Ketua Soa Matapure ajak seluruh orang Bobawa Sukseskan Tobo-tobo Safar 2025
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
- visibility 58
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gaung persiapan Tobo-tobo Safar 2025 mulai menggema di Desa Bobawa, Makian Barat, Halmahera Selatan. Tradisi besar yang selalu ditunggu masyarakat ini akan digelar pada 15–20 Agustus 2025 dengan rangkaian acara adat dan budaya yang sarat makna.
Ketua Soa Matapure, Mubin Hi Samsi, menegaskan pentingnya kehadiran seluruh masyarakat Bobawa dalam perayaan tahun ini. Baginya, Tobo-tobo Safar bukan sekadar ritual, melainkan identitas yang menyatukan warga Bobawa di manapun berada.
“Tobo-tobo Safar ini sebagai wujud kebersamaan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap tradisi. Ana-ana muda ini harus tahu dan terus tong jaga agar bisa tahu jati diri orang Bobawa yang sesungguhnya,” ungkap mubin.
Perayaan Tobo-tobo Safar tahun ini akan diisi dengan agenda yang penuh makna:
* 15 Agustus – Pembukaan acara Tobo-tobo Safar.
* 16 Agustus – naik puncak Kie Besi, sebagai simbol kekuatan dan keteguhan.
* 19 Agustus – Pengukuhan kepala soa serta persembahan makanan soa, sebuah momen sakral yang mempererat ikatan adat.
* 20 Agustus – Puncak ritual mandi-mandi Safar dan ditutup dengan pesta togal pada malam harinya.
Dalam himbauannya, mubin menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya milik warga yang tinggal di Bobawa, tetapi juga untuk orang Bobawa yang berada di berbagai tempat.
“Untuk itu kegiatan Tobo-tobo Safar ini saya himbau kepada orang Bobawa di mana saja berada untuk bisa hadir dan sukseskan kegiatan ini,” tegasnya.
Sebagai bagian dari enam soa yang membentuk Desa Bobawa , yakni Matapure, Tasanif, Tapalaola, Marsaoli, Bangsa, dan Matebe. Soa Matapure dikenal sebagai kelompok yang berasal dari kawasan pegunungan. Perannya tercatat penting dalam perjalanan sejarah desa, sekaligus menjadi pilar dalam menjaga adat dan tradisi.
Kini, melalui Tobo-tobo Safar, masyarakat Bobawa kembali dipanggil untuk meneguhkan jati diri, mempererat persaudaraan, dan menjaga warisan leluhur.
Dengan semangat itu, mubin berharap Tobo-tobo Safar 2025 menjadi ruang pertemuan besar bagi seluruh anak negeri Bobawa untuk pulang, hadir, dan merayakan kebersamaan.
Kontributor : Asril
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar