Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Runtuhnya Masyarakat Sipil?

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • visibility 390
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sisi lain, para pengkritik pun tidak sepenuhnya lepas dari problem. Banyak kritik berhenti pada level narasi makro—retoris, tajam, tetapi minim data. Kritik terhadap isu-isu strategis, seperti program Makanan Bergizi Gratis, sering kali lebih didominasi oleh analisis politis ketimbang kajian empiris. Figur-figur aktivis kampus, misalnya, masih menggunakan pola kritik ala 1990-an, tetapi tanpa dukungan data yang memadai. Akibatnya, argumen mereka mudah dipatahkan oleh kelompok sipil pro-pemerintah. Kritik pun berakhir sebagai komoditas media, bukan sebagai pemantik gerakan. Ia kehilangan daya gugah karena gagal menawarkan alternatif yang konkret.

Pada titik ini, terlihat bahwa pelemahan masyarakat sipil tidak semata-mata disebabkan oleh represi negara, tetapi juga oleh krisis epistemik di dalam dirinya sendiri. Masyarakat sipil tidak lagi cukup kuat dalam memproduksi pengetahuan; ia lebih banyak bereaksi daripada merumuskan. Dalam formulasi yang lebih tajam, masyarakat sipil hari ini cenderung menjadi konsumen wacana, bukan produsen pengetahuan.

Konfigurasi politik kontemporer menunjukkan simbiosis yang problematik: negara semakin adaptif dalam mengelola kritik, sementara masyarakat sipil semakin sulit mengonsolidasikan diri. Negara tidak selalu perlu membungkam; cukup dengan membiarkan masyarakat sipil terfragmentasi, maka daya tekan itu akan melemah dengan sendirinya. Dalam situasi ini, “keruntuhan” masyarakat sipil tidak terjadi secara dramatis, melainkan melalui proses erosi yang perlahan dan nyaris tak terasa.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Limbah Medis Harus Dikelola Secara Aman Sesuai UU

    Limbah Medis Harus Dikelola Secara Aman Sesuai UU

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa memberikan sambutan dalam Pertemuan Evaluasi Pengelolaan/Pelaporan Limbah Medis dan Sosialisasi Medical Waste In SMILE (ME SMILE) atau Sistem Monitoring Inventaris Logistik Kesehatan secara Elektronik yang diselenggarakan secara daring, Rabu (02/07/2025). Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan dan pelaporan limbah medis serta mensosialisasikan aplikasi ME SMILE. Dalam sambutannya, […]

  • Tambang Diduga Ilegal di Maros Masih Beroperasi, PERJOSI Tantang Ketegasan Aparat

    Tambang Diduga Ilegal di Maros Masih Beroperasi, PERJOSI Tantang Ketegasan Aparat

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Aktivitas tambang yang diduga ilegal di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali menuai sorotan publik. Hingga Senin (25/05/2026), sejumlah titik tambang di wilayah Kecamatan Mandai dan Moncongloe disebut masih terus beroperasi meski mendapat keluhan warga terkait dugaan kerusakan lingkungan dan dampak terhadap keselamatan masyarakat sekitar. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pengerukan tanah masih […]

  • Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk penjabaran visi misi Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Pohuwato, Pemda Pohuwato meluncurkan Gerbang Pohuwato Siap atau Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, dan Produktif.di Desa Puncak Jaya Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato. Implementasi Pohuwato Hijau diwujudkan dalam rehabilitasi lahan melalui program penanaman MPTS (multi purpose trees species) yakni jenis tanaman multiguna yang memberikan […]

  • Antrean Solar Subsidi Dan Atrian penggunaan jalan,Menjadi tanda tanya Besar Ada apa dengan BBM?

    Antrean Solar Subsidi Dan Atrian penggunaan jalan,Menjadi tanda tanya Besar Ada apa dengan BBM?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,Maros – Sudah berbulan bulan masyarakat menyaksikan antrean panjang truk di hampir setiap SPBU Pertamina,  contonhnya di SPBU Pettuadae Kabupaten maros  Pemandangan ini seolah menjadi hal yang biasa, padahal dampaknya sangat nyata. Truk-truk yang mengantri hingga memakan badan jalan menyebabkan kemacetan panjang, mengganggu aktivitas masyarakat, dan menghambat kelancaran transportasi. Pertanyaannya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah stok […]

  • BBPOM di Makassar Jalani Reakreditasi ISO/IEC 17025:2017, Perkuat Keandalan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

    BBPOM di Makassar Jalani Reakreditasi ISO/IEC 17025:2017, Perkuat Keandalan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Nulondalo.com Makassar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar melaksanakan kegiatan reakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Tim Asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), yaitu Tri Pratiwi selaku Asesor Kepala bersama Ani Suwitaningsih, Effi Setiawati, Anissa Tiana Sheilayanti, dan Herawati, yang melakukan asesmen dan witness […]

  • Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Ia mengungkapkan, terdapat 11 wilayah di Provinsi Aceh seperti Banda Aceh, Sabang, hingga Lhokseumawe yang telah memenuhi syarat tinggi hilal minimal 3 derajat. Namun, seluruh wilayah tersebut masih belum memenuhi syarat elongasi 6,4 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria imkanur rukyat. Cecep menegaskan bahwa dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia, metode hisab dan rukyat digunakan […]

expand_less