Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Khutbah Jumat : Pasca-Ramadhan, Antara Kesalehan Musiman dan Kesadaran Spiritual

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 302
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan seringkali kita rayakan sebagai puncak kesalehan. Masjid penuh, doa mengalir, dan air mata menjadi mudah menetes. Namun, pertanyaan yang jarang kita ajukan pada diri kita adalah: apakah semua itu bertahan? Ataukah ia sekedar kesalehan musiman?

Tulisan khutbah ini tidak hendak meromantisasi Ramadhan, tetapi justru menggugat secara halus: jangan-jangan yang kita alami hanyalah kesalehan yang bergantung pada suasana—bukan kesadaran yang murni tumbuh dari dalam diri kita.

Karena agama, pada akhirnya, bukan tentang momentum. Ia tentang keberlanjutan (istiqomah).

Highlight Renungan
  • Ramadhan bukan tujuan, tetapi pembongkar ilusi bahwa kita “tidak mampu berubah”
  • Yang sering hilang bukan amal, tetapi kesadaran di balik amal
  • Kesalehan yang bergantung pada suasana adalah kesalehan yang rapuh
  • Istiqamah bukan soal besar-kecilnya amal, tetapi keteguhan hati dalam menjaganya

KHUTBAH LENGKAP

KHUTBAH PERTAMA

الحمد لله الذي لا يغيب وإن غابت المواسم، ولا يبتعد وإن ابتعدت القلوب،
نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله،
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته ولا
تموتن إلا وأنتم مسلمون.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Ramadhan telah berlalu. Dan kita sering membicarakannya seperti sebuah kenangan yang indah, seakan-akan ia cukup untuk dikenang, bukan untuk dilanjutkan dan diambil hikmahnya.

Kita rindu suasananya, tetapi kita jarang menjaga maknanya.

Dan di sinilah kita perlu berkata jujur pada diri sendiri: apakah kita berubah karena Allah—ataukah karena suasana?

Ma’asyiral muslimin,

 

Allah berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian).” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini menolak satu hal yang sering kita anggap biasa: yaitu kesalehan musiman. Ia tidak memberi ruang untuk iman yang naik hanya pada waktu tertentu, lalu turun tanpa arah setelahnya.

 

Namun realitas kita sering berkata lain. Kita saksikan, masjid penuh di bulan Ramadhan—lalu kembali lengang setelahnya.

Lisan penuh dzikir dengan menyebut asma dan sifat-Nya, lalu kembali ringan menyakiti saudaranya.

Air mata mudah jatuh di malam hari—lalu hati kembali keras di siang hari. Dan kita sering tidak merasa bahwa ada yang salah dari amal ibadah kita.
Ma’asyiral muslimin, Nabi ﷺ bersabda:
إنما الأعمال بالنيات
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat adalah sesuatu yang tersembunyi. Ia tidak terlihat.

Tetapi ia menentukan segalanya.

Mungkin, Ramadhan telah memperbaiki niat kita—kita beribadah karena Allah.

Namun setelah Ramadhan, perlahan kita kembali: beribadah karena kebiasaan, karena lingkungan, atau bahkan karena penilaian manusia.

 

Dalam kaidah fikih disebutkan:

الأمور بمقاصدها

“Segala sesuatu tergantung pada tujuannya.”

Maka persoalannya bukan pada amal yang kita lakukan, tetapi pada tujuan yang kita jaga atau kita abaikan.

Ma’asyiral muslimin, Barangkali yang paling jujur dari Ramadhan untuk menilai diri kita adalah: Ia membuktikan bahwa kita mampu menjadi lebih baik.

Kita mampu menahan diri.

Kita mampu bangun malam.

Kita mampu menjaga lisan.

Lalu pertanyaannya, jika kita mampu menjadi lebih baik  di bulan Ramadhan,

mengapa kita memilih tidak mampu setelahnya?

Dalam kaidah fikih disebutkan:

الحكم يدور مع علته وجودًا وعدمًا

Hukum itu berlaku sesuai dengan ada atau tidak adanya ‘illat (alasan hukum/motivasi). Jika ‘illat ada, hukum berlaku; jika ‘illat hilang, hukum pun hilang.

Ketika kesadaran bahwa Allah melihat kita hadir—kita mampu menahan diri.

Namun ketika kesadaran itu melemah— kita kembali pada kebiasaan lama.

Maka yang hilang bukan kemampuan kita, tetapi kesadaran kita.

Dan mungkin, inilah krisis kita hari ini: bukan kurangnya pengetahuan, tetapi rapuhnya kesadaran spiritual kita.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم 
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله رب العالمين، له الحمد الحسن والثناء الجميل.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله،
اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Setelah Ramadhan, kita tidak ditanya seberapa banyak amal kita— tetapi apa yang masih kita jaga darinya.

Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا…

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah…” (QS. Fussilat: 30)

Nabi ﷺ bersabda:

 

أحب الأعمال إلى الله أدومها وإن قل

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus, meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kaidah disebutkan:

ما لا يدرك كله لا يترك كله

“Apa yang tidak bisa diraih seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya.”

Maka sisakan satu kebaikan—dan jagalah. Karena tanda Ramadhan diterima bukan pada saat ia dijalani, tetapi pada apa yang tetap hidup setelah ia pergi.

 

ان الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما 
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد 
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات…
اللهم ثبت قلوبنا على طاعتك، ولا تجعلنا ممن عرفك في رمضان ثم نسيك بعده…
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
عباد الله ان الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر أقيموا الصلاة
  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 372
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga mencuri paket milik kurir viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Kampung Pulo Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dan terekam kamera CCTV milik warga. Video rekaman itu diunggah akun Instagram @jabodetabek24info pada Selasa (3/2/2026). Dalam tayangan tersebut, terduga pelaku terlihat berjalan santai […]

  • Kolaborasi Kemanusiaan: HUT ke-78 Reskrim Polres Maros Dimeriahkan Bakti Sosial bersama PAC Maros Baru   

    Kolaborasi Kemanusiaan: HUT ke-78 Reskrim Polres Maros Dimeriahkan Bakti Sosial bersama PAC Maros Baru  

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros, PAC Kiwal Garuda Hitam Maros Baru menunjukkan komitmennya sebagai jembatan kemanusiaan dengan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Perayaan hari jadi Reskrim yang ke-78 ini dirangkaikan dengan penyaluran paket sembako kepada warga di Kelurahan Baji […]

  • Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 266
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang malam pergantian Tahun Masehi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko, mulai dari gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, hingga cuaca ekstrem. Pengamat dan aparat keamanan menilai euforia perayaan tahun baru kerap dibarengi peningkatan kerawanan di ruang publik. Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, menilai keramaian pada malam tahun baru […]

  • Dinas Pertanian Gorontalo Salurkan Benih Gratis Dukung Program Green Domestik

    Dinas Pertanian Gorontalo Salurkan Benih Gratis Dukung Program Green Domestik

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan benih tanaman gratis untuk mendukung Program Green Domestik yang digagas oleh Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipu’u di Kota Gorontalo. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Senin (20/10/2025). Bantuan diserahkan oleh Yani Dg. Matona, S.P., perwakilan Divisi Hortikultura Dinas Pertanian, dan diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Nulondalo […]

  • Prodi Magister Pendidikan IPA UNG  Gelar Task Force : Mantapkan Penyusunan Borang Akreditasi

    Prodi Magister Pendidikan IPA UNG Gelar Task Force : Mantapkan Penyusunan Borang Akreditasi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Program Studi Magister Pendidikan IPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Pertemuan Task Force untuk persiapan penyusunan borang akreditasi program studi, Jumat (21/11/2025). Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah kriteria visi keilmuan program studi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Diskusi Gedung Pascasarjana UNG tersebut melibatkan pimpinan pascasarjana, dosen, serta mahasiswa sebagai tim kerja khusus […]

  • Organisasi Masyarakat Sipil Gorontalo Mengecam Represi Aparat dalam Aksi 1 September

    Organisasi Masyarakat Sipil Gorontalo Mengecam Represi Aparat dalam Aksi 1 September

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Provinsi Gorontalo menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait pembubaran paksa dan penangkapan demonstran dalam aksi yang digelar di kawasan perlimaan Kota Gorontalo, Senin (1/9/2025). Mereka mengecam keras tindakan represif aparat yang dinilai sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip demokrasi. Dalam rilis yang diterima bakukabar.id, Rabu (3/9/2025 itu meyebut, aksi yang awalnya berjalan […]

expand_less