BNPB Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur, 44 Unit di Pante Rambong Ditarget Rampung Pekan Ini
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 14
- print Cetak

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, terus melakukan penanganan darurat secara terpadu. Doc. BNPB
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak signifikan terhadap permukiman warga. Di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, lebih dari 75 persen wilayah terendam banjir dengan ketinggian muka air mencapai lebih dari tiga meter.
Luapan air yang disertai lumpur dan material sampah menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga. Sebagian besar bangunan tidak lagi layak huni, memaksa warga mengungsi dan bergantung pada bantuan darurat.
Sejak kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, terus melakukan penanganan darurat secara terpadu. Dukungan lintas sektor serta partisipasi relawan turut memperkuat respons di lapangan.
Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi prioritas utama. Bantuan berupa tenda pengungsian, logistik, peralatan pendukung, serta layanan kesehatan terus disalurkan secara berkelanjutan guna memastikan keselamatan dan kelangsungan hidup warga.
Memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, pemerintah memperkuat intervensi dengan penyediaan hunian yang lebih layak. Pemerintah pusat melalui BNPB memberikan dukungan pembangunan hunian sementara (huntara) sebagai solusi antara, yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap (huntap).
Pada tahap awal, pembangunan huntara menjadi fokus utama. Huntara dibangun melalui dua pendekatan, yakni in-situ (di lokasi semula) dan relokasi, disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta kondisi wilayah terdampak. Secara fungsional, huntara dirancang sebagai tempat tinggal sementara pengganti tenda darurat selama proses pembangunan huntap berlangsung.
Berdasarkan data Posko Penanganan Darurat Banjir Aceh Timur per Sabtu (10/1), sebanyak 87 unit huntara akan dibangun di Kecamatan Pante Bidari. Dari jumlah tersebut, 44 unit dialokasikan khusus bagi warga Gampong Pante Rambong dan ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan ke depan.
Secara keseluruhan, jumlah huntara yang telah dan sedang dibangun di Kabupaten Aceh Timur mencapai 3.409 unit. Untuk pekan ini, target penyelesaian ditetapkan sebanyak 171 unit, dengan sebaran wilayah meliputi:
-
Kecamatan Pante Bidari: 44 unit
-
Kecamatan Julok: 10 unit
-
Kecamatan Peureulak Barat: 30 unit
-
Kecamatan Simpang Ulim: 63 unit
-
Kecamatan Idi Rayeuk: 24 unit
BNPB memastikan seluruh proses pembangunan huntara berjalan sesuai standar teknis, memperhatikan aspek keamanan, kelayakan huni, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar