Breaking News
light_mode
Trending Tags

Quraish Shihab Ingatkan: Jangan Sempitkan Makna Isra’ Mi’raj

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 56
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo. com – Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW kerap dipahami sebatas peristiwa perjalanan malam yang diperingati setiap 27 Rajab. Namun Prof. Dr. M. Quraish Shihab mengingatkan, pemahaman seperti itu justru berpotensi menyempitkan makna Isra’ Mi’raj yang sesungguhnya.

Dalam pengajian bertema Isra’ Mi’raj yang disampaikan melalui kanal YouTube, Quraish Shihab menegaskan bahwa para ulama sejak dahulu berbeda pendapat mengenai waktu terjadinya Isra’ Mi’raj. Ada yang menyebut bulan Rabiul Awal, Ramadan, tahun kesepuluh kenabian, bahkan setahun sebelum hijrah. Karena itu, menurutnya, perdebatan soal tanggal tidak boleh mengaburkan substansi peristiwa tersebut.

“Yang paling penting bukan kapan Isra’ Mi’raj terjadi, tetapi apa pesan keimanan yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.

Quraish Shihab menegaskan bahwa peristiwa Isra’ tidak dapat dipungkiri karena ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra ayat 1:

Subhānalladzī asrā bi ‘abdihī laylan…
“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam…”

Ayat ini, menurutnya, adalah fondasi akidah. Siapa pun yang menolak terjadinya Isra’, berarti menolak teks Al-Qur’an itu sendiri. Perbedaan pendapat di kalangan ulama bukan pada ada atau tidaknya Isra’ Mi’raj, melainkan pada rincian waktu dan teknis kejadiannya.

Jangan Ukur Kekuasaan Allah dengan Logika Manusia

Salah satu kekeliruan terbesar dalam memahami Isra’ Mi’raj, kata Quraish Shihab, adalah mengukurnya dengan kemampuan manusia biasa. Padahal Al-Qur’an dengan tegas menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pergi dengan kekuatannya sendiri, melainkan “diperjalankan” oleh Allah.

Ia mengibaratkan seperti seekor lalat yang ikut pesawat terbang dari Jakarta ke Makassar lalu kembali lagi. Lalat itu bukan terbang karena kemampuannya, melainkan karena “diterbangkan”.

“Demikian pula Nabi Muhammad. Beliau tidak berkata ‘saya pergi’, tetapi Allah yang memperjalankan,” ujarnya.

Quraish Shihab juga mengaitkan Isra’ Mi’raj dengan konsep relativitas waktu. Ia menjelaskan bahwa bagi Allah SWT tidak ada masa lalu, masa kini, dan masa depan sebagaimana yang dipahami manusia.

Ia mencontohkan Surah An-Nahl ayat 1 yang menyatakan bahwa ketetapan Allah telah datang, meskipun menurut manusia peristiwa itu belum terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa waktu, dalam pandangan Ilahi, tidak dibatasi sebagaimana waktu manusia.

“Bagi Allah, sesuatu bisa dikatakan sudah terjadi meski menurut kita belum,” jelasnya.

Dalam pengajiannya, Quraish Shihab juga mengingatkan bahwa manusia tidak hanya hidup dalam satu dimensi. Selain jasad, manusia memiliki ruh dengan potensi yang jauh melampaui indra fisik.

Ia menyinggung pengalaman mimpi, intuisi, hingga kisah Sayyidina Umar bin Khattab yang memanggil panglimanya dari Madinah saat berkhutbah Jumat—sebuah peristiwa yang melampaui kemampuan pancaindra.

“Jangan mengira apa yang kita lihat dan dengar itulah seluruh kenyataan,” katanya.

Isra’ Mi’raj, menurutnya, sangat berkaitan dengan dimensi ruhani ini, sehingga tidak bisa dipahami semata-mata dengan pendekatan fisika dan logika material.

Subhānallāh, Kunci Sikap Seorang Mukmin

Menariknya, Al-Qur’an membuka kisah Isra’ Mi’raj dengan kata Subhānallāh. Quraish Shihab menjelaskan, kata ini diajarkan untuk diucapkan ketika manusia berhadapan dengan sesuatu yang mengagumkan dan sulit dijangkau akal.

“Subhānallāh mengajarkan kita untuk mengakui keterbatasan diri dan mengagungkan Allah,” tuturnya.

Isra’ Mi’raj, menurut Quraish Shihab, bukan sekadar kisah luar biasa tentang perjalanan Nabi, melainkan pelajaran mendalam tentang iman, kerendahan hati, dan keterbatasan akal manusia di hadapan kekuasaan Allah SWT.

Di tengah masyarakat yang semakin rasional dan materialistik, Isra’ Mi’raj menjadi pengingat bahwa tidak semua kebenaran harus tunduk pada logika manusia. Sebab, iman justru tumbuh ketika manusia sadar bahwa ada wilayah yang hanya bisa didekati dengan ketundukan dan tasbih: Subhānallāh.

 

DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Oleh: Budiman Salamun – (Kader PMII Cabang Ambon) Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Ambon menjadi problem mendasar yang membentuk “frame” buruk terhadap citra organisasi, mengapa demikian! karena Pelantikan PC PMII Ambon didasari oleh pengungkungan AD/ART PMII atau dengan kata lain, Pelantikan PC PMII AMBON merupakan hasil pemerkosaan Konstitusi dan Peraturan organisasi. […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan yang berlangsung di Resto Onato By Swiss 18, Senin (24/11/2025). Seminar ini memaparkan dua kajian strategis, yakni “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo” serta “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Sosial Ekonomi Keluarga di Provinsi Gorontalo.” Kepala Bappeda […]

  • Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

    Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara hari-hari di bulan ini, terdapat satu hari yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Asyura bukan hanya sekadar penanda waktu, namun ia sarat dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan pelajaran moral […]

  • Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Di banyak tempat, kita sering mendengar narasi tentang supremasi sipil, sebuah konsep di mana masyarakat sipil—atau masyarakat yang bebas dari pengaruh langsung negara atau militer—dianggap sebagai entitas yang memegang kendali atas jalannya pemerintahan. Idealnya, masyarakat sipil adalah ruang di luar struktur formal negara, tempat kebebasan berkembang dan hak-hak individu dihargai. Namun, bagaimana jika kenyataannya tidak […]

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

  • Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Pidana Kerja Sosial yang direncanakan mulai diberlakukan pada tahun 2026, meski ia menyadari masih banyak masyarakat yang belum memahami hukum baru ini. Dukungan tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah, Kejaksaan, dan Jamkrindo di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (22/12/2025). […]

expand_less