Breaking News
light_mode
Trending Tags

Warga Dufa-Dufa Boikot Jalan, Desak KM Queen Mary Kembali Berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II

  • account_circle Asril R Mahmud
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 86
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ternate – Menjelang bulan suci Ramadan, warga Kelurahan Dufa-Dufa menggelar aksi pemboikotan akses jalan utama, Kamis 26 Februari 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap polemik perubahan rute dan lokasi sandar kapal di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II.

Aksi berlangsung dengan pemblokiran sejumlah ruas jalan utama di wilayah Dufa-Dufa. Massa aksi menuntut agar KM Queen Mary kembali beroperasi dan berlabuh di pelabuhan tersebut karena dinilai berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Sebelumnya, KM Cahaya Nusantara beroperasi di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II Dufa-Dufa. Namun, menyusul kebijakan pemindahan KM Queen Mary untuk berlabuh di pelabuhan tersebut—yang sebelumnya beroperasi di Pelabuhan Ahmad Yani KM Cahaya Nusantara kemudian berpindah ke pelabuhan lain.

Permasalahan muncul ketika pihak KM Queen Mary justru tidak jadi berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II dengan alasan fasilitas dan infrastruktur pelabuhan dinilai belum memenuhi standar kelayakan. Keputusan tersebut memicu kekecewaan warga karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi di kawasan pelabuhan.

Arif selaku Koordinator lapangan aksi menjelaskan, masyarakat telah berupaya membangun komunikasi dengan sejumlah dinas terkait agar persoalan tersebut ditindaklanjuti hingga ke tingkat KSOP provinsi. Namun, hingga kini belum ada kejelasan.

“Kami mempertanyakan alasan pelabuhan dianggap tidak layak. Komunikasi sudah kami lakukan ke beberapa dinas untuk diteruskan ke KSOP provinsi, tapi sampai sekarang mandek. Karena belum ada kepastian, kami turun ke jalan dan akan tetap melakukan boikot sampai ada kejelasan,” ujarnya.

Salah satu perwakilan massa aksi, Rizki, menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata soal perubahan rute, melainkan menyangkut kepentingan ekonomi masyarakat luas.

“Di pelabuhan itu ada buruh bagasi, pengangkut barang, tukang ojek, dan masyarakat yang mencari nafkah di seputaran pelabuhan. Kalau kapal Queen Mary belum juga beroperasi di Dufa-Dufa, masyarakat akan kesulitan mencari nafkah,” katanya.

Ia juga menyoroti alasan fasilitas pelabuhan yang dianggap tidak memadai. Menurutnya, selama ini aktivitas distribusi dan bongkar muat tetap berjalan dan menghasilkan pendapatan, namun pemeliharaan infrastruktur pelabuhan dinilai kurang mendapat perhatian.

“Alasan kapal ini tidak berlabuh di sini karena fasilitas dianggap tidak memadai. Padahal tong tahu bahwa distribusi itu selalu terbayar. Tapi hari ini tidak ada pemeliharaan pelabuhan,” Lanjut Rizki

Massa aksi meminta pemerintah kota segera mengambil langkah konkret untuk memastikan operasional kapal kembali normal di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II. Mereka juga berharap adanya dukungan pemerintah dalam pengembangan fasilitas pelabuhan agar dapat melayani tidak hanya rute Ternate–Jailolo, tetapi juga wilayah lainnya.

Warga menyatakan akan tetap memboikot akses jalan hingga KM Queen Mary kembali beroperasi di Pelabuhan Dufa-Dufa.

  • Penulis: Asril R Mahmud
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabar Duka: Kiai Imam Aziz, Murid Gus Dur dan Intelektual NU, Wafat di Usia 63 Tahun

    Kabar Duka: Kiai Imam Aziz, Murid Gus Dur dan Intelektual NU, Wafat di Usia 63 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Dunia aktivis sosial dan warga Nahdlatul Ulama (NU) tengah berduka. Salah satu tokoh penting pergerakan Islam progresif, KH. Imam Aziz, wafat di usia 63 tahun pada Sabtu dini hari (12/7/2025) di Yogyakarta. Kiai Imam dikenal luas sebagai murid langsung Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia adalah figur kiai sekaligus intelektual yang aktif […]

  • Mens Rea, Panji, dan Kegagalan Tawa: Komedi sebagai Medan Pertarungan Ideologi Kontemporer

    Mens Rea, Panji, dan Kegagalan Tawa: Komedi sebagai Medan Pertarungan Ideologi Kontemporer

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Apa yang terjadi dengan Panji, terutama melalui apa yang disebut sebagai panggung mens rea-nya, bukanlah sekadar polemik tentang kebebasan berekspresi atau batas kelucuan. Ia adalah simptom. Sebuah penanda diskursif bahwa komedi, dalam konfigurasi sosial-politik kontemporer, telah kehilangan kepolosannya. Komedi tidak lagi bekerja sebagai ruang relaksasi makna, melainkan sebagai arena serius tempat subjek, memori, dan kuasa saling […]

  • Bank Sampah hingga Ketahanan Pangan: Langkah Nyata Ecopesantren di Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah photo_camera 2

    Bank Sampah hingga Ketahanan Pangan: Langkah Nyata Ecopesantren di Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana Pondok Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah tampak berbeda pada Senin (8/12/2025) sore itu. Bukan hanya lantunan kajian kitab yang terdengar, tetapi juga dialog hangat tentang sampah, ketahanan pangan, dan masa depan bumi. Para santri, mahasiswa, hingga perwakilan komunitas duduk bersama menyimak penjelasan tentang bagaimana pesantren dapat menjadi kekuatan besar dalam gerakan pelestarian lingkungan. […]

  • Dari Skeptis ke Setuju? Sikap MUI soal Board of Peace Berubah Setelah Bertemu Prabowo

    Dari Skeptis ke Setuju? Sikap MUI soal Board of Peace Berubah Setelah Bertemu Prabowo

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) menjadi sorotan setelah pertemuan pimpinan ormas Islam dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Jika sebelumnya MUI menyuarakan keraguan, kini organisasi tersebut menunjukkan sikap yang lebih terbuka dengan sejumlah catatan. Wakil Ketua Umum MUI […]

  • Ramadhan dan Beban Lebih Kaum Perempuan

    Ramadhan dan Beban Lebih Kaum Perempuan

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Dangi Rami sibuk meracik menu istimewa makan sahur. Di tengah suara dengkur suami dan anaknya yang masih terlelap tidur. Jeritan belanga goreng Dangi terdengar gaduh. Bersahutan dengan botu poluleya yang sulit dikendalikan bunyinya. Tiga menu berbahan ayam kampung untuk suami dan anaknya telah menebarkan aroma sedap. Mereka dibangunkan tat kala menu makan sahur itu sudah […]

  • 80 Tahun Indonesia Merdeka: Gerakan Nurani Bangsa Serukan Pembaruan Demokrasi Dan Keadilan Sosial

    80 Tahun Indonesia Merdeka: Gerakan Nurani Bangsa Serukan Pembaruan Demokrasi Dan Keadilan Sosial

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Dalam momentum peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan refleksi kritis atas perjalanan panjang bangsa sekaligus seruan untuk memperbaiki arah demokrasi, penegakan hukum, kesejahteraan rakyat, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya. Indonesia sebagai negara kepulauan yang dibangun di atas keberagaman budaya, adat istiadat, agama, dan kekayaan alam, terus berupaya mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan: […]

expand_less