Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • visibility 166
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari, bulan dan tahun merupakan siklus hidup manusia yang diukur menurut satuan waktu dengan berdasarkan peredaran bumi, bulan dan matahari. Siklus hari manusia terbagi dalam dua babakan, yaitu malam dan siang. Dalam penciptaan keduanya, begitu sangat istimewa sehingga Allah mengulang-ulang penciptaan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (QS. 3:190, 11:3, 16:12, 23:80, 24:44 dan 45:5), beriman (QS. 27:86) bertakwa (QS. 10:6) dan bersyukur (QS. 25:62).

Dalam penciptaan malam dan siang begitu banyak pelajaran, inspirasi dan hikmah yang berlapis-lapis hingga memantik nalar sains, memacu refleksi filosofis hingga memacu raihan supremasi mistis. Hal inilah mengapa Al-Qur’an berulang kali menyebut kata malam dan siang secara berulang. Kata malam disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 100 kali dan kata siang sebanyak 54 kali. Sebanyak 47 kali kata malam dan siang disebut beriringan dalam satu ayat atau dalam dua ayat yang berurutan.

Penyebutan malam dan siang secara berurutan dalam Al-Qur’an mengandung beberapa maksud selain sebagai bahan pelajaran bagi manusia. Pertama, memberikan informasi tentang peredaran astronomis bulan dan matahari (QS. 14;33 21:33 dan 36:40), Kedua, sebagai satuan perhitungan waktu (QS. 17:12). Ketiga, berkenaan dengan waktu ibadah (salat dan puasa) (QS. 11:114 dan 2:187). Keempat, penjelasan tentang signifikansi malam dan siang bagi manusia, yaitu sebagai waktu beristirahat dan beraktivitas, tentang ini disebut berulang kali dalam Al-Qur’an di antaranya dalam QS. 10:67, 25:47 dan 78:10-11.

Hampir semua ayat Al-Qur’an yang menyebut kata malam lebih dahulu daripada siang, yaitu sebanyak 45 kali, hanya dua kali kata siang lebih dahulu disebutkan, yaitu dalam QS. 71:5 yang berkenaan dengan ucapan Nabi Nuh as kepada Allah bahwa ia telah berdakwah kepada kaumnya “siang dan malam” dan QS. 91:3-4 karena surat tersebut adalah surat al-Syams (matahari).

Mengapa malam lebih dahulu disebutkan oleh Al-Qur’an daripada siang (layl wa nahar)?. Karena pada dasarnya malam adalah permulaan dari hari. Baik dalam kalender lunar maupun solar, keduanya menjadikan malam sebagai permulaan pergantian hari dan tanggal. Perbedaannya kalender lunar menjadikan waktu matahari terbenam sebagai awal hari sedangkan kalender solar menjadikan pertengahan malam (mid night) sebagai waktu pergantian tanggal

Malam sebagai permulaan hari adalah awal dari siklus aktivitas harian kita, karenanya waktu malam adalah waktu yang paling efektif dan utama untuk memperbanyak permenungan dan ibadah sebagai bekal bagi jiwa untuk menjalani aktivitas perjuangan di tengah hingar-bingar aktivitas di siang hari.

Aktivitas harian dimulai dengan permenungan dan ketenangan kemudian tindakan dan kesibukan. Awal aktivitas adalah malam yang tenang, momen kita lebih banyak berdialog dengan diri sendiri dan bermunajat kepada Allah. Selanjutnya pada siang hari kita berinteraksi dengan manusia lain dalam riuh aktivitas dunia demi mencari sebagian karunia Allah.

Malam adalah bagian feminim dari waktu, ibarat ibu dengan sisi nurturing (pengasuhan) yang memberikan kita keteduhan dan ketenangan, sehingga menjadi momen yang tepat untuk beristirahat, merenung dan beribadah. Sedangkan siang adalah bagian maskulinnya, ibarat seorang ayah yang penuh perjuangan (struggle), sehingga siang adalah momen bagi kita beraktivitas mencari karunia Allah untuk penghidupan kita dan keluarga kita. Malam adalah kesenyapan sedangkan siang adalah kebisingan, pada malam hari lebih banyak aktivitas rohani sedangkan siang lebih dominan pada aktivitas jasmani.

Mengapa malam lebih dahulu disebutkan daripada siang?. Karena manusia membutuhkan nurturing agar bisa struggle. Aspek nurturing yang kita cerap di malam hari menjadi pemandu bagi struggle kita di tengah dunia pada siang hari. Aktivitas manusia mesti dimulai dengan pematangan dan penguatan rohani sebagai daya yang digunakan bagi aktivitas jasmani.Malam diisi dengan aktivitas rohani sebagai pakaian yang digunakan untuk melindungi diri saat berkutat dalam aktivitas jasmani di siang hari. Nilai dan spirit ukhrawi menjadi landasan bagi seluruh aktivitas duniawi, sehingga segala aktivitas duniawi pun akhirnya bernilai ukhrawi.

