Breaking News
light_mode
Trending Tags

Trump dan Matinya Amerika

  • account_circle Muhammad Suryadi R
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 312
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagaimana mungkin negara yang terjebak dalam konflik internal akut masih ingin mengajari dunia tentang stabilitas dan tata kelola dunia?

Wibawa lagi-lagi adalah soal persepsi. Dan persepsi global terhadap Amerika di era Trump tidak lagi identik dengan stabilitas dan kepastian.

Matinya Amerika dan Matinya Kedigdayaan

Kematian Amerika sesungguhnya bukan pada ekonominya. Bukan militernya. Bukan pula institusi hukumnya karena terbukti Mahkamah Agung masih bisa membatasi presidennya. Yang mati adalah mitos tentang kedigdayaannya yang tanpa batas. Mitos bahwa Amerika selalu benar. Mitos bahwa setiap tekanan dari Washington pasti efektif. Mitos bahwa dunia tak punya pilihan selain mengikuti Amerika Serikat.

Trump sebenarnya ingin membangkitkan kebesaran Amerika dengan pendekatan prokteksionis dan agresif. Tetapi berkat pendekatan itu justru mempercepat kesadaran global bahwa dunia telah berubah. Amerika bukan lagi satu-satunya poros besar. Ia hanyalah salah satu dari banyak kekuatan yang juga harus mengedepankan negosiasi, bukan agresi dan mendikte.

Matinya Amerika adalah kematian asumsi. Kematian aura tak tersentuh. Matinya keyakinan bahwa sejarah selalu berpihak pada Washington. Semua itu terjadi ketika seorang presiden berteriak paling keras tentang kebesaran.

Trump mungkin saja masih percaya bahwa apa yang ia lakukan adalah menyelamatkan Amerika. Tetapi di mata dunia, ia membuka tabir yang selama ini menutupi kenyataan bahwa hegemoni tunggal telah lenyap. Amerika tetap berdiri, tetapi tidak lagi sendirian di puncak, dan tidak lagi tak tergoyahkan.

(Penulis Buku Pengetahuan Sebagai Strategi, Sekertaris PC GP Ansor Barru)

  • Penulis: Muhammad Suryadi R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepy Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

    Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Thomas A.M. Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., pada Senin, 9 Februari 2026. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tertanggal 3 Februari 2026. Sebelum bergabung dalam jajaran […]

  • Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat yang sering dikenal dengan nama RA Kartini sebagai salah satu perempuan Indonesia asal jepara-jawa tengah, pejuang emansipasi perempuan itu selalu diperingati setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April, tahun kelahirannya 1879. Dalam catatan sejarah, kartini menggores tinta perlawanan atas penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Doktrin Perjuangannya mengangkat martabat perempuan sebagai […]

  • Piutang Langit

    Piutang Langit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Humor Gus Dur mengajarkan satu hal penting: agama harus membumi. Jika piutang langit hanya menjadi retorika ceramah tanpa menyentuh kemiskinan struktural, maka itu seperti laporan keuangan tanpa arus kas. Indah dibaca, kosong dampak. Ramadhan juga momentum rekonsiliasi neraca diri. Kita tutup buku sebelas bulan sebelumnya. Apakah aset kesabaran meningkat? Apakah liabilitas amarah berkurang? Apakah ekuitas […]

  • Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Multazam. R
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Model pendidikan berbasis masalah menjadi alternatif memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan berbasis masalah berangkat dari paradigma konstruktivistik yang diperkenalkan oleh John Dewey. Paradigma ini memandang bahwa pengetahuan sejati lahir dari konstruksi aktif antara interaksi guru, murid dengan lingkungan (masalah). Masalah sebagai titik berangkat, guru dan murid kemudian diperhadapkan pada realitas sosial yang menuntut analisis […]

  • Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB. Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 […]

expand_less