Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kuliner Khas Gorontalo : Binte Biluhuta Masih Layakkah Dimakan?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
  • visibility 287
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Orang-orang bilang, jika datang ke Gorontalo dan belum pernah menyantap kuliner khas serambi madinah; Binte biluhuta, belum afdol, katanya. Tak lengkap jika belum  merasakan gurihnya sup jagung manis yang dihidangkan bertabur cakalang suir, daun kemangi, dan parutan kelapa itu.

Belum lagi, ia ditemani potongan jeruk nipis untuk melengkapi rasa. Seperti biasa ada juga bumbu tambahan lain, seperti garam, penyedap masakan, dan sambal cabe rawit menghiasi meja. Situasi ini Anda bisa bayangkan jika datang menikmati binte biluhuta di lapak-lapak warga di Gorontalo.

Akan tetapi, kita juga perlu tahu, bahwa ternyata, binte biluhuta punya cerita dalam perjalanan sejarah Gorontalo. Para sejarawan, yang dalam menulis sejarah Gorontalo kala itu menyelipkan pada narasi-narasi sejarah, bahwa binte biluhuta ada sejak zaman para raja-raja Gorontalo, dan telah di konsumsi secara umum, baik oleh keluarga kerajaan, maupun masyarakat luas.

Selain bahan dasarnya yang mudah ditemui di Gorontalo, binte biluhuta memiliki makna perdamaian dan persatuan.

Berkat makanan khas ini, pertengkaran panjang raja-raja di Gorontalo yang pada abad ke 15 masehi bisa disatukan lewat ritual makan binte biluhuta.

Jagung yang telah dipipil dimaknai bercerai berai diibaratkan sebagai simbol raja-raja yang memperebutkan wilayah kekuasaan dan menaklukan kerajaan-kerajan kecil. Binte biluhuta merupakan simbol perdamaian dan persatuan bagi masyarakat Gorontalo. Menarik sejarah kuliner ini, bukan?

Selain lezat dan gurih,  binte biluhuta adalah makanan yang diyakini ampuh mengusir kolesterol jahat karena kandungan karotenoid, bioflavonoid, dan vitamin C dalam jagung bekerja sebagai pengendali kolesterol dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh.

Lalu bagaimana jika bahan dasar jagung yang dibudidayakan petani bukan jagung asli lokal yang pernah dimakan raja-raja dan masyarakat Gorontalo pada lampau?

Menurut data yang ada, jagung asli yang dibudidayakan saat ini bukanlah jagung asli – lokal. Untuk menemukan varietas asli sangat sulit. Sejak mengenal jagung transgenik, saat itulah petani Gorontalo beralih membudidayakan jagung yang dibuat dari hasil proses penyilangan dan dijadikan bibit.

Para petani atau masyarakat telah beralih pada jenis bibit jagung ini, menemui ketergantungan pada varietas jagung rekayasa genetik.

Lalu apa itu Transgenik?

Transgenik atau rekayasa genetika adalah transplantasi satu gen ke gen lainnya, baik antara gen dan lintas gen untuk menghasilkan produk yang berguna bagi makhluk hidup.

Pada awalnya, rekayasa genetika hanya dilakukan pada tanaman untuk memecahkan kekurangan pangan penduduk dunia, dan dalam pengembangannya rekayasa genetika tidak hanya berlaku untuk tanaman dan hewan yang serupa, tetapi telah berevolusi pada manusia dan lintas jenis (Mahrus 2014)

Pada prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi perubahan komposisi asam nukleat DNA atau menyisipkan gen baru ke dalam struktur DNA makhluk hidup penerima, hal ini berarti bahwa gen yang disisipkan pada makhluk hidup penerima dapat berasal dari makhluk hidup lain.

Saat ini, penyebaran dan penggunaan produk rekayasa genetika telah mengundang kontroversi masyarakat, bahwa jagung transgenik adalah jagung yang diproses pembuatannya dengan cara menyisipkan gen dari makhluk hidup atau non makhluk hidup yang hasilnya dapat diharapkan agar nantinya jagung  ini bisa tahan dari penyakit, tahan hama dan obat kimia, sehingga tanaman itu menjadi tanaman super.

Namun disayangkan, varietas jagung ini tidak bisa lagi dibudidayakan kembali oleh petani. Bibit jagung hanya bisa dibeli di toko. Akan tetapi banyak yang tidak memahami seperti apa bahaya jagung transgenik yang telah dipublikasikan oleh para peneliti sebelumnya, yang justru menimbulkan hama penyakit baru dan kebal obat-obatan kimia.

