Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
  • visibility 27
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Mukari – (Dosen Sosiologi Fisipol Undar)

Perdebatan sengit tentang kredibilitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewarnai ruang publik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beberapa klarifikasi resmi telah diberikan, masalah ini terus muncul, terutama melalui media sosial dan jaringan komunikasi alternatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah menjadi bagian dari pertarungan politik nasional yang lebih simbolik daripada verifikasi faktual. Fenomena tersebut akan dibahas dalam artikel ini melalui lensa sosiologi politik, dengan penekanan khusus pada pertarungan legitimasi, modal simbolik, dan dinamika masyarakat jaringan.

Beberapa ide dari sosiologi politik sangat penting untuk memahami fenomena ini dengan lebih baik. Dalam Teori Legitimasi, Max Weber (1978) membagi legitimasi kekuasaan menjadi tiga jenis: tradisional, kharismatik, dan rasional-legal. Legitimasi rasional-legal, yang bergantung pada keabsahan prosedural dan kapasitas administratif, sangat dominan dalam konteks negara modern. Salah satu tanda legitimasi rasional-legal ini adalah ijazah pendidikan. Dalam teori modal simbolik, Pierre Bourdieu (1984) mendefinisikan pengakuan sosial terhadap status atau prestise seseorang. Gelar akademik, seperti ijazah, adalah contoh konkret modal simbolik yang membantu memperkuat posisi seseorang dalam struktur sosial, termasuk di bidang politik. Dalam teori masyarakat jaringan, Manuel Castells (1996) mengatakan bahwa kekuatan informasi menjadi lebih penting daripada kekuatan institusi di era digital. Castells mengatakan bahwa aktor politik sekarang berjuang dalam “ruang arus informasi”, juga dikenal sebagai “ruang arus informasi”, di mana persepsi masalah dan pengaruh emosi lebih penting daripada fakta. David Easton, penulis teori distrust dan delegitimasi politik, menekankan bahwa dukungan dan kepercayaan publik adalah kunci kestabilan politik. Jika kepercayaan dirusak, sistem politik akan mengalami tekanan yang signifikan, yang dapat menyebabkan delegitimasi.

Keaslian ijazah Jokowi tidak pernah menjadi masalah besar ketika dia baru memulai karir politiknya sebagai Wali Kota Solo. Ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut terkait dengan peningkatan posisi politik Jokowi sendiri daripada masalah administratif. Ketika Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta dan Presiden RI selama dua periode berikutnya, tingkat ancaman terhadap kepentingan politik berbagai kelompok meningkat.

Dalam situasi seperti ini, serangan simbolik, seperti masalah ijazah palsu, dapat digunakan untuk melemahkan legitimasi politik. Membongkar atau mempertanyakan validitas emblem pendidikan Jokowi berarti menghapus legitimasi hukum dan rasional yang mendukung kepemimpinannya. Ini juga terkait dengan cara Jokowi mengkonsolidasikan kekuasaan, yang mencakup hubungan kuat dengan elit politik nasional dan proyek pembangunan besar yang menimbulkan perlawanan politik.

Selain itu, kemajuan dalam teknologi informasi mempercepat penyebaran masalah. Media sosial memungkinkan produksi, reproduksi, dan penyebaran informasi (baik akurat maupun tidak) yang luas dan cepat. Akibatnya, klarifikasi resmi sulit untuk menghilangkan masalah ini secara keseluruhan.

Dalam masyarakat jaringan, institusi formal bukan satu-satunya faktor yang menentukan kekuatan politik adalah narasi yang diciptakan dan dipertahankan di ruang publik digital juga merupakan faktor penting. Dimulai dengan tuduhan palsu terhadap Jokowi, terjadi “perang framing” yang melibatkan berbagai pihak politik, media, dan masyarakat sipil.

Mereka yang mengemukakan tuduhan mencoba merusak kepercayaan publik dengan menyalin cerita bahwa kepemimpinan Jokowi didasarkan pada kebohongan administratif. Sementara itu, mereka yang mendukung Jokowi menanggapi dengan mengatakan bahwa masalah ini merupakan bagian dari hoaks politik yang digunakan untuk menghilangkan kesuksesan pemerintahan.

Dalam situasi seperti ini, framing emosional seringkali lebih berhasil dalam masyarakat jaringan daripada argumen berbasis fakta. Klaim awalnya telah dibantah, tetapi pertukaran data dilakukan dalam bentuk fragmen narasi yang mudah dicerna dan diulang, yang memperpanjang umur masalah di ruang digital.

Fakta bahwa masalah ijazah palsu ini terus berlanjut menunjukkan bahwa masyarakat secara keseluruhan mulai kehilangan kepercayaan pada elit politik dan sistem demokrasi di Indonesia. Ada kemungkinan bahwa delegitimasi berbasis simbolik akan merusak logika politik publik, mendorong orang untuk lebih mempercayai rumor daripada fakta resmi.

Fenomena seperti ini dapat membahayakan kualitas demokrasi dalam jangka panjang karena menimbulkan ketidakpercayaan terhadap proses elektoral dan sistem hukum yang sah. Kemerosotan kepercayaan ini dapat menyebabkan instabilitas sosial dan politik dan melemahkan dasar negara hukum.

Ini juga menunjukkan bahwa praktik post-truth, di mana opini dan perasaan lebih memengaruhi perilaku politik daripada bukti empiris, semakin memengaruhi politik modern Indonesia. Oleh karena itu, kesadaran publik tentang pentingnya verifikasi informasi dan manipulasi simbolik sangat penting untuk mempertahankan demokrasi.

