Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bendera dan Gugatan Nasionalisme

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 63
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada pemandangan tak biasa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera bergambar tengkorak tersenyum, bertopi jerami berkibar di berbagai penjuru. Rumah-rumah memasangnya. Di tembok ada gambarnya. Truk, mobil dan motor memansangnya, sementara anak muda dengan bangga memajang di media sosialnya. Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger itupun berkibar di angkasa dan medsos. Gambar tengkorak tersenyum itu seakan mengancam sekaligus mengejek kekuasaan yang berdiri angkuh.

Fenomena ini tidak betul betul baru. Sebelumnya pencinta anime One Piece, yg mengenal baik karakter Mongkey D Lutfy , sering menginlbarkan Jolly Roger dalam berbagai even. Tetapi maraknya menjelang hari kemerdekaan yg disakrakkan itu jelas mencuri perhatian. Reaksi beragam menguar di jagat maya dan dunia nyata. Yang tenang menanggapinya santai; “itu hanya kreativitas, kritik yg satir karena situasi yg getir.” Tetapi yg reaksioner kebakaran jenggot. Dibilangnya itu pelecehan simbol negara. Mengapa ia berkibar saat merah putih yang seharusnya mengangkasa? Kekuasaan segera pasang kuda kuda, jika perlu tindakan represif.

Lantas muncullah tanya, gejala apa ini? Tidakah itu menunjukkan mereka yang mengibarkan bendera tersebut sedang menghianati nasionalisme? Tetapi nasionaisme yang mana dulu? Apakah seperti yg disebut Miichael Billig, banal nationalism, yg setiap senin upacara bendera atau di tiap acara instansi di hotel menyanyi lagu Indonesia raya? Ataukah nasionalisme yang selalu bicara soal kedaulatan, cinta tanah air, tetapi dibelakang bersekutu dengan negara adikuasa di luar sana tanpa peduli menyulitkan rakyat atau tidak.
Jika nasionalisme itu yang dimaksud, maka justru yang mengibarkan bendera one peace itu tegah mengekspresikan simbol perlawanan, kedaulatan dan pembebasan. Bukankah Jolly Roger, si kelompok Topi Jerami, memang simbol identitas bagi karakter-karakter yang menolak tunduk pada tirani. Monkey D. Luffy dan kawan-kawannya berlayar bukan untuk menaklukkan dunia, melainkan membebaskan (diri sendiri dan orang lain) dari belenggu ketidakadilan.

Sering kali memang negara cenderung memaksakan nasionalisme yang dinginkannya. State-led nationalism, begitu istilahnya. Nasionalisme ini dikonstruksi dan digerakkan secara aktif oleh negara melalui berbagai institusi resmi, media, pendidikan, dan kebijakan publik. Tujuannya adalah untuk membentuk identitas nasional yang seragam, mendukung legitimasi kekuasaan, serta mengarahkan loyalitas warga kepada negara atau tepatnya rezim berkuasa, dengan simbol-simbol resminya. Berani menyempal dari simbol simbol itu, Anda bisa dituduh macam macam, dari penghianat negara, tidak cinta tanah air, bahkan bisa dituduh makar .

Padahal seturut kata Pierre Bourdieu simbol memang punya kuasa, tetapi kuasa itu tak selalu abadi. Ketika simbol nasional dipaksakan secara kaku dan tak memberi ruang bagi ekspresi kultural baru, maka yang terjadi adalah alienasi, bukan menggerakkan cinta tanah air. Mereka yang mengibarkan bendera One Piece tidak otomatis anti-Indonesia, melainkan mereka yang menuntut bentuk nasionalisme yang lebih inklusif, lentur, dan menyenangkan.

