Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

  • account_circle Julkifli Gadeang
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 360
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masalahnya, generasi muda sebagai kelompok paling aktif di ruang digital sering kali tanpa sadar menjadi agen reproduksi viralitas tersebut. Aktivitas membagikan informasi kerap didorong oleh respons emosional, bukan refleksi kritis. Tombol share menjadi lebih cepat ditekan dibanding proses verifikasi.

Di titik inilah dominasi viralitas menemukan momentumnya. Opini publik tidak lagi terbentuk melalui proses pertimbangan kolektif yang matang, tetapi melalui akumulasi respons spontan jutaan pengguna digital. Realitas sosial kemudian dikonstruksi secara masif melalui interaksi digital yang berlangsung hampir tanpa jeda.

Pandangan ini sejalan dengan teori konstruksi sosial realitas dari Peter L. Berger seorang sosiolog dan teolog Protestan kelahiran Wina (Austria) bersama Thomas Luckmann sosiolog asal Slovenia (Jerman) melalui Karya “The Social Construction of Reality” yang menegaskan bahwa realitas sosial dibentuk melalui proses produksi dan reproduksi makna. Dalam ruang digital, proses konstruksi tersebut berlangsung dengan kecepatan eksponensial atau pola perubahan sosial. Viralitas mempercepat transformasi opini menjadi “kebenaran sosial” meskipun fondasinya belum tentu kokoh.

Di sinilah persoalan mendasar muncul. Ketika viralitas menjadi standar utama perhatian publik, maka batas antara kepentingan publik dan kepentingan popularitas menjadi kabur. Masyarakat merasa terlibat dalam isu sosial, padahal sering kali hanya mengikuti arus percakapan yang telah diarahkan oleh logika algoritmik.

Karena itu, tantangan generasi muda di era digital bukan sekadar kemampuan menguasai teknologi, melainkan kemampuan menjaga otonomi berpikir di tengah banjir informasi. Literasi digital tidak cukup dimaknai sebagai kecakapan teknis, tetapi harus berkembang menjadi kesadaran kritis terhadap bagaimana opini publik dibentuk.

Ruang digital seharusnya tidak berhenti sebagai arena sensasi kolektif. Ia dapat menjadi ruang edukasi, advokasi sosial, dan perjuangan gagasan apabila digunakan secara reflektif. Viralitas, dalam hal ini, perlu diarahkan bukan untuk mengejar perhatian sesaat, tetapi untuk memperkuat isu-isu yang benar-benar merepresentasikan kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, pertanyaan mendasar bagi generasi muda bukan lagi bagaimana menjadi bagian dari tren digital, melainkan bagaimana memastikan bahwa arus informasi tidak menggantikan nalar publik. Sebab masa depan demokrasi digital tidak ditentukan oleh seberapa banyak suara yang terdengar, tetapi oleh kualitas kesadaran di balik suara tersebut.

Di tengah dominasi viralitas, menjaga rasionalitas menjadi bentuk tanggung jawab sosial baru. Tanpa itu, ruang digital berisiko berubah dari ruang deliberasi publik yang menjadi sekadar panggung popularitas informasi. Dan ketika viralitas sepenuhnya menentukan opini publik, maka yang paling berbahaya bukanlah informasi yang salah, melainkan hilangnya kemampuan masyarakat untuk membedakan mana yang penting dan mana yang sekadar ramai diperbincangkan.

  • Penulis: Julkifli Gadeang
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Literasi Akuntansi dalam Mengatur Keuangan Rumah Tangga

    Pentingnya Literasi Akuntansi dalam Mengatur Keuangan Rumah Tangga

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Sutanti Idris, S.E., CMC
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Peran perempuan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga juga sangat penting. Dalam banyak keluarga, ibu sering menjadi pengatur utama pengeluaran harian. Oleh karena itu, perempuan yang memiliki pemahaman akuntansi dasar akan lebih mampu mengelola keuangan keluarga secara efektif dan efisien. Ketelitian perempuan dalam mencatat kebutuhan rumah tangga dapat menjadi kekuatan besar dalam menjaga keseimbangan ekonomi keluarga. […]

  • Aktivis AMPB Sujud Syukur Usai Divonis Bebas oleh PN Pati

    Aktivis AMPB Sujud Syukur Usai Divonis Bebas oleh PN Pati

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dua aktivis dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Pak Teguh dan Mas Botok, melakukan sujud syukur di Alun-Alun Pati setelah dinyatakan bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pati pada Kamis, 5 Maret 2026. Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman itu, keduanya terlihat bersujud syukur di […]

  • Diduga Ada Keterlibatan Oknum Pejabat Imigrasi Kota Medan Soal TPPO, APPRI Gelar Demo di Depan Kementrian Imigrasi dan Mabes Polri 

    Diduga Ada Keterlibatan Oknum Pejabat Imigrasi Kota Medan Soal TPPO, APPRI Gelar Demo di Depan Kementrian Imigrasi dan Mabes Polri 

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Aliansi pemuda peduli rakyat Indonesia (APPRI) gelar aksi demonstrasi soal tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di depan kementrian imigrasi dan mabes polri pada Jum’at, 22 Agustus 2025. APPRI mendesak kepada Kapolri dan menteri imigrasi agar melakukan pemeriksaan terhadap oknum pejabat imigrasi Sumatera Utara dan imigrasi kota Medan karena diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang. […]

  • Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru

    Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Arrang Batara menyoroti aspek historis perbedaan Sunni dan Syiah, termasuk Peristiwa Ghadir Khumm dan Saqifah Bani Sa’idah yang menjadi rujukan penting dalam memahami perbedaan kepemimpinan pasca Nabi Muhammad. Ia menjelaskan bahwa perbedaan tafsir kata maula dalam hadis Ghadir Khumm menjadi salah satu titik lahirnya perbedaan pandangan antara kedua mazhab. Arrang juga memaparkan sejarah perkembangan mazhab […]

  • Sekolah di Zona Rawan: Mendesak Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Gorontalo

    Sekolah di Zona Rawan: Mendesak Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Dadang Sudardja
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Tulisan ini diilhami dari diskusi bersama teman-teman WALHI Gorontalo. Kebetulan, penulis menjadi narasumber dan fasilitator dalam kegiatan Diklat Tanggap Darurat Bencana Ekologis. Sebagai pegiat kebencanaan yang juga menaruh perhatian serius pada isu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), berbagai obrolan dan diskusi tersebut melahirkan satu kegelisahan mendasar: Kota Gorontalo berada pada ancaman gempa bumi dan banjir […]

  • BIM-MALUT Gelar Aksi di Kantor Pusat PT Harita Group Jakarta, Kecam Pencemaran Cr 6 di Pulau Obi

    BIM-MALUT Gelar Aksi di Kantor Pusat PT Harita Group Jakarta, Kecam Pencemaran Cr 6 di Pulau Obi

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Aktivis Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM-MALUT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Harita Group di Jakarta. Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan tambang nikel tersebut di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, 14 Mei 2025. Dalam orasinya, massa BIM-MALUT mengecam tindakan PT Harita […]

expand_less