Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Universalitas Sepak Bola dan Identity Sports

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Minggu, 11 Des 2022
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejatinya sepak bola adalah simbol universalisme. Negara-negara yang telah ditetapkan dan telah memenuhi persyaratan sebagai peserta Piala Dunia 2022, ikut meramaikan even sepak bola paling bergengsi di seantero dunia ini. 

Sudah barang tentu, negara peserta selalu didampingi oleh tim suporter fanatik dari negaranya masing-masing.

Para pendukung ataupun simpatisan dari negara lainnya yang tidak masuk sebagai peserta akan memilih dan menentukan tim yang akan mereka dukung dengan sebebas-bebasnya.

Sepengetahuan saya, selama Piala Dunia digelar, pilihan para pendukung didasarkan dengan berbagai alasan. Ada yang mendukung tim dari salah satu negara karena kepopuleran tim tersebut, ada yang karena materi pemainnya merata, ada yang karena kualitas permainan timnya yang bagus, ada yang karena penerapan strategi yang jitu, dan ada pula yang didasarkan pada semangat dan potensi kemenangan yang diharapkan.

Pendek kata, pilihan tidak lagi melihat sekat-sekat negara, batas teritorial, budaya, ras dan agama. Bahkan ketika tim Israil misalnya, saat mengikuti even sepak bola internasional, ada saja yang mendukung tim ini.

Padahal semua tahu bagaimana tragedi-tragedi kemanusiaan selalu dilakonkan oleh negara Yahudi ini. Itulah uniknya sepak bola. Menyatukan perbedaan dan melupakan sejenak problematika internal dan eksternal.

Kemunculan Maroko sebagai peserta Piala dunia tahun 2022 ini menampilkan fenomena yang sedikit berbeda. 

Sejak lolosnya Maroko ke fase 16 besar, dukungan yang bernuansa primordialisme mencuat ke permukaan. Isu agama dengan segala aksesorisnya ditampilkan lewat media. 

Dukungan yang bersifat eksklusif ini terus menguat ketika Maroko berhasil melaju ke Semi Final dengan membenamkan superioritas Spanyol.

Saya menamakan fenomena ini dengan “Identity Sports”, Olahraga yang mengedepankan simbol Identitas.

Lihat saja status maupun tulisan pendek yang diposting di media sosial. Ada parade shalawat, ada pengajian, ada doa, ada histori Maghribi dan invasi Andalusi dan lain sebagainya. Pokoknya Stigma yang dimunculkan adalah Eropa vs Afrika, Eropa (Non Muslim) vs Maroko (Muslim).

Mencermati fenomena ini, saya teringat dengan teori tentang Barat versus Islam dalam tulisan Samuel Huntington. Meski tidak sampai ke sana, tapi paling tidak bagi seseorang atau kelompok yang telah terdoktrinasi oleh pemikiran bahwa kapan saja, dimana saja, dan dalam even apapun selalu ada  “Battle of Religion”.

Maka doktrin ini akan selalu menjadi benih yang terus tertanam dalam hatinya dan akan berkecambah ketika dalam realitas apapun Barat vs Islam akan berhadap-hadapan secara langsung. Vis to Vis. Tak peduli apakah itu even  sosial, budaya dan tak terkecuali even olah raga.

Dukungan yang mengedepankan semangat eksklusifisme ini tidak bisa disalahkan apalagi dibendung. Karena memang tanpa sadar rasa keberagamaan itu muncul tiba-tiba pada diri seseorang secara personal maupun secara komunal sebagai bentuk ekspresi kebanggaan dan kecintaan kepada agama yang dianut.

Tapi mestikah agama harus dimasukan ke ranah olah raga   untuk menarik simpati dan dukungan ? Apakah simbol agama harus kita gadaikan untuk sekedar mendukung tim yang nota bene milik semua umat ?

Sepak bola itu milik semua bangsa. Sepak bola itu milik semua agama. Sepak bola itu wadah persaudaraan antar manusia. Jika dalam politik ada yang disebut “Identity Politics” atau “Politik Identitas” maka  biarlah itu menjadi komoditas politik.