Bahkan dalam penelitian-penelitian tersebut mengungkapkan bibit hasil penyilangan itu menimbulkan penyakit -penyakit baru bagi ternak dan manusia, bahkan menimbulkan kerusakan pada tanah (unsur hara).

Barangkali kita pernah menjumpai varietas jagung transgenik  yang biasanya iklan (spanduk dan banner) terpampang jelas pada areal tanam. Misalnya ada iklan yang bertuliskan ; BT, Terminator, RR-GA21 dan RR-NK608 dan lain-lain.

Sulit menemukan lagi jenis jagung lokal tanpa menggunakan pupuk kimia. Semua jenis jagung yang biasa di temui adalah jagung yang tak bisa lagi dibudidayakan. Bibit jagung yang ditanam petani kita telah mengalami pengalihan secara masif dari bibit lokal asli ke bibit jagung transgenik.

Petani sering mengalami kelangkaan pupuk, jika umur jagung memasuki satu bulan atau dua bulan. Ketergantungan pupuk kimia oleh petani jagung sudah jadi hal lumrah. Namun siapa yang berani bersuara-lantang ketika terjadi kelangkaan pupuk di pasaran akibat permainan para cukong? entahlah.

Pertanyaannya, jika demikian faktanya, kita bisa menyimpulkan, bahwa ternyata binte biluhuta yang sering kita konsumsi tak lain adalah binte biluhuta transgenic, bukan?

Penulis : Djemi Radji

Editor : Djemi Radji

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Tolak RUU TNI Gelar Aksi di Ternate Soroti Soal Ancaman Demokrasi

    Aliansi Tolak RUU TNI Gelar Aksi di Ternate Soroti Soal Ancaman Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sejumlah elemen organisasi yang tergabung dalam Aliansi Tolak RUU TNI, yakni LMID Pembebasan, Sekolah Critis MU, Sekber, KPR, FSPBI, AMP, LPM Aspirasi, Aksi Kamisan, dan FIB, menggelar aksi demonstrasi jalanan. Aksi ini menolak revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) yang dinilai mengancam demokrasi dan hak asasi manusia. Ternate, 20 Maret 2025. Aksi dimulai di […]

  • Siapa Pengganti Khamenei Jika Ia Benar-Benar Gugur?

    Siapa Pengganti Khamenei Jika Ia Benar-Benar Gugur?

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan Ayatollah Ali Khamenei kembali mencuat di tengah isu keamanan dan ketegangan kawasan. Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, Khamenei memegang otoritas tertinggi dalam sistem Republik Islam, melampaui presiden dan parlemen. Jika ia wafat atau tidak lagi mampu menjalankan tugas, mekanisme konstitusional Iran telah mengatur proses suksesi tersebut. […]

  • Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gorontalo akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat. Forum resmi itu akan menetapkan program kerja dan memilih Ketua Umum yang baru. Lantas siapa pengganti KH. Abdurrahman Abubakar Bachmid selaku Ketua Umum MUI Gorontalo yang dinilai layak memimpin organisasi sebagai wadah berhimpun ormas keagamaan Islam dan cendekiawan di Gorontalo […]

  • Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

    Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Sejarah Islam mengenal banyak kisah tentang keberanian dan kesetiaan. Namun kisah Wahsyi bin Harb agak unik dan rumit. Ia bukan tokoh yang sejak awal berdiri di barisan kaum Muslimin. Ia datang dari Habasyah menjadi budak Jubair ibn Mut‘im. Keahliannya adalah melempar tombak—sebuah keterampilan yang kelak mengubah arah hidupnya dan tercatat dalam sejarah. Dalam Perang Uhud, […]

  • Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 157
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia pendidikan Gorontalo berduka setelah meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), almarhum Muhammad Jeksen, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butoiyo Nusa. Menanggapi peristiwa ini, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Abdul Kadir Lawero. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Peristiwa ini bukan hanya […]

  • “Syariatisasi” Yang Tidak Seimbang

    “Syariatisasi” Yang Tidak Seimbang

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Saya sangat bersyukur beberapa hari terkahir ini jagat maya cukup sesak dengan diskusi fikih terkait kurban presiden. Ini menarik bagi saya, karena daripada beranda medsos penuh dengan gosip murahan, lebih baik dipenuhi dengan adu argumen fikih. Salah satu yang cukup menarik perhatian publik adalah pertanyaan “apakah APBN bisa disamakan dengan Baitul Mal?” Hemat saya jawabannya […]

expand_less