Skandal ijazah palsu yang ditujukan kepada Presiden Jokowi merupakan konflik simbolik dalam politik kontemporer, bukan sekadar kontroversi administratif. Tugas ini menunjukkan bagaimana simbol-simbol personal seperti gelar pendidikan dapat digunakan sebagai arena perebutan legitimasi kekuasaan dalam dunia politik modern.

Dari perspektif sosiologi politik, dapat dipahami bahwa serangan terhadap simbol pribadi Jokowi muncul seiring dengan kedudukannya yang semakin kuat dan dominasinya di tingkat nasional. Aktor politik yang melihat stabilitas kekuasaan Jokowi sebagai ancaman terhadap kepentingan mereka berusaha untuk menghilangkan legitimasi elemen simbolik seperti keabsahan ijazah.

Masyarakat jaringan memungkinkan produksi, penyebaran, dan penerimaan informasi yang akurat dan salah dalam waktu singkat, yang memperkuat fenomena ini. Kepercayaan publik menjadi komoditas yang rentan dalam situasi seperti ini, dan politik cenderung bergerak menuju ranah post-truth, di mana narasi emosional mengalahkan verifikasi rasional.

Ke depan, demokrasi Indonesia menghadapi tantangan besar: menumbuhkan masyarakat yang lebih kritis terhadap informasi, meningkatkan rasionalitas publik, dan mempertahankan legitimasi politik yang berbasis negara hukum dan demokratis.

Referensi

Bourdieu, Pierre. Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Cambridge, MA: Harvard University Press, 1984.

Castells, Manuel. The Rise of the Network Society. Oxford: Blackwell Publishers, 1996.

Easton, David. A Systems Analysis of Political Life. New York: Wiley, 1965.

Weber, Max. Economy and Society: An Outline of Interpretive Sociology. Berkeley: University of California Press, 1978.

McIntyre, Lee. Post-Truth. Cambridge, MA: The MIT Press, 2018.

Habermas, Jürgen. The Structural Transformation of the Public Sphere. Cambridge, MA: MIT Press, 1989.

Sunstein, Cass R. #Republic: Divided Democracy in the Age of Social Media. Princeton: Princeton University Press, 2017

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Kemensos Tiba di Maros Baru, Camat A. Rudi Pimpin Langsung Penyaluran untuk Korban Puting Beliung

    Bantuan Kemensos Tiba di Maros Baru, Camat A. Rudi Pimpin Langsung Penyaluran untuk Korban Puting Beliung

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Tekolabbua, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Bantuan logistik dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Kabupaten Maros resmi disalurkan kepada warga terdampak, Sabtu (11/01/2025). Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Camat Maros Baru, A. Rudi, S.IP, M.M, sebagai bentuk […]

  • Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi Play Button

    Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 239
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Salat jenazah yang selama ini dianggap sederhana ternyata menyimpan banyak rincian hukum yang kerap luput dari perhatian jamaah. Hal ini diungkapkan oleh KH. Abdul Muin Mooduto, Ketua MUI Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, dalam pengajian menjelang Salat Jumat yang digelar di salah satu masjid di Kota Gorontalo pada 2021. Dalam […]

  • LAUTRA Tingkatkan Konservasi Laut dan Kesejahteraan Masyarakat

    LAUTRA Tingkatkan Konservasi Laut dan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KBRN, Gorontalo –  Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar menyelenggarakan Rapat Koordinasi pelaksanaan program di wilayah kerja Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2025, di Kantor BPSPL Makassar, Sulawesi Selatan. BPSPL merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) […]

  • Warga Bukit Indah Antusias Ikut Workshop Ecobrick Bersama Mahasiswa Unhas photo_camera 3

    Warga Bukit Indah Antusias Ikut Workshop Ecobrick Bersama Mahasiswa Unhas

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 55
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Parepare — Upaya pengurangan sampah plastik di kawasan permukiman mendapat angin segar melalui kegiatan inovatif yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 114 Universitas Hasanuddin. Bertempat di Kelurahan Bukit Indah, para mahasiswa menggelar pelatihan pembuatan ecobrick yang dipandu oleh Muh Zulfahmi Malik selaku penanggung jawab program kerja. Kegiatan yang berlangsung penuh partisipasi ini […]

  • Ramadan: Bulan Ketercelupan Ontologis dalam Sibghah Ilahi

    Ramadan: Bulan Ketercelupan Ontologis dalam Sibghah Ilahi

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Prolog: Warna yang Mengubah Jiwa Bayangkan selembar kain putih yang dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Semakin lama ia terendam, semakin pekat warna yang menyatu dengan serat kain itu. Begitu pula dengan manusia di bulan Ramadan, ia tercelup dalam keheningan ibadah, dalam doa yang mendalam, dalam puasa yang meluruhkan kerak-kerak duniawi. Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, […]

  • Tiga Kecamatan di Boalemo Terima Paket Bantuan Pangan Pemprov Gorontalo

    Tiga Kecamatan di Boalemo Terima Paket Bantuan Pangan Pemprov Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan bantuan sosial. Kali ini, giliran tiga kecamatan di Kabupaten Boalemo yang menjadi titik penyaluran bantuan pada Selasa (1/7/2025), yakni Kecamatan Tilamuta, Botumoito, dan Mananggu. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, turun langsung menyalurkan berbagai jenis bantuan, mulai dari Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G), […]

expand_less