Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 103
- print Cetak

KH Zulfa Musthofa menyampaikan tausiah dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ di Aula Kantor PWNU Gorontalo, Ahad (19/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di sana, kata dia, warga NU mampu menghimpun dana dari pengajian rutin hingga puluhan juta rupiah setiap pertemuan yang kemudian digunakan untuk membangun masjid dan pusat kegiatan keagamaan.
Selain itu, ia menyinggung keberhasilan badan otonom NU di Pulau Jawa, seperti Muslimat NU, yang mampu mengembangkan lembaga pendidikan hingga fasilitas kesehatan melalui pengelolaan iuran anggota secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi tradisi Lailatul Ijtima’ yang telah berjalan puluhan tahun.
“Di Jawa, ini sudah berjalan lebih dari 60 tahun. Akarnya sudah kuat. Sementara di luar Jawa, termasuk Gorontalo, masih dalam tahap penguatan,” ujarnya.
Zulfa juga mengapresiasi keberadaan kantor terpadu NU di Gorontalo yang dinilainya cukup representatif. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan penguatan struktur organisasi hingga tingkat ranting.
“Yang paling penting bukan hanya gedung, tapi bagaimana menghidupkan ranting dan menjaga tradisi keagamaan,” katanya.
Ia menegaskan, NU merupakan organisasi berbasis pengabdian yang tidak mengenal sistem gaji bagi pengurus, melainkan berorientasi pada khidmat dan keberkahan.
“Di NU tidak ada gaji. Yang kita cari adalah barokah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan diisi tausiyah serta diskusi ringan, yang turut memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen warga NU dalam membangun kemandirian organisasi di daerah.
- Penulis: Djemi Radji
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar