Breaking News
light_mode
Trending Tags

Utang Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 123
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai akademisi akuntansi, saya sering membayangkan bagaimana jika hidup ini diaudit. Bukan oleh Kantor Akuntan Publik, tapi oleh Malaikat Raqib dan Atid. Tidak ada rekayasa laporan, tidak ada creative accounting. Semua transaksi tercatat. Bahkan niat pun masuk jurnal. Ini akuntansi berbasis niat—basis akrual paling halus di dunia.

Ramadhan mengajarkan prinsip matching cost against revenue dalam bentuk yang unik. Setiap lapar yang ditahan (cost) seharusnya menghasilkan empati (revenue sosial). Jika setelah sebulan berpuasa kita tetap pelit dan mudah marah, berarti ada salah posting jurnal. Beban lapar sudah diakui, tapi pendapatan akhlak belum muncul.

“Utang Langit” juga bisa dibaca sebagai kewajiban zakat, infak, dan sedekah. Dalam standar akuntansi, kewajiban harus segera dilunasi agar laporan keuangan sehat. Begitu pula zakat—ia bukan sisa dari harta, tetapi hak orang lain yang dititipkan dalam rekening kita. Dalam logika ini, orang yang enggan berzakat sebenarnya sedang menumpuk utang spiritual berbunga—bunganya berupa kegelisahan sosial.

Humor ala pesantren sering mengingatkan: ada orang takut utang ke bank karena takut dikejar kolektor, tapi santai saja utang shalat Subuh. Padahal yang satu hanya mempengaruhi skor kredit, yang lain mempengaruhi skor akhirat. Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menyadarkan bahwa disiplin spiritual itu mirip disiplin keuangan—konsistensi kecil setiap hari lebih penting daripada gebrakan besar sesekali.

Dalam konteks sosial, “Utang Langit” juga berarti utang kita kepada bangsa. Korupsi, manipulasi laporan, mark-up anggaran—semuanya adalah bentuk gagal bayar terhadap amanah publik. Ramadhan seharusnya menjadi momentum rekonsiliasi etis. Jika perusahaan saja melakukan audit tahunan, mengapa pejabat dan profesional tidak melakukan audit moral tahunan?

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Doa Tolak Bala di Hari Asyura

    Tradisi Doa Tolak Bala di Hari Asyura

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Mubarak Idrus
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Tepat pukul 20.00 wita, jamaah Tarekat Khalwatiyah mulai memadati halaman masjid Baitul Izzah yang terletak di Jl. Baji Bicara 7. Beberapa di antaranya menenteng makanan yang akan disajikan selepas acara doa asyura dan tolak bala. Doa Asyura dan Tolak Bala merupakan salah satu amalan yang rutin dilakukan oleh Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari. Seperti tahun-tahun […]

  • DPR Soroti Lemahnya Kesiapan Kepala Daerah Hadapi Bencana

    DPR Soroti Lemahnya Kesiapan Kepala Daerah Hadapi Bencana

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, menilai lemahnya koordinasi dan kesiapan kepala daerah dalam menghadapi bencana masih menjadi persoalan serius yang harus segera dibenahi. Ia menyoroti masih adanya kebingungan pimpinan daerah saat bencana terjadi, meskipun perangkat penanganan darurat telah tersedia. “Sudah jelas ada Basarnas, ada BNPB, tapi masih terlihat ragu mau ngapain. […]

  • Polda NTB Catat Penurunan Kriminalitas Signifikan Sepanjang 2025, Wakapolda Apresiasi Dukungan Masyarakat

    Polda NTB Catat Penurunan Kriminalitas Signifikan Sepanjang 2025, Wakapolda Apresiasi Dukungan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mataram — Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Wakapolda NTB), Brigjen Pol. Hari Nugroho, memimpin Jumpa Pers Akhir Tahun 2025 Polda NTB pada Senin (29/12/2025) pukul 08.00 WITA di Gedung Sasana Dharma Polda NTB. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen Polda NTB untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat terkait capaian kinerja […]

  • Kasat Binmas Polres Maros Kumpulkan Bhabinkamtibmas Camba-Mallawa: “Jadilah Solusi bagi Warga”

    Kasat Binmas Polres Maros Kumpulkan Bhabinkamtibmas Camba-Mallawa: “Jadilah Solusi bagi Warga”

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Maros, AKP Ilham Yuliani, mengumpulkan seluruh Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kecamatan Camba dan Mallawa dalam pertemuan terpisah di Aula Polsek Camba dan Polsek Mallawa, Kamis (4/12/2025). Pertemuan ini digelar untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). […]

  • Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Suaib PR
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Direktur Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Wahid, menegaskan bahwa Generasi Z perlu diakomodasi secara serius karena mereka kini menjadi aktor utama dalam berbagai gelombang perubahan sosial. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Kelas Penggerak GUSDURian (KPG) yang digelar oleh Komunitas Gusdurian Makassar di Kantor PCNU Kabupaten Gowa, 25 Juni 2026. Putri sulung KH. […]

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Tiga tahun berselang, 1969, ia melanjutkan pendidikan agama di Lapeo, setingkat SLTP. Di sanalah cakrawala hidupnya mulai terbuka. Lapeo bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang pembentukan jiwa. Ia berguru kepada Puang Kali Tomadio, seorang alim yang keras dalam prinsip tetapi lembut dalam membimbing. Ia juga belajar pada KH. Mahmud Imam Pappang, yang dikenal luas karena […]

expand_less