Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Melayani Tamu Allah; Kisah di Balik Terminal Fast Track Haji

  • account_circle Nurmawan Pakaya
  • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
  • visibility 201
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pagi itu, langit di atas Bandara Soekarno-Hatta cerah tak biasa. Terminal 2F yang biasanya menjadi tempat pertemuan pesawat dan penumpang, hari itu menjelma menjadi panggung sejarah baru. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah—simbol transformasi besar pelayanan ibadah di Indonesia, lengkap dengan sistem fast track imigrasi Arab Saudi.

Namun, di balik kemegahan acara dan canggihnya sistem yang diperkenalkan, ada satu peristiwa kecil yang menyentuh hati banyak orang: Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, secara sigap menghampiri seorang jemaah lansia dan dengan refleks menarikkan kursi untuknya. Tak banyak kata.

Tak ada sorotan kamera yang diminta. Hanya sebuah tindakan sederhana, tapi penuh makna: bahwa melayani tamu Allah adalah kehormatan.
Momen itu menjadi simbol empati dan keteladanan. Bahwa di tengah deretan pejabat tinggi negara dan lantunan sambutan resmi, masih ada ruang untuk kasih, kepedulian, dan penghormatan tulus.

“Mereka adalah tamu Allah,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.
“Dan tugas kita sebagai bangsa adalah melayani mereka dengan sebaik-baiknya.”

Terminal baru ini bukan hanya soal fasilitas. Ia adalah tempat pertama di mana ibadah dimulai. Di dalamnya tersedia masjid luas, ruang manasik, lounge lansia, area makanan halal, dan sistem digital terpadu. Semua didesain agar jemaah bisa memulai perjalanannya dalam kondisi tenang, tidak kelelahan, dan penuh rasa syukur.

Sistem fast track menjadikan Indonesia satu langkah lebih maju. Proses visa dan keimigrasian dilakukan penuh di dalam negeri. Sesampainya di Tanah Suci, jemaah bisa langsung beristirahat atau beribadah—tanpa antre, tanpa stres.
Pemerintah pun menargetkan pengembangan layanan ini ke berbagai bandara embarkasi lainnya seperti Surabaya, Medan, dan Makassar.

Namun, terlepas dari semua rencana besar itu, yang paling mengesankan adalah kehadiran negara dalam bentuk yang paling manusiawi: perhatian. Dan di pagi itu, ketika seorang jemaah lansia akhirnya bisa duduk dengan nyaman, dibantu oleh seorang Menteri, kita diingatkan bahwa inti dari pelayanan publik adalah kemuliaan dalam pengabdian.

Pada akhirnya terminal ini bukan sekadar tempat keberangkatan. Tapi adalah simbol bahwa negara, dalam wajah barunya, siap menjadi pelayan ibadah—dengan teknologi, dengan kebijakan, dan dengan kasih sayang.

  • Penulis: Nurmawan Pakaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Badko HMI Sumut Mengaku Diteror Usai Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    Ketua Badko HMI Sumut Mengaku Diteror Usai Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut), Yusril Mahendra Butar Butar, mengaku menerima teror dan intimidasi dari pihak tak dikenal. Teror tersebut terjadi usai dirinya menggelar forum diskusi terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andri Yunus. Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2026), Yusril mengungkapkan bahwa ancaman […]

  • Dari Skeptis ke Setuju? Sikap MUI soal Board of Peace Berubah Setelah Bertemu Prabowo

    Dari Skeptis ke Setuju? Sikap MUI soal Board of Peace Berubah Setelah Bertemu Prabowo

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) menjadi sorotan setelah pertemuan pimpinan ormas Islam dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Jika sebelumnya MUI menyuarakan keraguan, kini organisasi tersebut menunjukkan sikap yang lebih terbuka dengan sejumlah catatan. Wakil Ketua Umum MUI […]

  • Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Tauhid sering kita bayangkan sebagai urusan langit: satu Tuhan, selesai. Padahal dalam sejarah, Tauhid justru harus berbuah sebagai sikap sosial di bumi, sikap menolak tunduk pada apa pun selain Tuhan. Begitu kalimat lā ilāha illā Allāh diucapkan dengan sungguh-sungguh, seharusnya runtuh pula semua klaim ketuhanan palsu: raja, pasar, modal, dan imperium. Berguru pada Tauhid ala […]

  • 25 SPPG di Gorontalo Ditutup Sementara, Wagub Temukan Banyak Belum Penuhi Standar

    25 SPPG di Gorontalo Ditutup Sementara, Wagub Temukan Banyak Belum Penuhi Standar

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengungkapkan sebanyak 25 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Gorontalo ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional. Penutupan tersebut disebabkan belum terpenuhinya sejumlah persyaratan utama, di antaranya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum sesuai standar serta belum dimilikinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal itu […]

  • Pangkep undercover, Sisi gelap Pangkep Pemerintah dan Aparat tutup Mata

    Pangkep undercover, Sisi gelap Pangkep Pemerintah dan Aparat tutup Mata

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–PANGKEP — Gemerlap lampu hiburan dari sejumlah kafe dan warung kopi di sepanjang Jalan Poros Makassar–Parepare, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menjadi pemandangan yang lazim ketika malam tiba. Namun, di balik aktivitas tersebut, muncul informasi mengenai dugaan praktik yang patut mendapat perhatian serius aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Tim investigasi Perserikatan Journalist Siber Indonesia […]

  • Darah Nabi Mengalir di Iran: Layakkah Kita Membelanya?

    Darah Nabi Mengalir di Iran: Layakkah Kita Membelanya?

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Prof. Dr. KH. Afifuddin Harisah. Lc
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Ketika kita membaca kitab hadits Bukhari dan Muslim di pesantren, pernahkah kita sadar bahwa kedua imam agung itu adalah orang Persia? Bahwa sebagian besar ulama yang mewariskan ilmu Nabi lahir dari tanah yang dulu disebut Persia, kini bernama Iran? Ironisnya, masih ada umat Islam yang meragukan Iran hanya karena perbedaan mazhab atau pengaruh propaganda Barat. […]

expand_less