Utang Langit
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- visibility 124
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menariknya, Ramadhan tidak pernah memaksa pelunasan sekaligus. Ia memberi cicilan: tarawih malam ini, sedekah esok pagi, istighfar setiap waktu. Dalam istilah akuntansi, ini restrukturisasi utang dengan skema rahmat. Allah memberi diskon dosa dan bonus pahala. Tinggal kita mau atau tidak menyusun rencana pembayaran.
Akhirnya, “Utang Langit” bukan untuk membuat kita cemas, tetapi sadar. Dalam neraca kehidupan, aset terbesar bukan saldo rekening, melainkan kepercayaan dan keberkahan. Jika setiap Ramadhan kita mampu mengurangi kewajiban moral, memperbaiki jurnal niat, dan menutup buku dengan taubat, maka laporan tahunan kita insya Allah wajar tanpa pengecualian.
Dan kalau masih ada yang bertanya, “Berapa total Utang Langit saya?” Jawabannya sederhana: sebanyak nikmat yang belum kita syukuri dan amanah yang belum kita tunaikan.
Tenang saja, Tuhan Maha Auditor yang penuh kasih. Tapi jangan salah, sistem pencatatannya sangat rapi.
Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar