Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Seni Menjadi Orang Kalah

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 169
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siapa yang mau kalah? Rasanya hampir tidak ada. Kalah itu menyakitkan dan secara alami manusia tidak ingin sakit. Semua orang ingin menang. Kemenangan terasa menyenangkan, memberi pengakuan, rasa aman, juga keyakinan bahwa diri kita bernilai.

Sejak awal kehidupan manusia pun akrab dengan gagasan tentang kemenangan. Penjelasan biologis mengenai lahirnya manusia sering dimulai dari cerita tentang perlombaan: ada jutaan kemungkinan, lalu satu yang berhasil bertahan. Ukuran kemenangan kemudian dibentuk sangat jelas dalam kehidupan sosial. Nilai tinggi dianggap lebih penting daripada proses belajar yang jujur. Jabatan lebih dihormati dibanding ketekunan yang panjang. Orang yang tampil di depan lebih mudah dikenali daripada mereka yang bekerja diam-diam di belakang layar. Bahkan percakapan sehari-hari sering diarahkan pada capaian: sudah jadi apa, punya apa, dan seterusnya.

Karena itu manusia tumbuh dengan keyakinan bahwa hidup adalah arena untuk memenangkan sesuatu.

Namun kehidupan tidak hanya berisi tentang kemenangan. Kekalahan juga bagian yang alamiah dari hidup. Bahkan jumlah orang yang kalah selalu lebih banyak dibanding pemenang. Dalam pekerjaan, hubungan, kompetisi, maupun gagasan, kekalahan hadir dalam banyak bentuk.

Masalahnya, manusia sering dipersiapkan untuk mengejar kemenangan, tetapi tidak dibekali kemampuan menghadapi kekalahan. Kekalahan dianggap seperti ancaman terhadap harga diri. Ketika berhasil, manusia merasa bernilai. Ketika gagal, merasa runtuh. Akibatnya, banyak orang tidak benar-benar kecewa pada hasil, melainkan takut kehilangan penghargaan terhadap dirinya sendiri.

Dari sana muncul banyak reaksi yang sebenarnya tidak lahir dari pikiran yang jernih. Ada orang yang setelah kalah berubah pahit. Semua hal terasa mengganggu. Keberhasilan orang lain tampak seperti ancaman. Kritik kehilangan kualitas berpikir karena lebih banyak berisi luapan emosi. Kadang seseorang merasa sedang memperjuangkan kebenaran, padahal yang diperjuangkan sebenarnya luka batin akibat kekalahan yang tidak selesai.

Sepertinya inilah yang hilang dalam demokrasi kita: seni menjadi orang kalah. Kekalahan politik sering melahirkan fragmentasi sosial. Kritik yang seharusnya menjadi alat kontrol berubah menjadi ruang pelampiasan kekecewaan. Akibatnya, segala sesuatu terlihat negatif. Data seadanya, tetapi narasinya berjuta-juta episode. Tidak ada apresiasi. Apa pun yang dilakukan negara selalu dianggap salah.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar kajian bertema “Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial dan Ekonomi”, Rabu (5/11/2025), bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kabid Riset dan Inovasi, Titi Iriani Datau. Dalam sambutannya, Titi Iriani menegaskan pentingnya kajian […]

  • Pamsimas Taipa Roboh, Pertanggungjawaban Dipertanyakan: Kadis PU dan Wabup Maros Bungkam

    Pamsimas Taipa Roboh, Pertanggungjawaban Dipertanyakan: Kadis PU dan Wabup Maros Bungkam

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS – Pembersihan puing-puing bangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Dusun Taipa, Desa Majanang, Kabupaten Maros, bukanlah akhir dari persoalan. Justru setelah bangunan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut roboh, pertanyaan yang lebih besar kini mengemuka: siapa yang harus bertanggung jawab atas kegagalan konstruksi tersebut? Pembersihan puing-puing bangunan dinilai […]

  • Upacara HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bontoa Berlangsung Khidmat Dan Gembira

    Upacara HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bontoa Berlangsung Khidmat Dan Gembira

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com–Bontoa, 17 Agustus 2026– Camat Bontoa Muh Maudu S.Hut M.Sp memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Bontoa pada Minggu pagi Di lapangan Mannan talawe Kecamatan Bontoa. Upacara diikuti Forkopimcam, ASN,Kepala Desa/Kelurahan TNI-Polri, Instansi-instansi terkait se kecamatan Bontoa,Ormas,OKP,Kepala-kepala Sekolah Se kecamatan Bontoa,Guru-guru ,Lembaga adat Kekaraengan Bontoa,Mahasiswa,pelajar dan semua elemen Masyarakat Kecamatan Bontoa. Petugas […]

  • Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA) mengadakan rapat pengurus yang menghasilkan keputusan penting dalam struktur kepengurusan organisasi pada tanggal 21 februari 2025, hotel gred said Jakarta. Pada rapat DPP GENINUSA itu secara resmi menetapkan Bapak Imam Nahrowi (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 2014-2019) sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA. Ketum […]

  • Membaca Sastra agar Tidak Kehilangan Kemampuan melihat nuansa dan kehilangan Rasa

    Membaca Sastra agar Tidak Kehilangan Kemampuan melihat nuansa dan kehilangan Rasa

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Belakangan ini saya semakin memahami mengapa Gus Dur begitu dekat dengan dunia sastra. Padahal beliau adalah seorang ulama dengan dasar keilmuan agama yang sangat kuat, seorang pemikir Islam, sekaligus tokoh bangsa yang sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk mengurus persoalan umat dan negara. Namun di tengah kesibukan membaca kitab, berdiskusi tentang agama, dan terlibat dalam berbagai […]

  • HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Advokat HAM & ASSOCIATES laporkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025). Pasalnya, setelah membaca dan mempelajari seluruh berkas yang berkaitan dengan Perkara Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn yang diucapkan […]

expand_less