Breaking News
light_mode
Trending Tags

Antara Tadarus dan Transferan

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 242
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Humor ala Nahdlatul Ulama mengajarkan kita satu hal penting: hidup ini jangan terlalu tegang, nanti seperti neraca yang tidak balance—tekanan darah naik. Seperti dawuh almarhum Gus Dur, “Tuhan tidak perlu dibela.” Mungkin kalau konteksnya THR, beliau akan bilang, “Taqwa tidak perlu ditunggu cair.”

Fenomena yang sering terjadi adalah sindrom “euforia likuiditas.” Begitu THR cair, tiba-tiba semua kebutuhan tampak darurat: baju baru syar’i edisi limited, kue kering yang harganya seperti saham blue chip, hingga tiket mudik yang lebih fluktuatif dari kurs rupiah. Dalam teori perilaku akuntansi, ini disebut bias konsumtif musiman. Dalam bahasa ibu-ibu komplek: “Mumpung ada.”

Padahal Ramadhan adalah bulan pengendalian diri. Ironis jika selama 29 hari kita mampu menahan lapar dan dahaga, tetapi tumbang hanya dalam 29 menit di marketplace. Di sinilah THR berhadapan langsung dengan taqwa. Satu mengajak belanja, satu mengajak muhasabah.

Secara normatif, THR semestinya menjadi instrumen keberkahan sosial. Ia bisa menjadi momentum memperkuat zakat, infak, dan sedekah. Dalam konsep akuntansi syariah, distribusi kekayaan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi mekanisme pemerataan spiritual. Saldo rekening boleh bertambah, tetapi yang lebih penting adalah saldo akhirat.

Sayangnya, tidak sedikit yang memperlakukan THR seperti dana abadi pribadi. Perencanaan keuangan keluarga seringkali kalah oleh perencanaan pencitraan saat silaturahim. Kita ingin terlihat sukses di depan saudara, padahal cicilan masih berjamaah menunggu di belakang layar.

Di sinilah pentingnya manajemen arus kas Ramadhan. Minimal ada tiga pos yang perlu dicatat: konsumsi, sosial, dan tabungan. Jika THR habis hanya untuk konsumsi, itu namanya arus kas tanpa arah. Jika sebagian dialokasikan untuk sosial, itu namanya arus kas penuh berkah. Jika masih ada sisa untuk tabungan, itu namanya mukjizat setelah diskon.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerapan Prinsip Pembangunan Hijau dalam Kebijakan Pangan dan Energi Nasional

    Penerapan Prinsip Pembangunan Hijau dalam Kebijakan Pangan dan Energi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Pemerintahan Presiden Prabowo telah menetapkan Misi lima tahun pembangunan dalam masa pemerintahannya yang dikenal dengan Asta Cita. Berlandaskan pada Prinsip Ekonomi Pancasila, Asta Cita menempatkan ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia sebagai pilar utama pembangunan berlandaskan religiositas kehidupan berbangsa dan persatuan nasional yang kuat. Cita kedua adalah memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong […]

  • Hangatnya Lebaran di Rujab Gubernur Gorontalo, Gusnar Terima Kunjungan Kepala Daerah

    Hangatnya Lebaran di Rujab Gubernur Gorontalo, Gusnar Terima Kunjungan Kepala Daerah

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Disusul Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu pada pukul 11.30 Wita, dan ditutup dengan kedatangan Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga bersama jajaran pada pukul 13.40 Wita. Selain para kepala daerah, sejumlah anggota DPRD, pimpinan lembaga, serta tokoh masyarakat turut hadir meramaikan suasana. Momen silaturahmi berlangsung khidmat namun tetap diwarnai kehangatan khas Lebaran. Sehari sebelumnya, Sabtu (21/3/2026), suasana […]

  • Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm Play Button photo_camera 7

    Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 224
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasib petani di kawasan penyangga Tahura BJ Habibie dan SM Nantu di Gorontalo tampaknya masih jauh dari sejahtera. Di tengah perjuangan mereka menanam dan merawat tanaman hingga masa panen, harga jual hasil pertanian kerap tidak berpihak pada mereka. Permasalahan ini kembali disoroti dalam Workshop bertema “Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Kemitraan Usaha untuk […]

  • Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Abas cenderung menyamaratakan semua bentuk sadakah sebagai praktik yang “memberatkan” tanpa melakukan kategorisasi yang lebih nuansial. Padahal, dalam struktur adat Gorontalo, terdapat berbagai jenis sedekah dengan tujuan yang sangat berbeda—seperti sadakah untuk anak yatim, masjid, atau ritual kematian yang memiliki dimensi spiritual dan sosial yang berbeda-beda. Dengan tidak membedakan mana sedekah yang bersifat “penghormatan kepada […]

  • Tradisi Memperingati 1 Muharram di Gorontalo: Perpaduan Spiritualitas dan Budaya

    Tradisi Memperingati 1 Muharram di Gorontalo: Perpaduan Spiritualitas dan Budaya

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Bulan Muharram, khususnya tanggal 1 Muharram, bukan hanya menandai tahun baru dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momen penting refleksi dan spiritualitas bagi masyarakat Gorontalo. Di wilayah ini, peringatan Muharram tidak sekadar seremonial, namun sarat dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Tradisi Buruda di Makam-makam Aulia Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Buruda atau […]

  • Budaya Konsumtif dan Pemanasan Global: Tanpa Sadar Kita Sedang Merusak Bumi

    Budaya Konsumtif dan Pemanasan Global: Tanpa Sadar Kita Sedang Merusak Bumi

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle  Fadli Bina
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Mengonsumsi bukan lagi soal pemenuhan kebutuhan melainkan hanya soal hasrat agar tetap eksis. Dewasa ini mengonsumsi sepertinya merupakan hal yang mesti dilakukan agar kita dianggap tetap ada. Karena dalam budaya konsumtif nilai seseorang tidak diukur lagi dari kualitas pengetahuannya melainkan dari apa yang ia konsumsi. Hal ini juga terjadi dalam mengkonsumsi makananan. Meski kita tidak […]

expand_less