Breaking News
light_mode
Trending Tags

PAMSIMAS Majannang Ambruk Sebelum Dimanfaatkan: Mutu Diduga Buruk, Perencanaan Lemah, dan Pengawasan Layak Dipertanyakan

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 78
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Maros, Majannang — Harapan warga Desa Majannang untuk menikmati akses air bersih kembali pupus. Bangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang dibiayai APBD Tahun 2023 roboh pada Minggu malam, 7 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WITA. Ironisnya, fasilitas ini runtuh sebelum satu tetes air pun mengalir ke rumah warga.

Peristiwa memalukan ini langsung memicu tanda tanya besar:
Apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses pembangunan proyek yang menelan anggaran daerah tersebut?

Fakta Lapangan: Beton Rapuh, Besi Asal Dipasang, Campuran Cor Tak Layak

Tim media nulondalo.com yang turun langsung ke lokasi menemukan kondisi mencengangkan. Struktur bangunan yang runtuh menyisakan material yang menunjukkan indikasi kuat lemahnya kualitas pekerjaan:

  • Beton hancur hanya dengan ditekan tangan,

  • Komposisi cor didominasi pasir,

  • Semen sangat minim,

  • Besi konstruksi dipasang tanpa jarak dan perhitungan teknis.

Hasil temuan ini menguatkan dugaan bahwa proyek dikerjakan tanpa standar konstruksi yang semestinya. Tidak mengherankan bangunan ambruk dalam usia yang bahkan belum mencapai hitungan tahun.

Lokasi Bermasalah: Dibangun di Atas Tanah Lembek Milik Mantan Kepala Desa

Bangunan PAMSIMAS berdiri di atas lahan milik mantan Kepala Desa Majannang. Lokasinya berada di area empang yang tanahnya lembek dan mudah tergenang saat musim hujan.

Tanah jenis ini seharusnya memerlukan:

  • Analisis daya dukung tanah,

  • Pondasi khusus,

  • Studi teknis kelayakan lokasi.

Namun dari kejadian ini, kuat dugaan bahwa analisis teknis tidak dilakukan atau tidak dijadikan dasar oleh pelaksana maupun pihak pengambil keputusan.

Saat dimintai keterangan, mantan kepala desa hanya menyebut “keterbatasan lahan” dan tidak ada warga yang ingin menghibahkan tanah.

Pernyataan yang justru menimbulkan pertanyaan lanjutan di masyarakat:

Kalau lahannya sudah jelas bermasalah,kenapa dipaksakan di sini? Mengapa bukan mencari alternatif lain, daripada memaksakan proyek di atas tanah pribadi yang tidak layak?”

Warga Kecewa: Tiga Tahun Program Berjalan, Air Tak Pernah Mengalir

Salah seorang warga Majannang menyampaikan kekecewaannya. Tiga tahun sejak proyek PAMSIMAS mulai digagas, warga tidak pernah merasakan manfaat apa pun.

“Program ini sudah berjalan hampir tiga tahun tapi air bersih tidak pernah kami rasakan. Sekarang malah ambruk. Kami hanya ingin pemerintah serius memperbaiki, bukan terus memberi janji.” ungkapnya.

Pengawasan Lemah, Dugaan Kelalaian Berlapis

Keruntuhan bangunan ini memperkuat dugaan bahwa pengawasan dari awal hingga akhir sangat lemah. Di atas kertas, program seperti PAMSIMAS harus melalui pengawasan berlapis:

  • Konsultan pengawas,

  • Pelaksana proyek,

  • Dinas teknis dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum,

  • Pemerintah kabupaten melalui sistem evaluasi.

Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya kegagalan total dalam memastikan mutu konstruksi.

Respons Pemkab Maros: Pelaksana Dipanggil, Pemeriksaan Menyusul

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maros, Muh. Alfian, membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil pelaksana untuk klarifikasi.

“Kami memastikan pelaksana wajib bertanggung jawab dan melakukan pembangunan kembali sesuai standar teknis yang berlaku,” ujarnya.

Meski demikian, publik berharap tindakan tidak berhenti sebatas klarifikasi. Waktu tiga tahun tanpa hasil dan bangunan yang ambruk justru menunjukkan bahwa masalah bukan hanya pada pelaksana, tetapi juga pada pengawasan internal dinas yang semestinya mengontrol mutu sejak awal.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum PSI Nusa Tenggara Barat, Resmi Diangkat Sebagai Dewan Pembina DPW GENINUSA NTB

    Ketum PSI Nusa Tenggara Barat, Resmi Diangkat Sebagai Dewan Pembina DPW GENINUSA NTB

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Ahamd Ziadi dinilai layak menjadi dewan pembina Gerakan SantriPreuner Nusantara (GENINUSA) Nusa Tenggara Barat, Ahamd Ziadi adalah tokoh berpengaruh yang saat ini menjabat sebagai ketua umum PSI Nusa tenggara Barat. Keputusan ini diambil dalam Momentum silaturahmi pengurus yang digelar pada Selasa, 20 Mei 2025. Pengangkatan Ahamd Ziadi sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran GENINUSA NTB […]

  • Ramadan: Bulan Ketercelupan Ontologis dalam Sibghah Ilahi

    Ramadan: Bulan Ketercelupan Ontologis dalam Sibghah Ilahi

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Prolog: Warna yang Mengubah Jiwa Bayangkan selembar kain putih yang dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Semakin lama ia terendam, semakin pekat warna yang menyatu dengan serat kain itu. Begitu pula dengan manusia di bulan Ramadan, ia tercelup dalam keheningan ibadah, dalam doa yang mendalam, dalam puasa yang meluruhkan kerak-kerak duniawi. Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, […]

  • pesawat ATR

    Badan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Evakuasi Lewat Jalur Pendakian

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 202
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim SAR gabungan menemukan badan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Saat ini, petugas memfokuskan upaya pada persiapan jalur evakuasi dengan mempertimbangkan medan yang berat dan berisiko. Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, mengatakan jalur pendakian dipilih sebagai opsi terbaik […]

  • Sebanyak 499 Warga Miskin di Boalemo Terima BLP3G

    Sebanyak 499 Warga Miskin di Boalemo Terima BLP3G

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sebanyak 499 warga kurang mampu atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Boalemo menerima Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G). Jumlah tersebut terdiri dari 272 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Tilamuta, 129 KPM di Botumoito, serta 98 KPM tersebar di Kecamatan Mananggu. “Distribusinya dilakukan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah. Selain BLP3G, ada […]

  • Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muh. Akbar
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki cerita rakyat yang cukup terkenal. Cerita rakyat ini termuat dalam salah satu episode dalam sureq La Galigo. Cerita rakyat tersebut dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Meong Palo Karellae, kisah yang mengandung nilai moral, kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan. Meong Palo Karellae mengisahkan seekor kucing belang tiga yang menemani Sangiangseri (Dewi […]

  • Siapa Mengototkan Tambang Ormas? Yeni Wahid Sebut Peran Menteri

    Siapa Mengototkan Tambang Ormas? Yeni Wahid Sebut Peran Menteri

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik izin pengelolaan tambang bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan kembali memanas. Kali ini datang dari pernyataan terbuka Zanuba Arifah Chafso Wahid atau Yeni Wahid, putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid. Di hadapan ribuan jamaah Haul Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Yeni mengungkap adanya peran seorang menteri yang disebut paling ngotot mendorong pemberian konsesi […]

expand_less