Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Runtuhnya Masyarakat Sipil?

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • visibility 315
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sisi lain, para pengkritik pun tidak sepenuhnya lepas dari problem. Banyak kritik berhenti pada level narasi makro—retoris, tajam, tetapi minim data. Kritik terhadap isu-isu strategis, seperti program Makanan Bergizi Gratis, sering kali lebih didominasi oleh analisis politis ketimbang kajian empiris. Figur-figur aktivis kampus, misalnya, masih menggunakan pola kritik ala 1990-an, tetapi tanpa dukungan data yang memadai. Akibatnya, argumen mereka mudah dipatahkan oleh kelompok sipil pro-pemerintah. Kritik pun berakhir sebagai komoditas media, bukan sebagai pemantik gerakan. Ia kehilangan daya gugah karena gagal menawarkan alternatif yang konkret.

Pada titik ini, terlihat bahwa pelemahan masyarakat sipil tidak semata-mata disebabkan oleh represi negara, tetapi juga oleh krisis epistemik di dalam dirinya sendiri. Masyarakat sipil tidak lagi cukup kuat dalam memproduksi pengetahuan; ia lebih banyak bereaksi daripada merumuskan. Dalam formulasi yang lebih tajam, masyarakat sipil hari ini cenderung menjadi konsumen wacana, bukan produsen pengetahuan.

Konfigurasi politik kontemporer menunjukkan simbiosis yang problematik: negara semakin adaptif dalam mengelola kritik, sementara masyarakat sipil semakin sulit mengonsolidasikan diri. Negara tidak selalu perlu membungkam; cukup dengan membiarkan masyarakat sipil terfragmentasi, maka daya tekan itu akan melemah dengan sendirinya. Dalam situasi ini, “keruntuhan” masyarakat sipil tidak terjadi secara dramatis, melainkan melalui proses erosi yang perlahan dan nyaris tak terasa.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

    Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Akibatnya, masyarakat dibentuk menjadi manusia yang terampil bekerja, tetapi lemah dalam membaca ketimpangan. Orang didorong untuk terus produktif, kompetitif, dan adaptif, namun tidak diberi cukup ruang untuk mempertanyakan mengapa hidup semakin sulit meski pembangunan terus dipromosikan sebagai kemajuan. Di titik inilah industri kebudayaan bertemu dengan kegagalan negara. Ketika negara tidak mampu menjadi fasilitator yang adil, […]

  • Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)

    Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Abu Sa’id mendekati orang yang sakit itu dan mulai membaca Surah Al-Fatihah. Ia mengulanginya beberapa kali sambil meniupkan hembusan napas ringan, sebagaimana praktik ruqyah yang dikenal di kalangan sahabat. Riwayat hadis menggambarkan bahwa setelah bacaan selesai, orang yang tersengat itu pulih. Ia bangkit dari tempatnya seakan-akan tidak pernah mengalami sakit sebelumnya. Penduduk kampung menepati janji […]

  • MBG: Maling Berkedok Gizi atau Benar-Benar Makan Bergizi Gratis?

    MBG: Maling Berkedok Gizi atau Benar-Benar Makan Bergizi Gratis?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muh Faizal HS
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Tanpa adanya sistem pengawasan yang ketat maka anggaran bisa saja disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Di sisi lain kualitas makanan juga menjadi isu yang penting dalam program ini. Program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi tidak hanya berfokus kepada kuantitas makanan, namun yang menjadi fokus utamanya adalah bagaimana makanan ini mempunyai kualitas untuk […]

  • UMMA Tanamkan Nilai Integritas, Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan

    UMMA Tanamkan Nilai Integritas, Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Universitas Muslim Maros (UMMA) menegaskan komitmennya mencetak generasi berintegritas melalui Seminar Pendidikan Antikorupsi bertema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, Selasa, 9 Desember 2025, di Baruga A Kantor Bupati Maros. Sebanyak 220 mahasiswa dari tiga fakultas hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Seminar ini menghadirkan pemateri dari lintas institusi penegak hukum dan akademisi. Afrizal […]

  • Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Kisah Tsuwaibah mengajarkan kita untuk membaca sejarah dari pinggir, bukan hanya dari pusat. Ia bukan tokoh yang berdiri di medan perang, bukan pemimpin pasukan, bukan ahli fatwa atau orator besar. Ia seorang perempuan, seorang budak, seorang ibu susu. Tetapi dari tubuhnya, kehidupan Nabi pernah bertumpu. Ia hadir di saat paling rentan, ketika dunia masih baru […]

  • Data Valid Landasan Kebijakan Program HIV/AIDS

    Data Valid Landasan Kebijakan Program HIV/AIDS

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa secara resmi membuka kegiatan Pertemuan Validasi Data Penemuan dan Pengobatan HIV/AIDS serta Penelusuran ODHIV Hilang Semester I Tahun 2025 yang digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Gorontalo di Yulia Hotel Kota Gorontalo. Kadinkes Anang menegaskan bahwa pertemuan ini sangat strategis dalam mendukung roadmap nasional menuju Ending AIDS […]

expand_less