Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pelataran rumah Imam Masjid Agung Syuhada, Annangguru Sayyid Ahmad Fadl Almahdaly, pada Senin malam, 28 April 2025. Malam itu, puluhan aktivis dari berbagai latar belakang berkumpul dalam Forum 17-an, sebuah diskusi lintas komunitas yang digagas oleh Komunitas GUSDURian Polman dan jejaringnya, termasuk Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulbar, PMII Komisariat Unasman, Tofuzha, serta beberapa organisasi lainnya.

Tema yang diangkat dalam forum kali ini cukup unik dan menggugah pemikiran: Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi. Diskusi ini adalah respons atas kontroversi yang sempat viral di media sosial terkait sebuah tarian yang dikaitkan dengan budaya Yahudi. Polemik tersebut memicu perdebatan. Sebagian orang curiga dan sebagian lagi menyebarkan informasi tersebut tanpa menelaah lebih mendalam.

Sebagai tuan rumah, Annangguru Syyid Ahmad Fadl menyambut peserta dengan keramahan khasnya. Dengan nada bercanda, ia berkata, “Saya berharap kegiatan semacam ini sering dilakukan di sini. Jangan sungkan, karena aturan di rumah saya cuma satu, yaitu tidak ada aturan.” Gurauannya disambut tawa riuh peserta, menambah kehangatan suasana diskusi malam itu.

Dalam forum tersebut, Saprilah, Dewan Pembina GUSDURian Sulampapua, didapuk sebagai pembicara utama. Dengan gaya lugas dan reflektif, ia menguraikan bagaimana Stoikisme mengajarkan seseorang untuk memahami posisinya dalam kehidupan.

“Memahami Stoikisme berarti memahami posisi diri serta tidak mudah mengambil kesimpulan hanya dari satu sudut pandang,” ujar Saprilah.

Kepala Balai Litbang Agama (BLA) Makassar ini juga menyoroti fenomena perkembangan media sosial yang sering kali membuat seseorang menerima informasi secara mentah tanpa mempertimbangkan perspektif lain.  “Stoikisme mengajarkan kita untuk mendisiplinkan pikiran, niat, dan tindakan. Dalam kehidupan, ada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan ada pula yang berada di luar kendali kita,” lanjutnya.

Diskusi mengalir dengan membahas berbagai topik, mulai dari toleransi, kemerdekaan berpikir, hingga pentingnya pengetahuan dalam menyikapi berbagai isu sosial. “Toleransi itu omong kosong tanpa pengetahuan,” tegas Saprilah, mengingatkan bahwa sikap terbuka harus disertai pemahaman yang mendalam.

Menjelang akhir acara, ia mengajak peserta untuk meneladani sikap Gus Dur dalam menghadapi persoalan hidup. “Menurut Gus Dur, ada dua jenis masalah di dunia ini. Pertama, masalah yang bisa diselesaikan dan tidak perlu dirisaukan, karena ada solusinya. Kedua, masalah yang tidak bisa diselesaikan dan tidak usah dipikirkan, karena memang tidak ada jalan keluarnya,” ujar Saprillah menirukan ucapan Gus Dur.

Saprillah mengingatkan agar tidak membuang energi untuk mengejar kesempurnaan yang mutlak, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Manusia hanya dapat berjuang menuju kesempurnaan; sebuah proses yang oleh sebagian orang dianggap sebagai bentuk ideal.

Menutup pemaparannya, ia mengutip pesan sahabat Gus Dur, Almukarram Angregurutta Sanusi Baco: “Kamu tidak akan pernah sempurna, tapi jalan menuju kesempurnaan adalah kesempurnaan itu sendiri.”

Malam itu, di Polewali Mandar, Stoikisme bukan sekadar teori dalam buku filsafat. Ia menjelma menjadi cermin bagi setiap peserta, mengajak mereka merenungkan cara berpikir, bertindak, dan memahami kehidupan dengan sudut pandang yang lebih luas.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Yaqut Diperiksa KPK 4,5 Jam, Bantah Isu Kuota Haji Khusus untuk Maktour Travel

    Gus Yaqut Diperiksa KPK 4,5 Jam, Bantah Isu Kuota Haji Khusus untuk Maktour Travel

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 4,5 jam pada Jumat (30/1/2026). Pemeriksaan tersebut terkait penyidikan dugaan korupsi dalam penetapan kuota haji. Gus Yaqut tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.15 WIB dan meninggalkan lokasi pemeriksaan pada […]

  • Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Rasulullah pernah bersabda, “dijadikannya kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikan lah penyejuk hatiku dalam ibadah shalat”. Hadis riwayat An-Nasa’i dan Ahmad. Hadis di atas seolah menyadarkan kepada kita, bahwa ibadah shalat menjadi penenang dan penyejuk, bagi hati Nabi Muhammad SAW. Tentu saja, hadis ini berlaku bagi umatnya juga. Shalat menjadi media […]

  • Bupati Halmahera Timur Turut Resmikan Kursus Wasit Bola Voli Lisensi Dasar

    Bupati Halmahera Timur Turut Resmikan Kursus Wasit Bola Voli Lisensi Dasar

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Ubaid Yakub diwakili Nurdin Hadi Asisten ll Bidang Administrasi, dengan resmi membuak kegiatan Kursusu Wasit Bola Voli Lisensi Dasar. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Halmahera Timur di Aula Penginapan Rahmat, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Rabu (26/11/2025). Dalam kesempatan tersebut. Nurdin Hadi dalam sambutannya mengatakan, atas […]

  • Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Gorontalo sekaligus Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya menjpesadi penonton. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Eduart saat menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Bisnis bertema “MOU Kementerian Koperasi: […]

  • Menjaga Kemudi di Tengah Ketidakpastian: Optimisme dan Realitas Ketahanan Ekonomi Indonesia

    Menjaga Kemudi di Tengah Ketidakpastian: Optimisme dan Realitas Ketahanan Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Zulia Rahmawati
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Di tengah kondisi ekonomi global yang kian sulit diprediksi, pernyataan Menteri Keuangan mengenai kondisi APBN yang sehat dan kuat membawa angin segar sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi. Berita utama Kementerian Keuangan baru-baru ini menegaskan bahwa ,Indonesia memiliki bantalan fiskal yang cukup untuk meredam guncangan eksternal. Namun, di balik optimisme tersebut, terdapat […]

  • Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Ada pemandangan tak biasa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera bergambar tengkorak tersenyum, bertopi jerami berkibar di berbagai penjuru. Rumah-rumah memasangnya. Di tembok ada gambarnya. Truk, mobil dan motor memansangnya, sementara anak muda dengan bangga memajang di media sosialnya. Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger itupun berkibar di angkasa dan medsos. Gambar tengkorak tersenyum itu […]

expand_less