Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

  • account_circle Julkifli Gadeang
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 472
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masalahnya, generasi muda sebagai kelompok paling aktif di ruang digital sering kali tanpa sadar menjadi agen reproduksi viralitas tersebut. Aktivitas membagikan informasi kerap didorong oleh respons emosional, bukan refleksi kritis. Tombol share menjadi lebih cepat ditekan dibanding proses verifikasi.

Di titik inilah dominasi viralitas menemukan momentumnya. Opini publik tidak lagi terbentuk melalui proses pertimbangan kolektif yang matang, tetapi melalui akumulasi respons spontan jutaan pengguna digital. Realitas sosial kemudian dikonstruksi secara masif melalui interaksi digital yang berlangsung hampir tanpa jeda.

Pandangan ini sejalan dengan teori konstruksi sosial realitas dari Peter L. Berger seorang sosiolog dan teolog Protestan kelahiran Wina (Austria) bersama Thomas Luckmann sosiolog asal Slovenia (Jerman) melalui Karya “The Social Construction of Reality” yang menegaskan bahwa realitas sosial dibentuk melalui proses produksi dan reproduksi makna. Dalam ruang digital, proses konstruksi tersebut berlangsung dengan kecepatan eksponensial atau pola perubahan sosial. Viralitas mempercepat transformasi opini menjadi “kebenaran sosial” meskipun fondasinya belum tentu kokoh.

Di sinilah persoalan mendasar muncul. Ketika viralitas menjadi standar utama perhatian publik, maka batas antara kepentingan publik dan kepentingan popularitas menjadi kabur. Masyarakat merasa terlibat dalam isu sosial, padahal sering kali hanya mengikuti arus percakapan yang telah diarahkan oleh logika algoritmik.

Karena itu, tantangan generasi muda di era digital bukan sekadar kemampuan menguasai teknologi, melainkan kemampuan menjaga otonomi berpikir di tengah banjir informasi. Literasi digital tidak cukup dimaknai sebagai kecakapan teknis, tetapi harus berkembang menjadi kesadaran kritis terhadap bagaimana opini publik dibentuk.

Ruang digital seharusnya tidak berhenti sebagai arena sensasi kolektif. Ia dapat menjadi ruang edukasi, advokasi sosial, dan perjuangan gagasan apabila digunakan secara reflektif. Viralitas, dalam hal ini, perlu diarahkan bukan untuk mengejar perhatian sesaat, tetapi untuk memperkuat isu-isu yang benar-benar merepresentasikan kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, pertanyaan mendasar bagi generasi muda bukan lagi bagaimana menjadi bagian dari tren digital, melainkan bagaimana memastikan bahwa arus informasi tidak menggantikan nalar publik. Sebab masa depan demokrasi digital tidak ditentukan oleh seberapa banyak suara yang terdengar, tetapi oleh kualitas kesadaran di balik suara tersebut.

Di tengah dominasi viralitas, menjaga rasionalitas menjadi bentuk tanggung jawab sosial baru. Tanpa itu, ruang digital berisiko berubah dari ruang deliberasi publik yang menjadi sekadar panggung popularitas informasi. Dan ketika viralitas sepenuhnya menentukan opini publik, maka yang paling berbahaya bukanlah informasi yang salah, melainkan hilangnya kemampuan masyarakat untuk membedakan mana yang penting dan mana yang sekadar ramai diperbincangkan.

  • Penulis: Julkifli Gadeang
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membentengi Anggaran Makan Bergizi: Ujian Akuntabilitas dan Integritas SPIP

    Membentengi Anggaran Makan Bergizi: Ujian Akuntabilitas dan Integritas SPIP

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Amrullah
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Selain itu, penerapan SPIP yang masih bersifat formalitas juga menjadi tantangan serius. Di banyak lembaga, SPIP dipahami sebatas kewajiban administratif berupa penyusunan dokumen, laporan, dan pemenuhan indikator tertentu. Padahal, pengendalian intern yang efektif membutuhkan kesungguhan dalam mengidentifikasi risiko, memperbaiki proses kerja, serta menindaklanjuti setiap temuan secara serius. Jika SPIP hanya dijalankan untuk memenuhi penilaian kinerja, […]

  • Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    Hari Asyura 2025: Makna, Sejarah, dan Tradisi

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Hari Asyura tahun ini jatuh pada 5 Juli 2025, bertepatan dengan 10 Muharram 1447 H, menurut kalender Hijriah. Hari ini merupakan momen penting dalam kalender Islam yang diperingati oleh seluruh umat Muslim, meski dengan cara dan pemaknaan yang berbeda antara Syiah dan Sunni. Makna Asyura bagi Muslim Syiah Bagi umat Syiah, Asyura adalah puncak dari […]

  • EKO-AKUNTA-NESIA Diluncurkan, Akademisi Indonesia-Malaysia Dorong Paradigma Ekonomi Berkeadilan

    EKO-AKUNTA-NESIA Diluncurkan, Akademisi Indonesia-Malaysia Dorong Paradigma Ekonomi Berkeadilan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peluncuran buku EKO-AKUNTA-NESIA: Teori, Konsep dan Konteks karya Muhammad Aras Prabowo bersama Meutia, Windu Mulyasari, dan Agus Sholikhan Yulianto mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi Indonesia dan Malaysia. Buku yang diterbitkan oleh UNUSIA Press itu dinilai menghadirkan tawaran paradigma baru ekonomi dan akuntansi yang berakar pada keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan nilai-nilai kerakyatan […]

  • Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 326
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah pusat akhirnya memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah setelah Indonesia kehilangan sekitar 554 ribu hektare sawah dalam kurun waktu 2019–2024. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Usai pertemuan, Nusron Wahid menyampaikan […]

  • Kabar Duka: Kiai Imam Aziz, Murid Gus Dur dan Intelektual NU, Wafat di Usia 63 Tahun

    Kabar Duka: Kiai Imam Aziz, Murid Gus Dur dan Intelektual NU, Wafat di Usia 63 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Dunia aktivis sosial dan warga Nahdlatul Ulama (NU) tengah berduka. Salah satu tokoh penting pergerakan Islam progresif, KH. Imam Aziz, wafat di usia 63 tahun pada Sabtu dini hari (12/7/2025) di Yogyakarta. Kiai Imam dikenal luas sebagai murid langsung Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia adalah figur kiai sekaligus intelektual yang aktif […]

  • Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 481
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Pantas Indomining di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, isu dugaan kriminalisasi terhadap warga yang memprotes aktivitas tambang memicu kritik dari kalangan aktivis lingkungan. Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah melalui ketuanya, Aulia Hakim, menyampaikan bahwa masyarakat setempat sejak awal telah […]

expand_less