Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan
- account_circle Rahmat Hidayat
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 761
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan di bawah nahkoda Muhammad Afdal saat ini menghadapi persoalan serius dalam aspek kepemimpinan organisasi. Banyak kader menilai bahwa roda organisasi tidak lagi dijalankan dengan semangat tanggung jawab sebagaimana mestinya sebagai penggerak, pengarah, sekaligus penghubung bagi seluruh cabang PMII di Sulawesi Selatan. Kepemimpinan yang seharusnya mampu menghadirkan gagasan, konsolidasi, dan arah perjuangan justru dinilai kehilangan daya dorong dalam menghidupkan organisasi. Dalam sebuah organisasi kader seperti PMII, keberadaan seorang ketua bukan hanya simbol administratif, melainkan figur sentral yang bertugas memastikan seluruh perangkat organisasi bergerak dalam satu visi dan orientasi perjuangan yang sama.
Berbagai persoalan internal yang muncul di tingkat cabang maupun di lingkup PKC terkesan dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas. Dinamika organisasi yang semestinya dapat menjadi ruang pendewasaan justru berlarut-larut tanpa adanya langkah penyelesaian yang tegas dan terukur. Tidak terlihat adanya upaya serius untuk membangun komunikasi yang intensif ataupun menyatukan energi kader dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi. Sementara itu, agenda-agenda strategis yang seharusnya menjadi prioritas kepengurusan bukan hanya tidak berjalan optimal, tetapi bahkan menimbulkan kesan bahwa kepemimpinan PKC tidak memiliki arah dan visi gerakan yang jelas.
Kondisi tersebut menimbulkan kegelisahan yang besar di kalangan kader. Organisasi sebesar PMII yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis gerakan mahasiswa Islam yang kuat justru terlihat kehilangan kompas perjuangan. Padahal, di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, politik, dan kebangsaan yang berkembang saat ini, PMII seharusnya hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberikan gagasan dan solusi. Sayangnya, yang tampak justru organisasi berjalan tanpa arah yang jelas dan kehilangan peran strategisnya di tengah masyarakat.
Secara struktural, PKC PMII Sulawesi Selatan memiliki tugas penting untuk mengoordinasikan seluruh Pengurus Cabang PMII di kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Fungsi koordinasi tersebut tidak hanya terbatas pada aspek administratif, tetapi juga mencakup pembinaan kader, penguatan ideologi organisasi, konsolidasi gerakan, serta mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan kapasitas di tingkat cabang. PKC seharusnya menjadi rumah bersama yang mampu menjembatani kebutuhan dan persoalan setiap cabang, sekaligus menjadi pusat pengembangan gerakan mahasiswa yang progresif dan transformatif.
- Penulis: Rahmat Hidayat

Saat ini belum ada komentar