Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ramadhan Momentum Menakar Diri

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
  • visibility 95
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pelan namun pasti, Ramadhan terus merangkak. Ada hari yang telah terlewati. Setuju atau tidak, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menakar dan mengukur diri.

Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa harus Ramadhan ? Bukankah ada bulan lainnya. Muharram misalnya ? Alasannya sederhana.

Meski baru beberapa hari menjalani kawah candradimuka Ramadhan,

kuantitas dan kualitas ibadah kita  telah terukur dengan sendirinya. Sadar atau tidak, bahwa kualitas diri kita telah tergadai oleh  seberapa banyak dan seberapa intensitas kita menjalankan ibadah ritual dan ibadah sosial yang membersamainya.

Harus kita akui bahwa tingkat religiusitas kita di bulan Ramadhan prosentasenya cenderung meningkat. Aktifitas Ramadhan kita mengalami konfergensi. Performance  kita berbeda sekian derajat dari sebelumnya. Walhasil kita terlihat lebih “alim” atau bahkan sangat “alim” dari biasanya. He.. he.. Mungkin ini yang disebut dengan “Over Religious Activty” (Aktifitas Keagamaan di atas Standar). Menarik memang jika fenomena “kealiman” ini dikaji lebih mendalam oleh mereka yang berkecimpung di dunia psykologi.

Over Religiuos Activity, khususnya over dalam hal ibadah di bulan Ramadhan merupakan perilaku yang baik dan bahkan sangat dianjurkan.  Terlepas dari over religiusitas ini dipandang sebagai sebuah kamuflase atau sebuah realitas yang hakiki. Karena semuanya terpulang pada motivasi (niat) dari subjek yang menjalaninya.

Rasul SAW sendiri telah mempraktikan perilaku over religiusitas ini.  Kita mungkin pernah mendengar dan membaca, bagaimana kedermawanan beliau di bulan Ramadhan yang melebihi hembusan angin. Jika ibadah sosial beliau saja sudah sedemikian dahsyatnya, maka jangan tanyakan lagi bagimana dengan ibadah ritual beliau. Serasa tak ada kalimat yang mampu mearasikan dan mendeskripsikannya. Begitulah contoh terbaik dari sosok pribadi yang dilahirkan sebagai teladan umat.

Nah, itu Rasul SAW. Bagaimana dengan kita ? Paling tidak, beberapa hari yang telah berlalu sudah cukup untuk menakar kualitas keberimanan dan keberislaman kita.

Semangat dan gairah beramaliyah menjadi indikator kualitas diri kita yang sesunggunya. Tentunya kita sudah bisa menakar, apakah di bulan Ramadhan ini kita termasuk dalam  golongan orang-orang yang *”bernafsu”* atau malah kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang *”impoten” ?*

Wallahu A’lam

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zakat Salah Catat

    Zakat Salah Catat

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua agenda besar: membersihkan hati dan membersihkan pembukuan. Yang pertama urusan langit, yang kedua sering kali urusan auditor. Di sinilah zakat menemukan relevansinya, bukan hanya sebagai rukun Islam, tetapi juga sebagai “rukun akuntansi sosial”. Sebab, zakat itu jangan sampai salah niat, apalagi salah catat. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, humor bukan untuk […]

  • Kena Semprot! Wali Kota Adhan Dambea Murka Usai Terima Aduan Warga

    Kena Semprot! Wali Kota Adhan Dambea Murka Usai Terima Aduan Warga

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Wali Kota Kota Gorontalo, Adhan Dambea, meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja sejumlah lurah setelah menerima langsung aduan warga melalui pesan WhatsApp. Kemarahan itu disampaikan saat rapat koordinasi dan evaluasi (rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang digelar di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (25/3/2026). “Tadi saja, barusan ada yang WhatsApp ke saya. Kasie Kesra Heledulaa […]

  • Fatimah bin al-Khattab: Pembuka Jalan Iman Umar bin Al-Khattab. (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #18)

    Fatimah bin al-Khattab: Pembuka Jalan Iman Umar bin Al-Khattab. (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #18)

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Tentu kita semua mengenal Umar bin al-Khattab. Sosok penting dalam sejarah Islam. Sahabat pemberani yang dikenal tegas, bahkan keras. Ia juga orang yang istimewa karena mendapatkan hidayah Islam melalui jalur doa Nabi. Namun jalan Umar menuju Islam tidak dimulai dari pertemuan langsung dengan Rasulullah. Jalan itu justru melewati rumah sederhana milik adik perempuannya sendiri: Fatimah […]

  • Medan Ekstrem dan Kabut Tebal, Tim SAR Amankan Jenazah Korban Kedua ATR 42-500

    Medan Ekstrem dan Kabut Tebal, Tim SAR Amankan Jenazah Korban Kedua ATR 42-500

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kembali membuahkan hasil. Satu jenazah korban kedua berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di medan pegunungan yang ekstrem, Senin (19/1/2026). Korban ditemukan oleh Saiful Malik, anggota Komunitas Pencinta Alam Arai Sulawesi Selatan, […]

  • Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran Play Button

    Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Ingatan manusia sering kali tertuju pada hal-hal yang dianggap penting. Jika pernyataan ini benar, maka muncul pertanyaan: apakah kecenderungan ini termasuk dalam ranah emosi atau hal yang bersifat rasional? Banyak yang berpendapat bahwa ini lebih berkaitan dengan emosi. Sebab, ketika seseorang lebih mudah mengingat hal-hal yang bermakna secara pribadi, emosional, atau bernilai subjektif, itu menunjukkan […]

  • Karomah Palsu

    Karomah Palsu

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Di banyak pengajian NU, sering kita dengar nasihat klasik: “Nandur pari ojo ngarep panen jagung.” Menanam padi jangan berharap panen jagung. Sayangnya, dalam dunia investasi bodong, pepatah ini dibalik: modal ditanam sedikit, yang dijanjikan panen raya, bahkan sebelum subuh. Investasi bodong adalah fenomena ekonomi yang aneh tapi nyata. Ia bukan sekadar persoalan keuangan, melainkan gabungan […]

expand_less