Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Trump dan Matinya Amerika

  • account_circle Muhammad Suryadi R
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 454
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tetapi di negeri yang dibangun di atas konstitusi, presiden bukanlah raja. Ketika kebijakan tarifnya digugat dan dibatasi oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat, dunia menyaksikan bagaimana Trump dilawan oleh konstitusinya sendiri dan tentu saja mempermalukan diri sendiri. Presiden paling keras dalam retorika kedaulatan justru ditampar oleh sistem hukumnya sendiri.

Insiden ini bukan sekadar soal prosedur legal, tetapi merupakan pesan geopolitik. Bahwa negara yang ingin mendikte perdagangan global ternyata tak sepenuhnya solid di dalam. Kebijakan yang diumumkan dengan gagah berani bisa dipatahkan melalui meja hijau. Lalu pasar global mencium aroma-aroma ketidakpastian. Bagi sekutu, ini jelas pesan ketidakjelasan. Bagi lawan, ini tentu celah lebar.

Trump sesungguhnya ingin menunjukkan bahwa Amerika Serikat bisa bertindak sepihak tanpa kompromi. Tetapi pembatasan oleh Mahkamah Agung menegaskan realitas bahwa bahkan di dalam negeri, konsensus atas arah Amerika telah roboh. Dan negara yang terbelah sulit menjadi kompas dunia.

Amerika Serikat selalu menggaungkan checks and balances. Tetapi di era Trump, hal itu terbaca sebagai konflik terbuka. Ia menjadi mekanisme yang menegaskan pesan penting bahwa sebuah negara adidaya yang sibuk berperang dengan dirinya sendiri akan sulit dipercaya sebagai penjaga stabilitas global.

Board of Peace dan Ilusi Perdamaian

Trump gemar menyebut dirinya pembuat kesepakatan. Ia bahkan mengatakan dirinya tidak pernah memulai perang. Ia juga mengklaim diri mampu menyelesaikan konflik yang tak terselesaikan. Berbagai gagasan dan forum perdamaian yang dibentuknya: Board of Peace ia bayangkan sebagai ruang negosiasi baru.

Tetapi perdamaian bukan sekadar panggung foto dan konferensi pers. Ia membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan legitimasi. Di bawah Trump, diplomasi sering berubah menjadi alat transaksi. Sekutu lama ditekan untuk membayar lebih. Perjanjian multilateral dikonversi menjadi alat pressure. Retorika damai berdampingan dengan ancaman sanksi dan embargo.

Bagaimana mungkin dunia percaya pada arsitektur perdamaian yang dibangun di atas fondasi oleh keputusan dan tekanan sepihak? Alih-alih menciptakan stabilitas, pendekatan itu justru memperdalam ketidakpercayaan. Sekutu dekatnya: Prancis, Italia, Inggris, Jerman justru menolak bergabung. Dunia mulai membaca Amerika bukan sebagai mediator, melainkan sebagai pihak yang punya agenda domestik sempit. Board of Peace justru kehilangan bobot moralnya karena berdiri di atas kebijakan yang inkonsisten.

  • Penulis: Muhammad Suryadi R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Survei BI: Penjualan Ritel Mulai Pulih pada Mei 2026, Makassar dan Manado Tumbuh Positif

    Survei BI: Penjualan Ritel Mulai Pulih pada Mei 2026, Makassar dan Manado Tumbuh Positif

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Secara bulanan (month to month/mtm), kinerja penjualan ritel juga diperkirakan membaik. Setelah mengalami kontraksi sebesar 11,6 persen pada April 2026, penurunan pada Mei diperkirakan hanya sebesar 0,9 persen. Bank Indonesia menyebut perbaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas belanja masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya Waisak, dan Iduladha. Secara […]

  • Pseudo-Ramadan

    Pseudo-Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Ramadan akan segera berlalu. Bagai seorang perempuan, Ramadan tampak anggun dan suci. Ramadan cermin dari sebuah cahaya yang menyinari jiwa yang membutuhkan cahaya. Hanya jiwa yang suci yang dapat diterangi cahaya itu. Dalam Ramadan berisi deretan ritus persembahan bagi yang merasa harus menyembah. Salah satu aktifitas itu adalah puasa. Bukan saja untuk menahan haus dan […]

  • Politik Citra, Bahasa Rakyat, dan Jalan Panjang Politik Kang Dedi Mulyadi

    Politik Citra, Bahasa Rakyat, dan Jalan Panjang Politik Kang Dedi Mulyadi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Dedi Mulyadi, nama gubernur baru Jawa Barat. Orang-orang sudah lama memanggilnya Kang Dedi Mulyadi (KDM). Namanya mencuat karena gaya kepemimpinan yang berbeda. Ia kerap turun langsung dan memulai harinya dengan sapaan khas yang begitu membumi, “Kumaha damang?”—bagaimana kabar kalian? Sapaan itu meluncur begitu saja, tanpa protokol, tanpa sekat, hanya dengan senyum lebar dan mata yang […]

  • Wali Kota Adhan Dambea Ubah Jam Kerja Guru, Mulai Berlaku 1 April 2026

    Wali Kota Adhan Dambea Ubah Jam Kerja Guru, Mulai Berlaku 1 April 2026

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 581
    • 0Komentar

    “Perubahan jam kerja ini adalah bentuk penghargaan dari Pak Wali kepada guru. Selama ini, saat orang lain belum beraktivitas, guru sudah menunggu anak-anak di sekolah. Ini bentuk apresiasi atas pengorbanan tersebut,” ujar Husin usai apel kerja pasca libur Idulfitri. Berdasarkan kebijakan terbaru, jam kerja guru ditetapkan mulai pukul 06.30 Wita hingga 14.30 Wita. Meski jam […]

  • Klarifikasi SPBU Pertamina Patung Kuda Maros: Operator Disanksi, Insiden Jadi Pembelajaran Bersama

    Klarifikasi SPBU Pertamina Patung Kuda Maros: Operator Disanksi, Insiden Jadi Pembelajaran Bersama

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menyusul pemberitaan terkait dugaan praktik tidak wajar dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina kawasan Patung Kuda, dekat Pantai Tak Berombak (PTB), Kabupaten Maros, pihak pengawas SPBU akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Peristiwa yang sebelumnya dilaporkan terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 11.30 WITA itu sempat menimbulkan kecurigaan dari seorang konsumen […]

  • Gusdurian Makassar Matangkan Konsep Advokasi Penyelesaian Krisis Air di Buloa

    Gusdurian Makassar Matangkan Konsep Advokasi Penyelesaian Krisis Air di Buloa

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Makassar– Sejumlah penggerak inti komunitas Gusdurian Makassar menggelar rapat terbatas di Kompleks Perumahan Permata Sudiang. Pertemuan tersebut digelar untuk menyikapi krisis air bersih yang sudah menahun di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. “Pertemuan hari ini berupaya merumuskan kerja-kerja advokasi, dengan terlebih dahulu membuat perencanaan,” ujar Ahmad Fatin Ilfi, fasilitator pertemuan. Sabtu, 7 Maret […]

expand_less