Breaking News
dark_mode
Trending Tags

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA di Kementerian Imipas, Uang Haram Capai Rp145,5 Miliar

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 265
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) periode 2022–2026.

Delapan tersangka tersebut yakni SK selaku Wakil Menteri Imipas tahun 2025–2026 yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023–2024, SMG selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi periode 2024–2025, JS selaku Direktur Izin Tinggal, BGS dan TBS selaku Kepala Subdirektorat di Direktorat Izin Tinggal, RAA selaku Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat periode 2024–2025 dan Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat periode 2025–2026, JSP selaku Ketua Tim Alih Status ITAS, serta GST selaku staf Subdirektorat Izin Tinggal.

KPK menahan seluruh tersangka selama 20 hari pertama terhitung sejak 4 hingga 23 Juni 2026. Tersangka JSP, GST, dan RAA ditahan di Rumah Tahanan Negara Cabang ACLC KPK. Sementara itu, tersangka SK, SMG, JS, TBS, dan BGS ditahan di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara dugaan korupsi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan yang ditangani KPK pada tahun 2025. Selain itu, penyidikan juga berawal dari temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait ketidaksesuaian data laporan transaksi keuangan 35 pegawai Kementerian Imipas.

Dalam penyelidikannya, KPK menduga SK melakukan praktik pemerasan melalui JS dengan cara meminta bagian dari setiap pengurusan izin tinggal WNA. Selanjutnya, JS diduga memerintahkan BGS dan TBS untuk menarik biaya tambahan dari para pemohon sehingga setiap dokumen izin tinggal yang diproses memiliki tarif tertentu di luar ketentuan resmi.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Anggaran Tak Terlihat: Mengapa Dampak APBN Sulit Dirasakan Masyarakat?

    Jejak Anggaran Tak Terlihat: Mengapa Dampak APBN Sulit Dirasakan Masyarakat?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Hanifa Aulia
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Di atas kertas, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selalu tampak menjanjikan. Angkanya besar, programnya luas, dan tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, di lapangan, banyak warga justru merasa dampaknya “jauh” dari kehidupan sehari-hari. Pertanyaan yang sering muncul sederhana tapi mengganggu: kalau anggaran negara terus meningkat, kenapa hidup masih terasa sulit? Isu ini kembali hangat […]

  • Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta, Ketua PBNU dan Wamen HAM Kutuk Keras

    Aktivis HAM Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta, Ketua PBNU dan Wamen HAM Kutuk Keras

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 513
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Serangan penyiraman air keras menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, pada Kamis (12/3/2026) pukul 23.00 WIB di kawasan Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Insiden ini memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mohamad Syafi’ Alielha atau Savic Ali, serta […]

  • Asap di Pinggiran, Kenyamanan di Pusat: Rakyat selalu Menanggung nestapa dari ambisi kekuasaan

    Asap di Pinggiran, Kenyamanan di Pusat: Rakyat selalu Menanggung nestapa dari ambisi kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kebakaran hutan dan lahan menyelimuti beberapa wilayah di indonesia khususnya yg paling parah di Kalimantan, tapi yang terbakar bukan hanya vegetasi, melainkan juga hak warga atas udara bersih, kesehatan, dan penghidupan yang layak. Sekolah terganggu, aktivitas luar ruang dibatasi, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melindungi kesehatan, sementara mereka yang hidup dari tanah dan hutan […]

  • Di Meja Syukuran, Kita Menemukan Makna Indonesia

    Di Meja Syukuran, Kita Menemukan Makna Indonesia

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Oleh: Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M Founder Pemuda Nusantara Foundantion Nulondalo.com – Setiap 17 Agustus, kita merayakan kemerdekaan dengan upacara, pengibaran bendera, perlombaan, dan berbagai kegiatan yang penuh semangat. Namun, di balik kemeriahan itu, ada bentuk perayaan yang jauh lebih sederhana, tetapi menyimpan makna kebangsaan yang dalam. Di desa-desa dan kampung-kampung, hingga tingkat RT, […]

  • Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

    Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk implementasi Program Oceans for Prosperity Project – Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melaksanakan kegiatan monitoring habitat Hiu Paus (Rhincodon typus) di Kawasan Konservasi Wilayah Perairan Teluk Gorontalo pada tahun 2025, Kamis, 3/7/2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program LAUTRA Komponen 1, yang berfokus pada pengembangan […]

  • Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Nasionalisme berangkat dari pertanyaan paling mendasar tentang manusia: siapa saya dan di mana posisi saya. Jawaban atas identitas inilah yang kemudian membimbing cara hidup, pilihan moral, dan tindakan politik. Dalam kerangka ini, bangsa diposisikan sebagai komunitas utama yang membentuk kewajiban normatif individu. Pemikiran ini sejalan dengan antropolog Benedict Anderson yang menegaskan bahwa nasionalisme adalah sebuah […]

expand_less