Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kuliner Khas Gorontalo : Binte Biluhuta Masih Layakkah Dimakan?

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Orang-orang bilang, jika datang ke Gorontalo dan belum pernah menyantap kuliner khas serambi madinah; Binte biluhuta, belum afdol, katanya. Tak lengkap jika belum  merasakan gurihnya sup jagung manis yang dihidangkan bertabur cakalang suir, daun kemangi, dan parutan kelapa itu.

Belum lagi, ia ditemani potongan jeruk nipis untuk melengkapi rasa. Seperti biasa ada juga bumbu tambahan lain, seperti garam, penyedap masakan, dan sambal cabe rawit menghiasi meja. Situasi ini Anda bisa bayangkan jika datang menikmati binte biluhuta di lapak-lapak warga di Gorontalo.

Akan tetapi, kita juga perlu tahu, bahwa ternyata, binte biluhuta punya cerita dalam perjalanan sejarah Gorontalo. Para sejarawan, yang dalam menulis sejarah Gorontalo kala itu menyelipkan pada narasi-narasi sejarah, bahwa binte biluhuta ada sejak zaman para raja-raja Gorontalo, dan telah di konsumsi secara umum, baik oleh keluarga kerajaan, maupun masyarakat luas.

Selain bahan dasarnya yang mudah ditemui di Gorontalo, binte biluhuta memiliki makna perdamaian dan persatuan.

Berkat makanan khas ini, pertengkaran panjang raja-raja di Gorontalo yang pada abad ke 15 masehi bisa disatukan lewat ritual makan binte biluhuta.

Jagung yang telah dipipil dimaknai bercerai berai diibaratkan sebagai simbol raja-raja yang memperebutkan wilayah kekuasaan dan menaklukan kerajaan-kerajan kecil. Binte biluhuta merupakan simbol perdamaian dan persatuan bagi masyarakat Gorontalo. Menarik sejarah kuliner ini, bukan?

Selain lezat dan gurih,  binte biluhuta adalah makanan yang diyakini ampuh mengusir kolesterol jahat karena kandungan karotenoid, bioflavonoid, dan vitamin C dalam jagung bekerja sebagai pengendali kolesterol dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh.

Lalu bagaimana jika bahan dasar jagung yang dibudidayakan petani bukan jagung asli lokal yang pernah dimakan raja-raja dan masyarakat Gorontalo pada lampau?

Menurut data yang ada, jagung asli yang dibudidayakan saat ini bukanlah jagung asli – lokal. Untuk menemukan varietas asli sangat sulit. Sejak mengenal jagung transgenik, saat itulah petani Gorontalo beralih membudidayakan jagung yang dibuat dari hasil proses penyilangan dan dijadikan bibit.

Para petani atau masyarakat telah beralih pada jenis bibit jagung ini, menemui ketergantungan pada varietas jagung rekayasa genetik.

Lalu apa itu Transgenik?

Transgenik atau rekayasa genetika adalah transplantasi satu gen ke gen lainnya, baik antara gen dan lintas gen untuk menghasilkan produk yang berguna bagi makhluk hidup.

Pada awalnya, rekayasa genetika hanya dilakukan pada tanaman untuk memecahkan kekurangan pangan penduduk dunia, dan dalam pengembangannya rekayasa genetika tidak hanya berlaku untuk tanaman dan hewan yang serupa, tetapi telah berevolusi pada manusia dan lintas jenis (Mahrus 2014)

Pada prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi perubahan komposisi asam nukleat DNA atau menyisipkan gen baru ke dalam struktur DNA makhluk hidup penerima, hal ini berarti bahwa gen yang disisipkan pada makhluk hidup penerima dapat berasal dari makhluk hidup lain.

Saat ini, penyebaran dan penggunaan produk rekayasa genetika telah mengundang kontroversi masyarakat, bahwa jagung transgenik adalah jagung yang diproses pembuatannya dengan cara menyisipkan gen dari makhluk hidup atau non makhluk hidup yang hasilnya dapat diharapkan agar nantinya jagung  ini bisa tahan dari penyakit, tahan hama dan obat kimia, sehingga tanaman itu menjadi tanaman super.

Namun disayangkan, varietas jagung ini tidak bisa lagi dibudidayakan kembali oleh petani. Bibit jagung hanya bisa dibeli di toko. Akan tetapi banyak yang tidak memahami seperti apa bahaya jagung transgenik yang telah dipublikasikan oleh para peneliti sebelumnya, yang justru menimbulkan hama penyakit baru dan kebal obat-obatan kimia.

Bahkan dalam penelitian-penelitian tersebut mengungkapkan bibit hasil penyilangan itu menimbulkan penyakit -penyakit baru bagi ternak dan manusia, bahkan menimbulkan kerusakan pada tanah (unsur hara).

Barangkali kita pernah menjumpai varietas jagung transgenik  yang biasanya iklan (spanduk dan banner) terpampang jelas pada areal tanam. Misalnya ada iklan yang bertuliskan ; BT, Terminator, RR-GA21 dan RR-NK608 dan lain-lain.

Sulit menemukan lagi jenis jagung lokal tanpa menggunakan pupuk kimia. Semua jenis jagung yang biasa di temui adalah jagung yang tak bisa lagi dibudidayakan. Bibit jagung yang ditanam petani kita telah mengalami pengalihan secara masif dari bibit lokal asli ke bibit jagung transgenik.

Petani sering mengalami kelangkaan pupuk, jika umur jagung memasuki satu bulan atau dua bulan. Ketergantungan pupuk kimia oleh petani jagung sudah jadi hal lumrah. Namun siapa yang berani bersuara-lantang ketika terjadi kelangkaan pupuk di pasaran akibat permainan para cukong? entahlah.

Pertanyaannya, jika demikian faktanya, kita bisa menyimpulkan, bahwa ternyata binte biluhuta yang sering kita konsumsi tak lain adalah binte biluhuta transgenic, bukan?

Penulis : Djemi Radji

Editor : Djemi Radji

 

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 239
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aksi begal disertai kekerasan terjadi di Jalan Halmahera Raya, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Minggu (6/4/2026) pagi. Seorang korban mengalami luka akibat serangan senjata tajam dalam kejadian tersebut. Kapolsek Semarang Timur, Andy Susanto, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 06.45 WIB saat korban berinisial ACH (31) tengah menjemput rekannya, Yovita Haryanto, untuk […]

  • Layanan Imigrasi Menunjang Terbentuknya Embarkasi Haji Gorontalo

    Layanan Imigrasi Menunjang Terbentuknya Embarkasi Haji Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo, – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan layanan imigrasi dan pemasyarakatan di daerah. Hal ini disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Kantor Imigrasi Kelas I Gorontalo, Senin (30/6/2025). Kehadirannya menjadi momentum penting dalam mempercepat reformasi kelembagaan dan pelayanan publik, khususnya di sektor keimigrasian […]

  • Tunis Tidak Pernah Usai

    Tunis Tidak Pernah Usai

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Di sebuah pagi yang bergerak perlahan di jantung Jakarta, Aula Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal tidak sekadar menjadi aula pertemuan. Ia berubah menjadi semacam ruang ingatan—tempat waktu tidak berjalan lurus, melainkan berputar, mempertemukan yang dulu pernah berangkat dengan yang baru saja pulang ke tanah air. Ahad, 12 April 2026, sekitar 80 orang berkumpul di aula […]

  • Kopra Institute Adukan Dugaan Judi Online Sekda dan Oknum Polisi ke Kejari Morotai

    Kopra Institute Adukan Dugaan Judi Online Sekda dan Oknum Polisi ke Kejari Morotai

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) kembali melaporkan dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai dan seorang oknum anggota polisi dalam aktivitas judi online ke kejaksaan tinggi (Kejati) Morotai. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, mengatakan kedatangan pihaknya ke Kejari Morotai merupakan bentuk keseriusan lembaga dalam mengawal dugaan kasus tersebut. “Jadi kedatangan […]

  • Muhammad Dzikyan: Kebijakan Harus Utamakan Kemaslahatan Umat

    Muhammad Dzikyan: Kebijakan Harus Utamakan Kemaslahatan Umat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 415
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kebijakan penutupan aktivitas pembelian emas dari penambang rakyat di Provinsi Gorontalo, khususnya Kabupaten Pohuwato, terus menuai sorotan. Langkah penegakan hukum yang menutup seluruh jalur pembelian emas, baik di tingkat lokal maupun luar daerah, dinilai berdampak langsung pada kondisi ekonomi masyarakat. Anggota DPRD Provinsi Gorontalo daerah pemilihan Boalemo–Pohuwato, Muhammad Dzikyan Nawawi, Rabu (4/3/2026), menyampaikan […]

  • Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Pengangguran agaknya dijadikan media Reproduksi Ketimpangan, alih alih fokus pada Transformasi yang menyentuh Struktur. Belakangan ini, pembicaraan soal pengangguran kembali ramai. Ada yang menyebut anak muda sekarang terlalu pemilih, terlalu banyak gengsi, atau tidak tahan proses. Di sisi lain, generasi muda merasa hidup mereka memang sedang tidak baik-baik saja: biaya hidup naik, lapangan kerja makin […]

expand_less