Itulah mengapa dipilih malam sebagai momen “tumpah ruahnya” berkah Allah kepada manusia. Lailatulqadar adalah malam puncak nurturing tahunan yang mengisi daya rohani manusia agar mencapai kematangan dan ketenangan paripurna. Lailatulqadar adalah malam puncak yang mengantarkan kita pada transformasi spiritual yang sempurna meninggalkan karakter ammarah dan mengafirmasi karakter muthmainnah.

Pada malam lailatuqadar kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, menyapa Allah dengan pengharapan, memohon ampunanNya dengan rintihan, memuja dan memujiNya dengan penuh cinta, merendahkan diri dan mengagungkanNya dengan rukuk dan sujud. Lailatulqadar adalah momen nurturing sebagai titik balik rohani yang menjadikan kita manusia yang lebih arif, lebih penyayang, lebih lembut, lebih tawaduk dan segala kualitas rohaniah lainnya, untuk kita implementasikan dalam kehidupan kita. Inilah konteks “menuhan” sebagai cita ideal Ramadan dan selanjutnya kita menahun bersama Tuhan. Hal inilah yang dimaksud dalam hadis “berakhlak sebagaimana akhlak Allah”.

Perintah menahan dari ibadah puasa adalah jalan bagi kita untuk mengaktivasi rohani untuk bisa “melangit”, sebagai pelindung bagi jasmani kita yang membumi. Malam Lailatulqadar adalah malam puncak aktivasi rohani karena di malam tersebut dimensi langit dan bumi terhubung berkat turunnya Al-Qur’an dari langit kepada seorang makhluk bumi bernama Muhamamd bin Abdullah saw.

Al-Qur’an dan Muhammad saw adalah esensi dari keagungan malam lailatulqadar. Malam itu adalah momen puncak aktivasi jasmani yang menahan menuju transformasi rohani yang “menuhan”. Melalui washilah Al-Qur’an dan Muhamamd saw, agar kita senantiasa menahun bersama Tuhan.

Angkatlah Al-Qur’an di atas kepala dalam takzim dan washilah kepada al-Mustafa kita berserah dan memohon kepada Allah. Mahasuci Engkau, tiada Tuhan selain Engkau, bebaskanlah kami dari siksa api neraka. Sampaikanlah salam kami kepada Muhammad dan keluarganya.

Penulis : Dr. Sabara Nuruddin(Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, KNEX, Bank Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Gorontalo […]

  • Penuh Khidmat, PERADI Gorontalo Lantik Kepengurusan Baru dan 24 Advokat Muda

    Penuh Khidmat, PERADI Gorontalo Lantik Kepengurusan Baru dan 24 Advokat Muda

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Mike
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gorontalo meresmikan kepengurusan baru periode 2022–2027. Advokat Arif Mahfudin Ibrahim, S.H., M.H., secara resmi mengemban tugas sebagai Ketua DPC setelah dilantik dalam sebuah upacara yang dipenuhi kekhidmatan di Hotel Aston, Kota Gorontalo, pada Selasa (02/12/2025). Momentum pelantikan ini merupakan perayaan regenerasi profesi hukum di […]

  • Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV, 39 Warga Majannang menerima photo_camera 2

    Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV, 39 Warga Majannang menerima

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 127
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Pemerintah Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 di Kantor Desa Majannang, kamis (18/12/2025). Penyaluran ini mencakup periode Oktober, November, dan Desember. Sebanyak 39 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tunai dengan total Rp900 ribu per orang, masing-masing Rp300 ribu per bulan […]

  • DVI Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat, 18 Masih Proses

    DVI Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat, 18 Masih Proses

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban longsor di Kabupaten Bandung Barat. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Berdasarkan data sementara hingga Senin (26/1) pukul 18.30 WIB, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi dan mengirimkan sebanyak 38 kantong jenazah ke pos DVI untuk […]

  • MUI Gorontalo Dikukuhkan, Prof. Amani Lubis: Jadikan MUI Garda Moderasi Beragama

    MUI Gorontalo Dikukuhkan, Prof. Amani Lubis: Jadikan MUI Garda Moderasi Beragama

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan baru masa khidmat 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sabtu (23/8/2025), dengan dihadiri tokoh agama, pejabat pemerintah, dan perwakilan ormas Islam se-Gorontalo. Pengukuhan dipimpin Ketua MUI Pusat, Prof. Dr. Hj. Amani Lubis, MA. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya MUI sebagai mitra […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Peningkatan Kinerja Central Place”. Kegiatan berlangsung di Aula Prof. Kadir Abdussamad, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (6/11/2025). Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili, yang hadir mewakili Gubernur Provinsi […]

expand_less