Breaking News
light_mode
Trending Tags

KH Muhyiddin Zeny: Amal Orang Hidup Dapat Mengalir untuk Mereka yang Telah Wafat

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Tradisi mendoakan orang tua dan keluarga yang telah meninggal dunia kembali ditegaskan memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Hal tersebut disampaikan oleh KH Muhyiddin Zeny dalam pengajian rutin yang disiarkan melalui Nutizen TV.

Dalam kajiannya, KH Muhyiddin Zeny menjelaskan bahwa amal kebaikan orang yang masih hidup dapat disampaikan pahalanya kepada orang yang telah wafat, selama dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai syariat Islam. Amal tersebut meliputi doa, sedekah, hingga berbagai bentuk kebaikan lainnya.

“Doa anak, sedekah keluarga, dan amal-amal kebaikan orang hidup itu sampai kepada orang yang telah meninggal. Ini ditegaskan dalam hadis-hadis sahih Rasulullah SAW,” ujar KH Muhyiddin Zeny

Hadis Anas bin Malik dan Dalil Syariat

Pada Pengajian itu KH. Muhyidin membahas hadis ke-15 yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik raḍiyallāhu ‘anhu, yang menjelaskan bahwa amal orang hidup dapat dihadiahkan kepada orang yang telah wafat. Anas bin Malik ra. meriwayatkan hadis-hadis yang menjadi dalil kuat bahwa doa dan amal orang hidup bermanfaat bagi mayit, dan dari situlah para ulama menyimpulkan konsep ihdā’ al-tsawāb (menghadiahkan pahala).

Dalam hadis tersebut juga disebutkan bahwa orang yang telah meninggal akan merasakan kegembiraan apabila keluarga yang ditinggalkan melakukan kebaikan.

Sebaliknya, menurut KH Muhyiddin Zeny, orang yang telah wafat juga bisa merasakan kesedihan apabila keluarga yang masih hidup melakukan perbuatan buruk.

“Orang yang sudah meninggal bisa tersakiti di alam kubur, bukan karena perbuatannya sendiri, tetapi karena keburukan keluarga yang ditinggalkannya,” jelasnya.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo ini meluruskan anggapan yang menyatakan bahwa seseorang hanya mendapatkan pahala dari amalnya sendiri, sehingga amal orang hidup tidak bisa sampai kepada orang yang telah meninggal. Menurutnya, ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi tidak saling bertentangan, melainkan saling menjelaskan.

Para ulama, lanjutnya, telah memberikan penafsiran terhadap ayat tersebut. Sebagian menjelaskan bahwa ayat itu berlaku bagi orang kafir, sementara bagi orang beriman, pahala dari doa dan sedekah orang lain tetap dapat sampai.

Sebagai contoh, KH Muhyiddin Zeny mengutip hadis tentang Sa‘ad bin ‘Ubadah raḍiyallāhu ‘anhu yang bersedekah atas nama ibunya yang telah wafat, dan Rasulullah SAW membenarkan amalan tersebut.

“Ini dalil yang sangat jelas bahwa sedekah dan amal kebaikan bisa dihadiahkan pahalanya kepada orang yang telah meninggal,” tegasnya.

Tradisi Nahdliyin dan Kearifan Lokal

Lebih lanjut, KH Muhyiddin Zeny menegaskan bahwa tradisi mendoakan orang yang telah wafat, tahlilan, serta sedekah atas nama keluarga yang meninggal dunia merupakan amalan yang hidup dan dijaga oleh kalangan Ahlussunnah wal Jamaah, termasuk dalam tradisi Nahdlatul Ulama.

Dalam konteks Gorontalo, tradisi tersebut juga menjadi bagian dari kearifan lokal yang memperkuat ikatan keluarga dan sosial. Selain bernilai ibadah, kegiatan tersebut menumbuhkan rasa kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Selama niatnya baik dan tidak bertentangan dengan syariat, maka amalan itu bukan hanya sampai pahalanya, tetapi juga membawa keberkahan bagi yang hidup dan yang telah wafat,” pungkasnya.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Guswandri
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Komunitas GUSDURian Mamasa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Jaga Jagat Kita”, yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Buntu Tanete. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Jagat GUSDURian, yang sebelumnya diikuti oleh beberapa penggerak komunitas. Dalam sambutannya, Febry, perwakilan GUSDURian dan alumni Sekolah Jagat, menekankan […]

  • Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Hari, bulan dan tahun merupakan siklus hidup manusia yang diukur menurut satuan waktu dengan berdasarkan peredaran bumi, bulan dan matahari. Siklus hari manusia terbagi dalam dua babakan, yaitu malam dan siang. Dalam penciptaan keduanya, begitu sangat istimewa sehingga Allah mengulang-ulang penciptaan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (QS. 3:190, 11:3, 16:12, 23:80, […]

  • Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menguat di kalangan elite politik nasional. Usulan ini memantik perdebatan luas karena dinilai berpotensi menyempitkan hak politik rakyat dan menandai kemunduran demokrasi pasca-Reformasi. Lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998 dan hampir 20 tahun sejak pilkada langsung pertama kali digelar […]

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 839
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Bahas Sejumlah Isu, PWNU Gorontalo Gagas Bahtsul Masail Se-Suluttenggo

    Bahas Sejumlah Isu, PWNU Gorontalo Gagas Bahtsul Masail Se-Suluttenggo

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Bahtsul Masail yang melibatkan tiga wilayah, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) pada Ahad, 23 Februari 2025 besok. Acara yang digagas oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Gorontalo ini menjadi tonggak sejarah baru dalam mengintegrasikan diskusi ilmiah antar wilayah di kawasan Sulawesi. Ketua LBM PWNU […]

  • Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Polisi Memasuki Babak Baru, LKBH Maros Kantongi Sejumlah Nama

    Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Polisi Memasuki Babak Baru, LKBH Maros Kantongi Sejumlah Nama

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Maros terhadap seorang warga kini memasuki babak baru. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Maros selaku kuasa hukum korban menyatakan telah mengantongi sejumlah nama anggota kepolisian yang diduga turut mengambil bagian dalam peristiwa tersebut. Perkembangan penting dalam penanganan perkara […]

expand_less