutnya, polemik seputar investasi tersebut telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan hingga mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) di tingkat daerah. “Pansus pertambangan dan pansus sawit telah dibentuk untuk menyikapi persoalan ini. […]

  • Intangible Langit

    Intangible Langit

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Dalam dunia akuntansi, ada istilah yang terdengar agak mistis bagi orang awam: aset tidak berwujud atau intangible assets. Ia tidak bisa disentuh, tidak bisa difoto, dan tidak bisa dimasukkan ke dalam karung beras. Tapi nilainya bisa sangat besar. Contohnya merek dagang, reputasi perusahaan, hingga hak paten. Lucunya, dalam kehidupan Ramadhan, umat Islam sebenarnya juga sedang […]

  • Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

    Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota Dewan Kepemimpinan sementara negara itu, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara yang menghantam ibu kota Teheran. Penunjukan Arafi diumumkan oleh juru bicara Majelis Penelaahan Kepentingan (Expediency Discernment Council), Mohsen Dehnavi, melalui sebuah unggahan di platform X pada Minggu […]

expand_less