Nasionalisme abad 21, tidak bisa lagi terjebak dalam kebanggaan simbol. Dalam Lessons for the 21st Century, Yuval Noah Harari menekankan nasionalisme harus bergeser dari simbol menuju solidaritas pada nilai. Jika tidak, ia akan terjebak dalam chauvinisme yang rentan melahirkan represi.
Karena itu saat bendera One Piece dipersoalkan, yang pasang bendera direpresi, namun diam pada pengrusakan lingkungan, ketimpangan sosial, atau kekerasan negara, maka yang dibela bukanlah nasionalisme, melainkan simbol kosong tanpa keadilan

Last but not least, daripada menanggapi fenomena bendera One Piece dengan kemarahan dan paranoia, mengapa tidak kita anggap saja sebagai bagian dari karnaval kemerdekaan yang kaya warna? Ingatlah ketika Gus Dur menyikapi pengibaran bendera bintang kejora pada masa pemerintahannya dengan santai, “Tidak usah risau, bila bendera merah putih masih berkibar lebih tinggi, anggap saja bendera lainnya umbul umbul.

Indonesia Negeri Tercinta, Merah Putih Kebanggaan kita (*)

Penulis memiliki nama lengkap Dr. Syamsurijal Adhan, S.Ag., M.Si adalah Peneliti Khazanah Agama dan Peradaban di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI Gorontalo Dikukuhkan, Prof. Amani Lubis: Jadikan MUI Garda Moderasi Beragama

    MUI Gorontalo Dikukuhkan, Prof. Amani Lubis: Jadikan MUI Garda Moderasi Beragama

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan baru masa khidmat 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sabtu (23/8/2025), dengan dihadiri tokoh agama, pejabat pemerintah, dan perwakilan ormas Islam se-Gorontalo. Pengukuhan dipimpin Ketua MUI Pusat, Prof. Dr. Hj. Amani Lubis, MA. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya MUI sebagai mitra […]

  • Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bonto Matene Resmi Dimulai, Menteri Yandri: “Ekosistem Ekonomi Desa Harus Terbentuk”

    Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bonto Matene Resmi Dimulai, Menteri Yandri: “Ekosistem Ekonomi Desa Harus Terbentuk”

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 72
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros– Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, Selasa (2/12/2025). Kopdes ini dibangun di atas lahan hibah dari […]

  • Polda NTB Catat Penurunan Kriminalitas Signifikan Sepanjang 2025, Wakapolda Apresiasi Dukungan Masyarakat

    Polda NTB Catat Penurunan Kriminalitas Signifikan Sepanjang 2025, Wakapolda Apresiasi Dukungan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mataram — Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Wakapolda NTB), Brigjen Pol. Hari Nugroho, memimpin Jumpa Pers Akhir Tahun 2025 Polda NTB pada Senin (29/12/2025) pukul 08.00 WITA di Gedung Sasana Dharma Polda NTB. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen Polda NTB untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat terkait capaian kinerja […]

  • Melihat Keadilan Gender dengan Kacamata Ulama Nusantara: Riwayat, Dalil, dan Jalan Perubahan Play Button

    Melihat Keadilan Gender dengan Kacamata Ulama Nusantara: Riwayat, Dalil, dan Jalan Perubahan

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 150
    • 0Komentar

    nulondalo.com – KH. Abdullah Aniq Nawawi menegaskan bahwa ijtihad ulama Nahdlatul Ulama (NU) dalam bidang sosial-politik terus berkembang untuk menjawab kebutuhan zaman, termasuk menghadirkan peradaban yang berkeadilan gender. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum diskusi Halaqah Fiqih Peradaban PBNU bertajuk; Ijtihad Ulama NU dalam bidang sosial-politik untuk peradaban yang berkeadilan gender, yang digelar tahun lalu. […]

  • Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    Wujudkan Generasi Emas, Kemkomdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Konten Positif

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat kapasitas dan jejaring komunikasi publik pemerintah agar makin adaptif, profesional, dan kolaboratif di tengah derasnya transformasi digital. Upaya itu diwujudkan melalui tiga kegiatan strategis yang digelar serentak di Denpasar, Bali, Rabu (29/10/2025), yakni Indonesia.go.id (IGID) Menyapa, Forum Media Monitoring (FoMo), dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Standardisasi Konten Pemerintah. Ketiga […]

  • Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Refleksi atas Sambutan Menag pada Acara Peringatan Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, tampaknya menaruh perhatian yang sangat serius pada gagasan ekoteologi. Dalam berbagai forum resmi Kementerian Agama, beliau secara konsisten memperkenalkan dan mengelaborasi konsep ini. Hampir setiap sambutan selalu membicarakan relasi agama dan lingkungan sebagai tema utama atau tema […]

expand_less