Pemprov Gorontalo Berikan Diskon Tiket Nataru, Angkutan Udara Turun hingga 13 Persen
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month Jumat, 19 Des 2025
- visibility 76
- print Cetak

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie didampingi Plt. Asisten II sekaligus Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro diwawancarai usai apel galau pasukan sekaligus membukaPosko Terpadu angkutan udara periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang dirangkaikan dengan latihan darurat keamanan penerbangan di Bandara Djalaludin Gorontalo, Kamis (18/12/2025)/ FOTO: Humas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan keringanan biaya perjalanan bagi masyarakat yang akan melakukan mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, usai memimpin apel gelar pasukan sekaligus pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara periode Nataru di Bandara Djalaludin Gorontalo, Kamis (18/12/2025).
Idah menjelaskan, pemerintah telah menetapkan penurunan harga tiket angkutan selama periode Nataru untuk seluruh moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Khusus angkutan udara, diskon tiket pesawat diberikan sebesar 13 persen dan berlaku untuk jadwal penerbangan mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“Diskon berkisar antara 13 sampai 14 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta memberikan kemudahan bagi penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru,” kata Idah.
Ia menambahkan, penumpang yang telah membeli tiket sejak satu minggu sebelumnya namun melakukan perjalanan pada periode Nataru tetap memperoleh manfaat diskon sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut, menurutnya, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan layanan transportasi publik.
Selain kebijakan tarif, Wagub menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang selama Nataru. Peningkatan mobilitas masyarakat, kata Idah, harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana serta pelayanan yang optimal di seluruh simpul transportasi, termasuk bandara.
Ia juga meminta penguatan layanan pendukung, seperti jaringan komunikasi dan akses internet, yang kerap terganggu saat terjadi kepadatan penumpang. Untuk itu, Dinas Perhubungan dan pengelola bandara diminta berkoordinasi dengan operator seluler.
“Koordinasi dengan operator seluler penting agar layanan komunikasi tetap lancar selama periode Nataru,” tegasnya.
Dalam aspek keselamatan dan kesehatan, Idah menegaskan Posko Terpadu Nataru harus dilengkapi tenaga kesehatan serta fasilitas pendukung, termasuk ambulans, guna mengantisipasi kondisi darurat, khususnya di titik-titik dengan potensi kepadatan tinggi.
Di akhir arahannya, Wagub mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait, untuk bersinergi menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar