Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Trump dan Matinya Amerika

  • account_circle Muhammad Suryadi R
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 398
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasilnya tentu saja membuat Amerika Serikat tak lagi otomatis duduk di kursi kepala meja. Dalam banyak konflik, negara-negara lain justru mencari alternatif: jalur regional, koalisi baru, bahkan mencari kekuatan lain sebagai penyeimbang.

Di saat dunia tak lagi menunggu Washington untuk memulai atau mengakhiri konflik, di situlah sinyal ketidakpercayaan menjadi nyata.

Iran: Ambisi yang Tersandung

Konfrontasi dengan Iran menjadi salah satu panggung utama Trump untuk tampil unjuk kekuatan. Ia menarik Amerika Serikat keluar dari Joint Comprehensive Plan of Action, dengan menyebutnya sebagai kesepakatan buruk, lalu menerapkan kebijakan tekanan maksimum.

Sanksi ekonomi diperketat. Isolasi finansial diperluas. Ancaman militer menggantung di udara. Logikanya sederhana, yakni tekan sampai musuh menyerah. Tetapi, Iran tak sesederhana slogan perang. Iran tidak runtuh. Rezimnya tidak tumbang. Pengaruh regionalnya tidak lenyap. Bahkan dalam beberapa aspek, tekanan eksternal justru memperkuat solidaritas internal dan memperdalam jejaring aliansinya.

Trump mungkin lupa bahwa pendahulu Iran adalah Persia, yang punya sejarah peperangan panjang. Mustahil meruntuhkannya hanya dengan ancaman bahkan embargo. Pada titik ini, Amerika Serikat menunjukkan kegagalan taktis. Trump sesungguhnya telah gagal secara simbolik.

Selama puluhan tahun, wibawa Amerika dibangun di atas asumsi bahwa ketika Washington serius menekan, hasilnya tinggal menunggu waktu. Tetapi di bawah Trump, asumsi itu hancur. Dunia menyaksikan bahwa tekanan maksimum tidak selalu melahirkan kemenangan maksimum. Dan ketika negara regional mampu menahan gempuran ekonomi dari adidaya terbesar, mitos ketaklukkan itu retak. Amerika mungkin saja masih kuat, tetapi tidak lagi tak terbantahkan. Dan Iran bertahan. Dunia melihatnya.

Washington Kehilangan Wibawa

Pasca Perang Dingin, Amerika menikmati momen unipolarnya. Ia menjadi pemimpin tunggal. Standar demokrasi, perdagangan, dan keamanan global banyak ditentukan di Washington. Tetapi, zaman berubah. Konstalasi berubah. Di era Trump, perubahan itu terasa lebih tajam.

Retorika America First terdengar seperti penarikan diri dari tanggung jawab global. Dunia menangkap pesan bahwa kepentingan kolektif bisa dikorbankan demi keuntungan jangka pendek domestik. Persepsi terhadap Washington memudar bahkan kian hancur. Sementara, China melangkah tenang memperluas pengaruh ekonominya. Eropa berbicara tentang aliansi strategis baru. Negara-negara berkembang makin percaya diri memainkan manuver politik bebas dan tidak terlalu takut pada tekanan Amerika.

Kini, yang berubah bukan hanya peta kekuatan, tetapi psikologi global. Amerika tak lagi dipandang sebagai kekuatan netral. Ia terlihat sebagai pemain yang emosional, labil, dan over proteksionis. Di dalam negeri, polarisasi politik yang tajam menjadi konsumsi media dunia. Demonstrasi, sengketa pemilu, perpecahan sosial dan semuanya memperlihatkan bahwa demokrasi Amerika pun kian rapuh.

  • Penulis: Muhammad Suryadi R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum Latif Mangan, Fakhrurrozi Arrusady Tegaskan Putusan NO Bukan Kemenangan Salah Satu Pihak

    Kuasa Hukum Latif Mangan, Fakhrurrozi Arrusady Tegaskan Putusan NO Bukan Kemenangan Salah Satu Pihak

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Putusan perkara perdata Nomor 19/Pdt.G/2025/PN Lbt yang diputus oleh Pengadilan Negeri Lembata pada 19 Februari 2026 memicu polemik di tengah masyarakat. Sengketa hak kepemilikan tanah antara Latif Mangan dan Mahmudin Tukang tersebut menuai beragam tafsir, khususnya terkait amar putusan yang menyatakan gugatan “niet ontvankelijke verklaard” (NO) atau tidak dapat diterima. Kuasa hukum Latif […]

  • Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau langsung sejumlah titik banjir di wilayah Kecamatan Tawaeli, Minggu malam (11/1/2026). Peninjauan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kota Palu terhadap dampak banjir yang merendam beberapa kawasan permukiman warga akibat curah hujan tinggi. Adapun lokasi yang dikunjungi […]

  • Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Anggota Karang Taruna Desa Majannang, Akbar Ramadhan, menyampaikan komitmennya untuk mengawal proses pengisian sejumlah jabatan yang saat ini masih kosong di Desa Majannang. Menurutnya, kekosongan beberapa posisi penting di desa harus segera mendapat perhatian serius demi menjaga stabilitas pelayanan dan jalannya pemerintahan desa. Adapun posisi yang menjadi sorotan di antaranya jabatan Kepala […]

  • Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Di Gorontalo, ada sebuah tradisi yang sarat dengan nilai adat dan spiritualitas Islam, yakni tumbilotohe. Tradisi ini digelar setiap malam ke-27 Ramadan dan dikenal sebagai malam pemasangan lampu oleh masyarakat di berbagai sudut kota dan desa. Konon, tradisi tumbilotohe telah ada sejak abad […]

  • Bupati Bone Resmikan Jalan Beton Akses Bandara Arung Palakka

    Bupati Bone Resmikan Jalan Beton Akses Bandara Arung Palakka

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., meresmikan pembangunan Jalan Beton Ruas Akses Bandara Arung Palakka yang berlokasi di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Selasa (13/1/2026). Peresmian jalan beton sepanjang 1,5 kilometer tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Bone sebagai simbol rampungnya pembangunan infrastruktur strategis yang menunjang konektivitas daerah. Pekerjaan jalan […]

  • Yayasan As Salam Terpadu Tenjo Buka PMBM 2026/2027, Siapkan Generasi Unggul Berbasis Nilai Islam

    Yayasan As Salam Terpadu Tenjo Buka PMBM 2026/2027, Siapkan Generasi Unggul Berbasis Nilai Islam

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Yayasan As Salam Terpadu Tenjo resmi membuka Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Pendaftaran dibuka mulai Maret hingga Juli 2026 untuk tiga jenjang pendidikan, yakni Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pembukaan PMBM ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam memperluas akses pendidikan Islam yang berkualitas, […]

expand_less