Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tunis Tidak Pernah Usai

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 388
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketua Ikatan Alumni Tunisia (IKASIA), Dr. KH. Dede Ahmad Permana, Lc., M.A., menyampaikan sambutan dengan nada yang tenang. Ia tahu, pertemuan ini bukan sekadar acara tahunan yang harus dilaksanakan. Ada sesuatu yang ingin dijaga: rasa saling terhubung yang perlahan bisa memudar jika tak dirawat.

Ucapan terima kasihnya kepada Dubes Rony—yang datang dari Kediri—terasa lebih dari sekadar formalitas. Ada penghargaan pada kesediaan untuk tetap hadir, meski jarak seringkali menjadi alasan untuk absen.

Di antara keramaian itu, ada pula sosok-sosok yang mungkin tidak sering disebut, tetapi justru menyimpan banyak cerita: Hanafiah Bakri dan Edi Purwanto, yang pernah menjadi bagian dari keseharian di KBRI Tunis. Mereka adalah pengingat bagi para alumni, bahwa perjalanan ke luar negeri tidak pernah sepenuhnya tentang akademik semata; namun ada sisi manusiawi yang tak tercatat dalam ijazah.

Ketika Dr. Fathurrahman Yahya, Lc., M.A., Ketua Dewan Pembina IKASIA, menyampaikan motivasi, suasana menjadi sedikit lebih hening. Ia tidak sedang menawarkan optimisme kosong. Yang ia sampaikan justru semacam tanggung jawab yang tak terlihat: bahwa menjadi alumni Tunisia berarti membawa tradisi keilmuan yang tidak boleh tercerabut dari akar, sekaligus harus cukup lentur untuk menjawab tantangan zaman.

Nama Muhammad Yazid hampir selalu muncul ketika para alumni mulai saling mengingat. Ia adalah Hamzatul Washl, ia seperti titik temu lintas generasi. Dari 1993 hingga 2023, jejaknya bersentuhan dengan hampir semua angkatan—baik sebagai senior, penghubung, atau sekadar teman berbagi cerita. Dalam dirinya, Tunisia terasa tidak pernah benar-benar selesai.

Kemudian, diskusi lintas generasi yang dipandu Dr. Muammar Kadafi, Lc., M.A., berlangsung tanpa banyak sekat. Tidak ada yang benar-benar paling tahu, karena setiap orang membawa potongan pengalaman. Yang muda bertanya—kadang dengan kegelisahan yang belum selesai. Yang lebih senior menjawab—tidak selalu dengan kepastian, tetapi setidaknya, mereka memberi harapan dan peluang.

Tiga hal mengemuka dalam sesi dialog, meski tak pernah dirumuskan sebagai slogan: pentingnya menjaga silaturahmi lintas generasi, kebutuhan untuk saling menguatkan—terutama bagi para lulusan baru—dan kesadaran bahwa informasi tentang peluang di Indonesia tidak boleh berhenti pada lingkar tertentu saja.

Barangkali, di situlah letak makna pertemuan ini: bukan pada apa yang diucapkan, tetapi pada apa yang dipertemukan.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Harus Panahan? photo_camera 2

    Mengapa Harus Panahan?

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Catatan Antropolog tentang Disiplin, Rasa, dan Jalan Pulang pada Diri Ada olahraga yang membuat kita berkeringat. Ada yang memacu adrenalin. Dan ada satu yang membuat kita diam namun justru di sanalah kita menemukan diri sendiri. Panahan adalah yang terakhir. Saya menulis ini sebagai antropolog—dan pengalaman itu diperkaya oleh perjumpaan panjang dengan Bang Ade Permana, seorang […]

  • Upacara HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bontoa Berlangsung Khidmat Dan Gembira

    Upacara HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bontoa Berlangsung Khidmat Dan Gembira

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com–Bontoa, 17 Agustus 2026– Camat Bontoa Muh Maudu S.Hut M.Sp memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Bontoa pada Minggu pagi Di lapangan Mannan talawe Kecamatan Bontoa. Upacara diikuti Forkopimcam, ASN,Kepala Desa/Kelurahan TNI-Polri, Instansi-instansi terkait se kecamatan Bontoa,Ormas,OKP,Kepala-kepala Sekolah Se kecamatan Bontoa,Guru-guru ,Lembaga adat Kekaraengan Bontoa,Mahasiswa,pelajar dan semua elemen Masyarakat Kecamatan Bontoa. Petugas […]

  • BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi ditutup dengan seminar bertema “Skema Pembiayaan Melawan Rentenir”, Kamis (30/10/2025). Acara yang berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan PES yang telah diselenggarakan sejak 28 Oktober 2025. Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari […]

  • Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

    Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Julkifli Gadeang
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Pemikir media, Marshall McLuhan sarjana sastra dan teoretikus media asal Kanada Pemikirannya tentang “Teknologi Komunikasi” sebagai “Perpanjangan Manusia” dan semboyannya “the medium is the message” yaitu membentuk cara baru memahami hubungan antara media, persepsi, dan budaya di era elektronik. Sejak lama ia menegaskan bahwa media bukan sekadar saluran komunikasi, melainkan kekuatan yang membentuk cara manusia […]

  • Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 223
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Surat kabar ternama Thailand, Thairath, secara terbuka mengakui bahwa SEA Games ke-33 yang digelar di negaranya sendiri merupakan salah satu ajang olahraga paling buruk penyelenggaraannya dan “tidak layak dikenang” dalam sejarah pesta olahraga Asia Tenggara. Dalam artikelnya yang berjudul “SEA Games yang Tidak Layak Dikenang”, Thairath memisahkan secara tegas antara prestasi atlet dan […]

  • Ummu Waraqah: Imam Salat Perempuan Pertama dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #5)

    Ummu Waraqah: Imam Salat Perempuan Pertama dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #5)

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Riwayat mengenai dirinya tercatat dalam beberapa kitab hadis, seperti Sunan Abu Dawud, Al-Mustadrak karya al-Hakim, dan riwayat al-Daruquthni. Para ulama memang berbeda pendapat dalam menilai sebagian detail sanadnya, terutama terkait kualitas beberapa perawi. Namun secara umum, riwayat tersebut diterima sebagai dasar bahwa penugasan itu memang terjadi. Sebagian ulama memahaminya sebagai kondisi khusus yang tidak berlaku […]

expand_less