Breaking News
dark_mode
Trending Tags

EKO-AKUNTA-NESIA Diluncurkan, Akademisi Indonesia-Malaysia Dorong Paradigma Ekonomi Berkeadilan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Peluncuran buku EKO-AKUNTA-NESIA: Teori, Konsep dan Konteks karya Muhammad Aras Prabowo bersama Meutia, Windu Mulyasari, dan Agus Sholikhan Yulianto mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi Indonesia dan Malaysia. Buku yang diterbitkan oleh UNUSIA Press itu dinilai menghadirkan tawaran paradigma baru ekonomi dan akuntansi yang berakar pada keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan nilai-nilai kerakyatan Nusantara.

Naib Canselor Universiti Malaysia Kelantan, YBRS. PROF. Ir. Ts. Dr. ARHAM BIN ABDULLAH menegaskan bahwa gagasan Ekonesia dan Akuntanesia memiliki relevansi besar bagi kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut negara-negara ASEAN menghadapi problem yang serupa: ketimpangan pembangunan, eksploitasi sumber daya, dan dominasi logika pasar yang sering mengabaikan dimensi sosial masyarakat.

“EKO-AKUNTA-NESIA bukan hanya relevan untuk Indonesia, tetapi juga penting bagi masa depan Asia Tenggara. Kawasan ini memerlukan model ekonomi dan akuntansi yang tidak semata mengejar pertumbuhan, melainkan juga menjaga solidaritas sosial, budaya lokal, dan keberlanjutan alam,” tulisnya.

Menurutnya, pendekatan pembangunan berbasis komunitas yang ditawarkan buku tersebut dapat menjadi alternatif penting di tengah krisis global dan meningkatnya ketidakpercayaan terhadap kapitalisme ekstrem.

Sementara itu, ekonom Indonesia Timur, Dr. Mukhtar A. Adam menilai karya tersebut sebagai bentuk “perlawanan epistemik” terhadap dominasi ekonomi neoliberal. Ia menegaskan, “Ekonesia menawarkan sintesis Nusantara yang merangkul kapital, substantif, dan kerakyatan. Pasar diposisikan sebagai ruang inovasi, negara sebagai pelindung, komunitas sebagai basis solidaritas, dan ekologi sebagai fondasi keberlanjutan.”

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan nasional tidak boleh terus terjebak dalam logika pertumbuhan semata. “Ekonomi Indonesia tidak cukup dibaca dari grafik PDB, tetapi harus memotret solidaritas sosial dan keberlanjutan ekologi,” tegasnya.

Dukungan serupa datang dari Prof. Dr. Tubagus Ismail, SE, MM, Ak, CA, CMA, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyebut buku ini sebagai “kontribusi pemikiran yang segar, kritis, sekaligus membumi.”

“EKO-AKUNTA-NESIA menghadirkan paradigma alternatif yang berusaha mengintegrasikan ekonomi kapital, ekonomi substantif, dan ekonomi kerakyatan dalam kerangka keadilan sosial serta keberlanjutan ekologis,” tulisnya.

Di sisi lain, apresiasi juga datang dari berbagai akademisi nasional. Prof. Dr. H. Muhammad Adlin Sila, M.A., Ph.D menyebut buku tersebut penting untuk meninjau kembali sistem ekonomi yang terlalu berorientasi pada pertumbuhan. “Relasi sosial, kontribusi komunitas, dan jejak ekologis seharusnya menjadi napas dalam praktik ekonomi kita,” ujarnya.

Prof. Iwan Triyuwono, S.E., Ak., C.A., M.Ec., Ph.D menilai buku itu bukan sekadar kajian akademik, melainkan “gugatan filosofis terhadap tirani ilmu pengetahuan yang terlalu Barat.” Ia menambahkan, “Buku ini adalah ajakan menemukan kembali jiwa praktik-praktik yang selama ini terperangkap dalam dogma asing.”

Sementara Dr. Munawar Muchlish, Ak., M.Si., CA., ACPA., ASEAN CPA menyebut EKO-AKUNTA-NESIA sebagai terobosan penting yang menggabungkan dimensi ekonomi, akuntansi, dan nilai-nilai kearifan lokal. “Karya ini bukan hanya bernilai akademik, tetapi juga memberi arah praksis bagi kebijakan publik dan tata kelola ekonomi bangsa,” katanya.

