Breaking News
light_mode
Trending Tags

Trump dan Matinya Amerika

  • account_circle Muhammad Suryadi R
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 313
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tetapi di negeri yang dibangun di atas konstitusi, presiden bukanlah raja. Ketika kebijakan tarifnya digugat dan dibatasi oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat, dunia menyaksikan bagaimana Trump dilawan oleh konstitusinya sendiri dan tentu saja mempermalukan diri sendiri. Presiden paling keras dalam retorika kedaulatan justru ditampar oleh sistem hukumnya sendiri.

Insiden ini bukan sekadar soal prosedur legal, tetapi merupakan pesan geopolitik. Bahwa negara yang ingin mendikte perdagangan global ternyata tak sepenuhnya solid di dalam. Kebijakan yang diumumkan dengan gagah berani bisa dipatahkan melalui meja hijau. Lalu pasar global mencium aroma-aroma ketidakpastian. Bagi sekutu, ini jelas pesan ketidakjelasan. Bagi lawan, ini tentu celah lebar.

Trump sesungguhnya ingin menunjukkan bahwa Amerika Serikat bisa bertindak sepihak tanpa kompromi. Tetapi pembatasan oleh Mahkamah Agung menegaskan realitas bahwa bahkan di dalam negeri, konsensus atas arah Amerika telah roboh. Dan negara yang terbelah sulit menjadi kompas dunia.

Amerika Serikat selalu menggaungkan checks and balances. Tetapi di era Trump, hal itu terbaca sebagai konflik terbuka. Ia menjadi mekanisme yang menegaskan pesan penting bahwa sebuah negara adidaya yang sibuk berperang dengan dirinya sendiri akan sulit dipercaya sebagai penjaga stabilitas global.

Board of Peace dan Ilusi Perdamaian

Trump gemar menyebut dirinya pembuat kesepakatan. Ia bahkan mengatakan dirinya tidak pernah memulai perang. Ia juga mengklaim diri mampu menyelesaikan konflik yang tak terselesaikan. Berbagai gagasan dan forum perdamaian yang dibentuknya: Board of Peace ia bayangkan sebagai ruang negosiasi baru.

Tetapi perdamaian bukan sekadar panggung foto dan konferensi pers. Ia membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan legitimasi. Di bawah Trump, diplomasi sering berubah menjadi alat transaksi. Sekutu lama ditekan untuk membayar lebih. Perjanjian multilateral dikonversi menjadi alat pressure. Retorika damai berdampingan dengan ancaman sanksi dan embargo.

Bagaimana mungkin dunia percaya pada arsitektur perdamaian yang dibangun di atas fondasi oleh keputusan dan tekanan sepihak? Alih-alih menciptakan stabilitas, pendekatan itu justru memperdalam ketidakpercayaan. Sekutu dekatnya: Prancis, Italia, Inggris, Jerman justru menolak bergabung. Dunia mulai membaca Amerika bukan sebagai mediator, melainkan sebagai pihak yang punya agenda domestik sempit. Board of Peace justru kehilangan bobot moralnya karena berdiri di atas kebijakan yang inkonsisten.

  • Penulis: Muhammad Suryadi R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 80 Tahun Indonesia Merdeka: Gerakan Nurani Bangsa Serukan Pembaruan Demokrasi Dan Keadilan Sosial

    80 Tahun Indonesia Merdeka: Gerakan Nurani Bangsa Serukan Pembaruan Demokrasi Dan Keadilan Sosial

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Dalam momentum peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan refleksi kritis atas perjalanan panjang bangsa sekaligus seruan untuk memperbaiki arah demokrasi, penegakan hukum, kesejahteraan rakyat, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya. Indonesia sebagai negara kepulauan yang dibangun di atas keberagaman budaya, adat istiadat, agama, dan kekayaan alam, terus berupaya mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan: […]

  • Parkir di Gorontalo Kini Cukup Bayar Sekali Setahun, Ini Tarif Lengkapnya

    Parkir di Gorontalo Kini Cukup Bayar Sekali Setahun, Ini Tarif Lengkapnya

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo resmi menerapkan program parkir berlangganan sebagai terobosan baru dalam pelayanan perparkiran. Melalui program ini, masyarakat cukup membayar satu kali untuk masa berlaku satu tahun, tanpa perlu lagi mengeluarkan biaya setiap kali memarkir kendaraan di tepi jalan umum. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Rahmanto Idji, menjelaskan bahwa kebijakan […]

  • 500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Praktek berpuasa bagi umat Islam selama bulan Ramadan telah berlangsung ribuan kali sejak era Nabi. Khusus untuk kita di Gorontalo, puasa baru berlangsung sekitar 500 tahun. Hitungan “kasar” ini bermula dari tahun 1525 sejak Islam menjadi agama resmi di Gorontalo. Artinya, untuk Gorontalo sendiri, baru 500 kali puasa Ramadan dilangsungkan. Bagi peradaban lain, puasa Ramadan […]

  • Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keluhan warga Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, terkait padamnya lampu penerangan jalan akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Perhubungan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, H.A. Maskur Abbas, SE,.M.Si., bersama Camat Maros Baru, A. Rudi, S.IP, M.M, menunjukkan respons sigap dengan langsung melakukan penggantian lima […]

  • Audit Amal Tahunan

    Audit Amal Tahunan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Namun, persoalan kita sering kali bukan pada sistem pencatatan, melainkan pada moral hazard. Dalam praktik akuntansi modern, kita mengenal istilah manipulasi laporan keuangan. Dalam praktik ibadah, kita mengenal riya’. Sama-sama ingin terlihat lebih baik dari kenyataan. Tarawih paling depan, tapi parkir motor paling serong. Sedekah paling keras suaranya, tapi lupa transfer zakat profesi. Ramadhan sesungguhnya […]

  • Puasa dan Neraca Hati

    Puasa dan Neraca Hati

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Ramadhan juga mengajarkan konsep materialitas. Dalam audit, sesuatu dianggap material jika memengaruhi keputusan pengguna laporan. Dalam puasa, hal kecil seperti satu teguk air menjadi sangat material. Di luar Ramadhan mungkin kita menyepelekan gosip, fitnah, atau komentar kasar. Namun saat puasa, semua itu menjadi signifikan karena memengaruhi kualitas ibadah. Artinya, standar materialitas moral kita dinaikkan. Mari […]

expand_less