Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Trump dan Matinya Amerika

  • account_circle Muhammad Suryadi R
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 356
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasilnya tentu saja membuat Amerika Serikat tak lagi otomatis duduk di kursi kepala meja. Dalam banyak konflik, negara-negara lain justru mencari alternatif: jalur regional, koalisi baru, bahkan mencari kekuatan lain sebagai penyeimbang.

Di saat dunia tak lagi menunggu Washington untuk memulai atau mengakhiri konflik, di situlah sinyal ketidakpercayaan menjadi nyata.

Iran: Ambisi yang Tersandung

Konfrontasi dengan Iran menjadi salah satu panggung utama Trump untuk tampil unjuk kekuatan. Ia menarik Amerika Serikat keluar dari Joint Comprehensive Plan of Action, dengan menyebutnya sebagai kesepakatan buruk, lalu menerapkan kebijakan tekanan maksimum.

Sanksi ekonomi diperketat. Isolasi finansial diperluas. Ancaman militer menggantung di udara. Logikanya sederhana, yakni tekan sampai musuh menyerah. Tetapi, Iran tak sesederhana slogan perang. Iran tidak runtuh. Rezimnya tidak tumbang. Pengaruh regionalnya tidak lenyap. Bahkan dalam beberapa aspek, tekanan eksternal justru memperkuat solidaritas internal dan memperdalam jejaring aliansinya.

Trump mungkin lupa bahwa pendahulu Iran adalah Persia, yang punya sejarah peperangan panjang. Mustahil meruntuhkannya hanya dengan ancaman bahkan embargo. Pada titik ini, Amerika Serikat menunjukkan kegagalan taktis. Trump sesungguhnya telah gagal secara simbolik.

Selama puluhan tahun, wibawa Amerika dibangun di atas asumsi bahwa ketika Washington serius menekan, hasilnya tinggal menunggu waktu. Tetapi di bawah Trump, asumsi itu hancur. Dunia menyaksikan bahwa tekanan maksimum tidak selalu melahirkan kemenangan maksimum. Dan ketika negara regional mampu menahan gempuran ekonomi dari adidaya terbesar, mitos ketaklukkan itu retak. Amerika mungkin saja masih kuat, tetapi tidak lagi tak terbantahkan. Dan Iran bertahan. Dunia melihatnya.

Washington Kehilangan Wibawa

Pasca Perang Dingin, Amerika menikmati momen unipolarnya. Ia menjadi pemimpin tunggal. Standar demokrasi, perdagangan, dan keamanan global banyak ditentukan di Washington. Tetapi, zaman berubah. Konstalasi berubah. Di era Trump, perubahan itu terasa lebih tajam.

Retorika America First terdengar seperti penarikan diri dari tanggung jawab global. Dunia menangkap pesan bahwa kepentingan kolektif bisa dikorbankan demi keuntungan jangka pendek domestik. Persepsi terhadap Washington memudar bahkan kian hancur. Sementara, China melangkah tenang memperluas pengaruh ekonominya. Eropa berbicara tentang aliansi strategis baru. Negara-negara berkembang makin percaya diri memainkan manuver politik bebas dan tidak terlalu takut pada tekanan Amerika.

Kini, yang berubah bukan hanya peta kekuatan, tetapi psikologi global. Amerika tak lagi dipandang sebagai kekuatan netral. Ia terlihat sebagai pemain yang emosional, labil, dan over proteksionis. Di dalam negeri, polarisasi politik yang tajam menjadi konsumsi media dunia. Demonstrasi, sengketa pemilu, perpecahan sosial dan semuanya memperlihatkan bahwa demokrasi Amerika pun kian rapuh.

  • Penulis: Muhammad Suryadi R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    Dunia Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Lawan Kanker

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia hiburan Tanah Air kembali diselimuti kabar duka. Penyanyi pop Indonesia, Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB setelah berjuang melawan Kanker Ginjal yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Kabar wafatnya pelantun lagu Nuansa Bening itu pertama kali diketahui publik melalui unggahan di media sosial oleh sahabatnya, Deddy Corbuzier. […]

  • Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Nasionalisme berangkat dari pertanyaan paling mendasar tentang manusia: siapa saya dan di mana posisi saya. Jawaban atas identitas inilah yang kemudian membimbing cara hidup, pilihan moral, dan tindakan politik. Dalam kerangka ini, bangsa diposisikan sebagai komunitas utama yang membentuk kewajiban normatif individu. Pemikiran ini sejalan dengan antropolog Benedict Anderson yang menegaskan bahwa nasionalisme adalah sebuah […]

  • Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

    Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Dr. Mansur Basir
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Di jantung setiap agama (In the heart of religion), terdapat salah satu doktrin yang memiliki sisi persamaan yakni misi kesucian/fitrah (holistic). Kesuciaan Ini kemudian melahirkan cintakasih (love to other) dan cinta melahirkan persaudaraan sejati yang pada level ini mempersepsi manusia secara egaliter dan equal tanpa memandang warna kulit dan status sosial. Doktrin ini sebenarnya mampu melahirkan kedamaian di mana […]

  • Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Beberapa kasus viral berbasis potongan konten—seperti situasi yang terjadi dengan Sekjen Kementerian Agama, Prof Kamarudin Amin baru-baru ini dan beberapa kasus sebelumnya—semakin membuat kita sadar bahwa dunia kita memang sedang berubah, dan kita pun mungkin sedang berubah. Sebuah video berdurasi beberapa detik atau potongan percakapan yang diambil di luar konteks bisa menimbulkan opini publik yang […]

  • Dari Langit ke Bumi: Pesan Agung Salat Menggema di Masjid Nurul Jama’ah Taipa

    Dari Langit ke Bumi: Pesan Agung Salat Menggema di Masjid Nurul Jama’ah Taipa

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW kembali diperingati dengan penuh kekhusyukan oleh umat Islam di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Peringatan yang berlangsung di Masjid Nurul Jama’ah Taipa, Minggu malam, 4 Januari 2026, menjadi momentum spiritual untuk menguatkan kembali komitmen umat dalam menjaga salat sebagai fondasi kehidupan […]

  • Respon Cepat Gempa Sulut, Rumah Zakat Kirim Relawan ke Wilayah Terdampak

    Respon Cepat Gempa Sulut, Rumah Zakat Kirim Relawan ke Wilayah Terdampak

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Berdasarkan laporan situasi (situation report), sejumlah wilayah terdampak meliputi Manado, Minahasa Utara, Bitung, hingga Minahasa Tenggara. Di beberapa titik, dilaporkan terjadi kerusakan rumah warga serta gangguan pada infrastruktur air bersih. Sandy menegaskan bahwa relawan di lapangan telah siap bergerak secara terkoordinasi untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak. “Di lokasi bencana, teman-teman relawan sudah menunggu […]

expand_less