Penulis utama buku, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak menegaskan bahwa karya tersebut lahir dari kegelisahan akademik terhadap dominasi paradigma ekonomi dan akuntansi yang terlalu positivistik. “Kami ingin menunjukkan bahwa ekonomi dan akuntansi bukan sekadar soal laba dan pertumbuhan, tetapi juga tentang manusia, keadilan sosial, dan keberlanjutan semesta,” ujarnya. 20/05/2026.

Ia berharap EKO-AKUNTA-NESIA dapat menjadi pemantik lahirnya paradigma ekonomi Asia Tenggara yang lebih kontekstual, humanis, dan berakar pada budaya lokal. “Asia Tenggara membutuhkan jalan pembangunan sendiri, bukan sekadar menjadi replika sistem ekonomi global yang sering kali gagal menghadirkan keadilan,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desensitisasi masyarakat bukan sekedar Problem sosial tapi Juga Kekeringan Spirtualitas

    Desensitisasi masyarakat bukan sekedar Problem sosial tapi Juga Kekeringan Spirtualitas

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Dalam pandangan teologis, manusia diciptakan bukan hanya sebagai makhluk yang berpikir, tetapi juga sebagai makhluk yang memiliki qalb—hati yang menjadi pusat kesadaran moral dan spiritual. Al-Qur’an berkali-kali mengingatkan agar manusia tidak membiarkan hati menjadi keras sehingga kehilangan kemampuan menangkap penderitaan sesamanya. Karena itu, kepekaan terhadap derita orang lain bukan sekadar persoalan etika sosial, melainkan bagian […]

  • Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Bagi kader Muhammadiyah, istilah Darul Arqam tentu sudah akrab. Darul Arqam adalah sebutan untuk jenjang pengkaderan yang menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota dan kader Muhammadiyah. Secara harfiah, Darul Arqam berarti “rumah Arqam”, merujuk pada sahabat Nabi Muhammad SAW, Arqam, yang rumahnya menjadi tempat berkumpul dan belajar para sahabat Muslim pertama. Dari sinilah prinsip pengkaderan dan pembinaan […]

  • UNU Gorontalo Dampingi Petani Atasi Konflik Satwa

    UNU Gorontalo Dampingi Petani Atasi Konflik Satwa

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo yang melakukan penanaman papaya di batas ladang Masyarakat dengan kawasan hutan. Penanaman buah ini merupakan upaya untuk meredam konflik satwa liar dan petani yang hingga kini belum mampu diatasi. Mahasiswa ini menanam bibit papaya dengan jarak tertentu pada bidang lahan, sehingga saat pohon besar dan berbuah nanti kawasan ini […]

  • Aleg PKB Gorontalo Berharap Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo Tidak Menyulitkan Warga

    Aleg PKB Gorontalo Berharap Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo Tidak Menyulitkan Warga

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Program Kesehatan Gratis Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk warga akan segera dijalankan mulai Senin 10 Februari 2025. Hal tersebut merupakan salah satu program yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia, khususnya di Gorontalo. Anggota Komisi IV DPRD Muhammad Dzikyan mengingatkan agar program tersebut dijalankan dengan mudah dan tidak menyulitkan warga masyarakat. Mengingat pendaftaran […]

  • PWNU Gorontalo Sosialisasikan Rencana Pekan Ekonomi Syariah ke Kemenag Kabupaten Gorontalo

    PWNU Gorontalo Sosialisasikan Rencana Pekan Ekonomi Syariah ke Kemenag Kabupaten Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo melakukan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gorontalo, Kamis (4/9/2025). Pengurus PWNU Gorontalo diterima langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo, H. Abdullah Pakaja. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mensosialisasikan agenda Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo, yang akan dicanangkan oleh PWNU pada Oktober 2025 mendatang. Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo, […]

  • PT. STM di Halmahera Tentang Akan Digugat ke Disnaker dan Pengadilan 

    PT. STM di Halmahera Tentang Akan Digugat ke Disnaker dan Pengadilan 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Perisilisihan Hubungan Industrial (PHI) yang mana terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakuan oleh PT. Sinar Terang Mandiri (PT. STM) kepada Karyawan-nya. Sekretaris Serikat Buruh Garda Nusantara (SBGN) Provinsi Maluku Utara, Sofyan Abubakar mengatakan bahwa Perundingan Bipartit dinyatakan Gagal dikarenakan tidak ada kesepahaman. Pria yang biasa disapa Black Panther itu dengan tegas akan mengawal hingga […]

expand_less