KH Zulfa Mustofa: NU Sedang Menata Diri, Bukan Berkonflik
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Jumat, 12 Des 2025
- visibility 92
- print Cetak

Pj. Ketua Umum PBNU KH. Zulfa Mustofa saat memberikan keterangan pada awak media/ FOTO: NU Online
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Di tengah riuhnya perbincangan di media sosial mengenai kondisi internal Nahdlatul Ulama (NU), Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Rapat Pleno PBNU kelompok Sultan, KH Zulfa Mustofa, memilih untuk meluruskan keadaan dengan nada yang menyejukkan. Ia menegaskan bahwa NU tidak sedang berada dalam pusaran konflik, melainkan tengah menjalani proses penegakan disiplin organisasi sebagai bagian dari upaya penataan internal.
Penegasan itu disampaikan Kiai Zulfa dalam forum Tindak Lanjut Hasil Keputusan Rapat Pleno PBNU yang digelar secara daring melalui Zoom, Kamis (11/12/2025), bersama jajaran pengurus NU di tingkat wilayah dan cabang. Dalam forum tersebut, ia mengajak seluruh elemen NU untuk tidak larut dalam narasi konflik yang berkembang di ruang digital.
“Saya ingin meluruskan narasi-narasi yang selama ini disebarkan di media sosial. Sekali lagi, tidak ada konflik. Yang ada adalah penegakan disiplin organisasi terhadap seseorang,” ujar Kiai Zulfa dengan tegas namun tenang.
Menurutnya, saat ini NU justru membutuhkan penguatan konsolidasi dan kekompakan agar berbagai layanan keumatan dapat berjalan optimal. Ia menyebut khidmah diniyah, layanan pendidikan seperti sekolah dan madrasah, hingga kerja-kerja sosial NU, termasuk dalam penanganan bencana di Sumatra, sebagai wujud nyata peran NU yang harus terus dihidupkan.
“Semua layanan itu harus kembali berjalan dan mengikuti arahan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. NU hadir untuk melayani umat,” tuturnya.
Kiai Zulfa juga mengingatkan jati diri NU sebagai organisasi keulamaan. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa Syuriyah merupakan elemen yang tidak bisa ditawar, sementara Tanfidziyah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika organisasi.
“Saya ingin kita menunjukkan kepada publik bahwa NU sudah normal kembali di bawah kepemimpinan Rais Aam PBNU,” katanya.
Sebagai bagian dari ikhtiar penataan organisasi, PBNU dijadwalkan menggelar Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU pada Sabtu (13/12/2025). Rapat ini akan menjadi ruang musyawarah untuk menyusun kembali formulasi kepengurusan menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Di tengah dinamika yang ada, pesan Kiai Zulfa terasa jelas: NU diminta untuk kembali ke khittah pengabdian, menjaga marwah keulamaan, dan terus bergerak melayani umat dengan tenang dan berkhidmah.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar