Gubernur Gorontalo: Islamic Centre Dorong Pertumbuhan Wilayah dan Kurangi Kepadatan Kota
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Minggu, 14 Des 2025
- visibility 109
- print Cetak

Gubernur Gorontalo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gorontalo Islamic Center di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (12/12/2025)- FOTO : Humas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan pembangunan Gorontalo Islamic Centre bertujuan mendorong pertumbuhan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial budaya, hingga kemasyarakatan.
Gusnar mengatakan, pembangunan berskala besar tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan ruang wilayah Kota Gorontalo agar tidak semakin padat.
“Yang terpenting dalam pembangunan ini adalah pengembangan wilayah agar bisa tumbuh lebih baik dan berkembang bersama,” ujar Gusnar di Gorontalo, Jumat (12/12/2025)
Ia menjelaskan, apabila Gorontalo Islamic Centre dibangun di wilayah Kota Gorontalo, maka tekanan terhadap ruang kota akan terjadi lebih cepat dan berpotensi menimbulkan kepadatan yang semakin tinggi. Karena itu, melalui berbagai pertimbangan, disepakati lokasi pembangunan berada di Desa Talulobuto Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, yang berdekatan dengan kawasan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).
Pemilihan lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di kawasan yang disebut sebagai Segitiga Emas, yakni wilayah yang berada di antara Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango, Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo, dan Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo.
Untuk progres pembangunan, Gusnar menargetkan waktu pengerjaan selama dua hingga tiga tahun. Sementara itu, besaran anggaran masih dalam tahap penghitungan secara cermat.
Terkait pembiayaan, Gusnar menegaskan pembangunan Gorontalo Islamic Centre tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan berasal dari donasi masyarakat Gorontalo. Selain itu, tidak menutup kemungkinan adanya investor asing, khususnya dari negara-negara Timur Tengah.
Dari sisi arsitektur, perancangan Gorontalo Islamic Centre akan melibatkan arsitek dan desainer profesional berpengalaman terbaik di Indonesia. Pembangunan ikon Provinsi Gorontalo sebagai daerah Serambi Madinah itu juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin berpartisipasi melalui donasi.
Adapun pengawasan pembangunan akan dilakukan secara terbuka, dengan laporan progres yang disampaikan kepada publik setiap bulan.
“Gorontalo Islamic Centre ini merupakan harapan para pemimpin daerah pada masa sebelumnya dan juga masyarakat Gorontalo. Jika selesai dan difungsikan, akan banyak perkembangan yang terjadi di daerah,” kata Gusnar.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar