Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dekan FEB UNUSIA Ingatkan Risiko Sosial Perluasan Pajak Digital, Pemerintah Diminta Jaga Kepercayaan Publik

  • account_circle Abdul Fajar
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 27
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM – Rencana perluasan pemungutan pajak digital melalui sistem pembayaran perbankan dan teknologi finansial perlu dikaji secara cermat.

Pemerintah tidak hanya dituntut menghitung potensi peningkatan penerimaan negara, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, stabilitas sosial, serta tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FEB UNUSIA), Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., mengatakan kebijakan fiskal harus memperhatikan distribusi beban ekonomi dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

“Negara tidak boleh hanya menghitung berapa besar penerimaan yang dapat dipungut. Pemerintah juga harus menghitung siapa yang menanggung beban, bagaimana dampaknya terhadap daya beli, dan sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat dari pajak yang dibayarkan,” ujar Aras dalam keterangannya.

Ia menegaskan, kebijakan Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN) berdasarkan PMK Nomor 49 Tahun 2026 perlu dipahami secara tepat. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh disalahartikan sebagai pengenaan pajak baru terhadap setiap transfer antar-rekening.

Aras mengingatkan, ketidakjelasan komunikasi pemerintah mengenai kebijakan perpajakan digital berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Bahkan, kondisi tersebut dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.

Menurutnya, penerapan kebijakan tersebut juga perlu mempertimbangkan situasi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tekanan biaya hidup.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen. Sementara itu, survei Poltracking Indonesia pada Oktober 2026 mencatat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sebesar 64,8 persen, sedangkan tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah berada di angka 55,3 persen.

“Selisih antara kepercayaan dan kepuasan publik merupakan sinyal yang perlu diperhatikan. Kepercayaan masyarakat bukan sumber daya yang tidak terbatas. Kebijakan yang tidak sensitif terhadap kondisi sosial dapat memperlebar jarak antara negara dan rakyat,” tegasnya.

Aras juga mengaitkan pentingnya sensitivitas kebijakan ekonomi dengan dinamika sosial-politik yang berkembang di Indonesia. Ia menyinggung gelombang demonstrasi pada Agustus–September 2025 serta aksi mahasiswa pada Oktober 2026 yang mengangkat persoalan biaya hidup, penggunaan anggaran, dan tata kelola pemerintahan.

Meski aksi-aksi tersebut tidak berkaitan langsung dengan kebijakan pajak digital, menurutnya, dinamika tersebut menjadi pengingat bahwa partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam proses perumusan kebijakan ekonomi.

“Pemerintah harus memahami bahwa stabilitas sosial dan stabilitas ekonomi saling berkaitan. Ketika masyarakat mempertanyakan keadilan kebijakan, jawabannya bukan sekadar penjelasan administratif, melainkan pembuktian manfaat dan akuntabilitas,” katanya.

Lebih lanjut, dari perspektif akuntabilitas substantif, Aras mendorong pemerintah memperkuat sejumlah aspek dalam pelaksanaan kebijakan perpajakan digital. Di antaranya transparansi objek pajak, perlindungan data nasabah, pencegahan pemungutan pajak ganda, serta evaluasi dampak kebijakan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, digitalisasi perpajakan semestinya tidak hanya meningkatkan efektivitas penerimaan negara, tetapi juga memperbaiki tata kelola pemerintahan dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Jangan sampai negara semakin canggih dalam memungut pajak, tetapi tidak semakin transparan dalam mempertanggungjawabkan penggunaannya. Keberhasilan fiskal harus berjalan bersama keadilan ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan legitimasi sosial,” pungkasnya.

  • Penulis: Abdul Fajar
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 329
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan di tengah masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan mengingat sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan bahkan bersamaan pada tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi, Idulfitri, dan Paskah. Menurut Menag, momentum perayaan keagamaan tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai […]

  • DPR Soroti Ketidakjelasan Status Kayu Gelondongan Pascabanjir di Aceh

    DPR Soroti Ketidakjelasan Status Kayu Gelondongan Pascabanjir di Aceh

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa menyoroti ketidakjelasan status hukum kayu gelondongan yang terbawa banjir dan hingga kini masih menumpuk di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya pemulihan pascabencana karena pemerintah daerah dan masyarakat tidak berani menangani atau memanfaatkan kayu-kayu tersebut. Hal itu disampaikan […]

  • HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Advokat HAM & ASSOCIATES laporkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025). Pasalnya, setelah membaca dan mempelajari seluruh berkas yang berkaitan dengan Perkara Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn yang diucapkan […]

  • Sekjen PP MBS Persoalkan Hubungan Ketua Bawaslu Padang Lawas Dengan Bupati Yang Diduga Melanggar Kode Etik 

    Sekjen PP MBS Persoalkan Hubungan Ketua Bawaslu Padang Lawas Dengan Bupati Yang Diduga Melanggar Kode Etik 

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Akun pribadi TikTok Komisioner Bawaslu Padang Lawas, Alex Nasution pada saat live yang memunculkan wajah bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, dikritik Sekretaris Pengurus Pusat Mahasiswa Bebas Merdeka (Sekjen PP MBS), Hamzah Siddik Harahap. Hamzah menganggap Fenomena yang tergambar dalam tangkapan layar ini memperlihatkan sebuah persoalan serius dalam ranah etika dan integritas lembaga penyelenggara […]

  • Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, umat Islam di Indonesia mulai menanti kepastian datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Momen ini memiliki arti penting karena menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa sekaligus awal perayaan hari kemenangan yang penuh makna spiritual dan sosial. Antusiasme masyarakat biasanya meningkat seiring mendekatnya akhir […]

  • OJK Diguncang Mundur Massal Pejabat: Alarm Keras dari Dalam Pengawas Keuangan

    OJK Diguncang Mundur Massal Pejabat: Alarm Keras dari Dalam Pengawas Keuangan

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diguncang pengunduran diri massal pejabat puncaknya. Sejumlah komisioner dan pejabat strategis OJK kompak mundur pada Jumat, 30 Januari 2026, di tengah tekanan berat yang melanda pasar modal nasional. Peristiwa ini memunculkan alarm keras dari dalam lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan pengunduran […]

expand_less