Olah raga harus bebas dari aroma-aroma eksklusivitas. Semestinya Kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Dunia olah raga, khususnya sepak bola, adalah “Dunia universalitas”. “Dunia tanpa batas”.

Salam Olah Raga
Gorontalo, 11 Desember 2022
  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayahnya di Tengah Konflik Timur Tengah

    Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayahnya di Tengah Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 369
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Iran resmi menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Republik Islam Iran, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan meninggal dunia setelah serangan militer yang terjadi di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah. Keputusan tersebut diumumkan oleh Majelis Ahli Iran pada Minggu, 8 Maret 2026. Lembaga yang berwenang memilih pemimpin […]

  • Dugaan Setoran PETI di Pasir Putih Disorot FKPR, Aparat Diminta Telusuri Aliran Uang

    Dugaan Setoran PETI di Pasir Putih Disorot FKPR, Aparat Diminta Telusuri Aliran Uang

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 219
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Dugaan adanya praktik setoran atau “atensi” dalam aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di kawasan Pasir Putih, Kabupaten Gorontalo, kembali menjadi sorotan. Ketua Umum Forum Kaum Pembela Rakyat (FKPR) Wilayah Provinsi Gorontalo, Rahman Patingki, meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti informasi mengenai dugaan adanya pihak yang disebut-sebut menjadi pengepul setoran dari aktivitas PETI. Sorotan […]

  • MOTIVATAWA Resmi Diluncurkan: Platform Edutainment Profesional Indonesia Hadir untuk Negeri

    MOTIVATAWA Resmi Diluncurkan: Platform Edutainment Profesional Indonesia Hadir untuk Negeri

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 191
    • 0Komentar

    MOTIVATAWA, sebuah platform edutainment profesional pertama di Indonesia, resmi melakukan soft launching di Jakarta, Minggu (23/11/2025). kegiatan ini  dimulai pukul 16.00 WIB dan dibuka langsung oleh CEO MOTIVATAWA, Platform Edutainment. Mengusung konsep perpaduan edukasi dan hiburan, MOTIVATAWA hadir sebagai wadah baru bagi masyarakat Indonesia untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. “Kami ingin menghadirkan proses belajar […]

  • Prodi Magister Pendidikan IPA UNG  Gelar Task Force : Mantapkan Penyusunan Borang Akreditasi

    Prodi Magister Pendidikan IPA UNG Gelar Task Force : Mantapkan Penyusunan Borang Akreditasi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Program Studi Magister Pendidikan IPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Pertemuan Task Force untuk persiapan penyusunan borang akreditasi program studi, Jumat (21/11/2025). Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah kriteria visi keilmuan program studi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Diskusi Gedung Pascasarjana UNG tersebut melibatkan pimpinan pascasarjana, dosen, serta mahasiswa sebagai tim kerja khusus […]

  • Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

    Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Intelektual muda Nahdlatul Ulama, Muhammad Aras Prabowo, mengkritik keras pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy, yang menyebut sumber anggaran program pasar murah di Monas dengan ungkapan “pokoknya ada”. Pernyataan tersebut dinilai problematik secara etik, administratif, dan epistemik dalam tata kelola keuangan negara. Menurut Aras, ungkapan tersebut mencerminkan lemahnya kesadaran terhadap prinsip dasar akuntabilitas publik dalam […]

  • Udara Sulsel Memburuk, WALHI Desak Prabowo Hentikan Karhutla

    Udara Sulsel Memburuk, WALHI Desak Prabowo Hentikan Karhutla

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar – Kualitas udara di Sulawesi Selatan memburuk dalam beberapa hari terakhir seiring meluasnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Asap yang terbawa angin hingga ke Sulawesi Selatan tidak hanya menurunkan kualitas lingkungan, tetapi juga  mengancam kesehatan masyarakat. “Sebagai kepala negara, kami mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menghentikan karhutla […]

expand_less