Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tunis Tidak Pernah Usai

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 303
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketua Ikatan Alumni Tunisia (IKASIA), Dr. KH. Dede Ahmad Permana, Lc., M.A., menyampaikan sambutan dengan nada yang tenang. Ia tahu, pertemuan ini bukan sekadar acara tahunan yang harus dilaksanakan. Ada sesuatu yang ingin dijaga: rasa saling terhubung yang perlahan bisa memudar jika tak dirawat.

Ucapan terima kasihnya kepada Dubes Rony—yang datang dari Kediri—terasa lebih dari sekadar formalitas. Ada penghargaan pada kesediaan untuk tetap hadir, meski jarak seringkali menjadi alasan untuk absen.

Di antara keramaian itu, ada pula sosok-sosok yang mungkin tidak sering disebut, tetapi justru menyimpan banyak cerita: Hanafiah Bakri dan Edi Purwanto, yang pernah menjadi bagian dari keseharian di KBRI Tunis. Mereka adalah pengingat bagi para alumni, bahwa perjalanan ke luar negeri tidak pernah sepenuhnya tentang akademik semata; namun ada sisi manusiawi yang tak tercatat dalam ijazah.

Ketika Dr. Fathurrahman Yahya, Lc., M.A., Ketua Dewan Pembina IKASIA, menyampaikan motivasi, suasana menjadi sedikit lebih hening. Ia tidak sedang menawarkan optimisme kosong. Yang ia sampaikan justru semacam tanggung jawab yang tak terlihat: bahwa menjadi alumni Tunisia berarti membawa tradisi keilmuan yang tidak boleh tercerabut dari akar, sekaligus harus cukup lentur untuk menjawab tantangan zaman.

Nama Muhammad Yazid hampir selalu muncul ketika para alumni mulai saling mengingat. Ia adalah Hamzatul Washl, ia seperti titik temu lintas generasi. Dari 1993 hingga 2023, jejaknya bersentuhan dengan hampir semua angkatan—baik sebagai senior, penghubung, atau sekadar teman berbagi cerita. Dalam dirinya, Tunisia terasa tidak pernah benar-benar selesai.

Kemudian, diskusi lintas generasi yang dipandu Dr. Muammar Kadafi, Lc., M.A., berlangsung tanpa banyak sekat. Tidak ada yang benar-benar paling tahu, karena setiap orang membawa potongan pengalaman. Yang muda bertanya—kadang dengan kegelisahan yang belum selesai. Yang lebih senior menjawab—tidak selalu dengan kepastian, tetapi setidaknya, mereka memberi harapan dan peluang.

Tiga hal mengemuka dalam sesi dialog, meski tak pernah dirumuskan sebagai slogan: pentingnya menjaga silaturahmi lintas generasi, kebutuhan untuk saling menguatkan—terutama bagi para lulusan baru—dan kesadaran bahwa informasi tentang peluang di Indonesia tidak boleh berhenti pada lingkar tertentu saja.

Barangkali, di situlah letak makna pertemuan ini: bukan pada apa yang diucapkan, tetapi pada apa yang dipertemukan.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Dosa Akuntansi ke Selera Politik

    Dari Dosa Akuntansi ke Selera Politik

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Di negeri ini, fraud dan kriminalisasi sering kali seperti dua santri yang duduk satu bangku: kelihatannya berbeda kitab, tapi ujian akhirnya sama-sama bikin deg-degan. Fraud yang awalnya dosa akuntansi, lama-lama naik kelas menjadi dosa pidana. Sementara kriminalisasi, yang mestinya urusan hukum, kadang terasa seperti urusan selera politik. Maka jangan heran, jabatan publik kini sering dipersepsikan […]

  • Gelar Konsolidasi, Gus Yayan Optimis Kader PKB Gorontalo Duduki Posisi Strategis 2029

    Gelar Konsolidasi, Gus Yayan Optimis Kader PKB Gorontalo Duduki Posisi Strategis 2029

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo, menggelar sosialisasi hasil Muktamar PKB Tahun 2024 serta Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simpel dan SMS PKB di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, 15/02/25. Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB Gorontalo Muhammad Dzikyan menegaskan, bahwa PKB terus bergerak maju untuk menjadikan partai ini sebagai kekuatan politik modern, […]

  • Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Namun, tentu saja selain telah diprogramkan oleh pemerintah pusat, tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah juga mulai merancang fasilitas masjid ramah disabilitas. Terlebih Gorontalo menyandang julukan ‘Serambi Madinah’, dengan falsafah adat yang berlandaskan kitabullah. Di Aceh, daerah dengan julukan Serambi Makkah terdapat empat masjid yang memenuhi standar layak disabilitas di antaranya : Masjid Raya Baiturrahman, Masjid […]

  • Kopma Unhas Fair 2025: Menakar Peluang Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

    Kopma Unhas Fair 2025: Menakar Peluang Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Nulondalo.com—Koperasi Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Kopma Unhas) kembali menunjukkan perannya sebagai ruang belajar dan inkubator gagasan ekonomi mahasiswa melalui penyelenggaraan Kopma Unhas Fair 2025, yang digelar pada Sabtu, 13 Desember 2025 di Unhas TV. Mengusung tema “Ekonomi Kolektif, Generasi Inovatif”, kegiatan tahunan ini menjadi refleksi semangat Kopma Unhas dalam membangun kesadaran ekonomi berbasis kebersamaan sekaligus mendorong […]

  • Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 232
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah pusat akhirnya memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah setelah Indonesia kehilangan sekitar 554 ribu hektare sawah dalam kurun waktu 2019–2024. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Usai pertemuan, Nusron Wahid menyampaikan […]

  • “Syariatisasi” Yang Tidak Seimbang

    “Syariatisasi” Yang Tidak Seimbang

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Saya sangat bersyukur beberapa hari terkahir ini jagat maya cukup sesak dengan diskusi fikih terkait kurban presiden. Ini menarik bagi saya, karena daripada beranda medsos penuh dengan gosip murahan, lebih baik dipenuhi dengan adu argumen fikih. Salah satu yang cukup menarik perhatian publik adalah pertanyaan “apakah APBN bisa disamakan dengan Baitul Mal?” Hemat saya jawabannya […]

expand_less