Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Rabu 18 Februari 2026, Ini Penjelasan Lengkapnya

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 271
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Penetapan tersebut dijelaskan secara rinci oleh Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo, dalam Pengajian Tarjih dikutip nulondalo.com, Selasa (3/1/2026).

Rahmadi menerangkan bahwa KHGT dibangun di atas prinsip keseragaman hari dan tanggal secara global (one day, one date globally).

Prinsip ini hanya dapat terwujud jika bumi dipandang sebagai satu kesatuan matla’, tanpa pembagian zona penanggalan regional, namun tetap mengikuti garis tanggal internasional.

“Kalau bumi dibagi ke dalam zona-zona penanggalan, maka tidak mungkin terjadi keseragaman hari dan tanggal. Bisa terjadi kawasan barat sudah masuk tanggal baru, sementara kawasan timur belum,” ujar Rahmadi.

Ia menambahkan, kalender Hijriah secara sistematis hanya dapat disusun menggunakan hisab (perhitungan astronomi).

Menurutnya, rukyat tidak memungkinkan penyusunan kalender jangka panjang karena hanya dapat memastikan satu bulan berjalan.

Karena itu, KHGT menggunakan prinsip ittihadul mathali’ (kesatuan matla’) dengan parameter global, bukan kriteria lokal.

Rahmadi menjelaskan, berdasarkan keputusan Majelis Tarjih, awal bulan Hijriah ditetapkan apabila sebelum pukul 24.00 GMT terdapat wilayah daratan di bumi yang memenuhi dua syarat astronomis utama, yakni elongasi bulan–matahari minimal 8 derajat dan ketinggian hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.

Apabila syarat tersebut belum terpenuhi, KHGT menyediakan parameter lanjutan, yaitu ijtimak (konjungsi) harus terjadi di Selandia Baru sebelum fajar, serta pada saat yang sama parameter elongasi dan ketinggian hilal terpenuhi di daratan benua Amerika sebagai penanda akhir siklus 24 jam global.

“Fajar dipilih karena ia menjadi batas awal puasa. Ini untuk memastikan tidak ada satu pun wilayah di bumi yang tertinggal atau mendahului kalender global,” jelasnya.

Berdasarkan hasil hisab, konjungsi bulan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 GMT. Namun hingga sebelum pukul 24.00 GMT pada hari tersebut, tidak ada wilayah dunia yang secara langsung memenuhi kriteria utama elongasi 8 derajat dan ketinggian hilal 5 derajat.

Dengan demikian, Majelis Tarjih menggunakan parameter lanjutan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ijtimak di Selandia Baru terjadi sebelum waktu fajar setempat.

Pada Februari, Selandia Baru menggunakan waktu musim panas (UTC+13), sehingga konjungsi terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari waktu lokal, sementara fajar terjadi setelahnya.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan geosentrik, wilayah Bethel, Alaska, telah memenuhi syarat elongasi lebih dari 8 derajat dan ketinggian hilal melampaui 5 derajat.

“Meski wilayahnya kecil dan penduduknya sedikit, ia tetap sah karena yang dijadikan acuan adalah daratan, bukan jumlah populasi,” tegas Rahmadi.

Dengan terpenuhinya dua parameter lanjutan tersebut, maka awal Ramadan ditetapkan secara global pada keesokan harinya, yakni Rabu, 18 Februari 2026.

Rahmadi menegaskan bahwa dalam sistem KHGT, wujud atau tidaknya hilal di Indonesia tidak menjadi penentu. Data menunjukkan bahwa pada saat itu, hilal di Indonesia, Makkah, dan Turki masih berada di bawah ufuk.

Namun karena KHGT menganut kesatuan matla’, keterpenuhan parameter di satu wilayah dunia berlaku untuk seluruh bumi.

“Kalau masih menggunakan wujudul hilal lokal, Indonesia memang akan memulai Ramadan pada 19 Februari. Tetapi karena kita sudah menggunakan KHGT, maka keterpenuhan parameter di Alaska itu ditransfer secara global,” ujarnya.

Ia menyebut konsep tersebut mirip dengan mekanisme “transfer wujud” dalam sistem lama, namun diterapkan secara global, bukan terbatas wilayah hukum nasional.

Rahmadi menutup pemaparannya dengan harapan agar umat Islam diberi kesehatan dan umur panjang untuk dapat menyambut Ramadan serta menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

“Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadan dan mampu menjalaninya sampai akhir dengan sempurna,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag: Presiden Dukung Penuh Pengembangan PKUMI, Dorong Percepatan Kaderisasi Ulama Global

    Menag: Presiden Dukung Penuh Pengembangan PKUMI, Dorong Percepatan Kaderisasi Ulama Global

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 364
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI). Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi dan persiapan perpanjangan Nota Kesepahaman (NK) antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, PKUMI, dan Universitas PTIQ Jakarta. Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya percepatan kaderisasi ulama […]

  • Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Dalam tulisan arif yang sangat panjang yang berjudul “Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan Soal Sadakah”, ada 3 hal yang dianggap Arief luput dalam beberapa tulisan Momy Hunowu, dan saya sebelumnya sebagai berikut: Dalam perdebatan soal sadaka beberapa hari belakangan, Arief menggarisbawahi beberapa hal yang barangkali luput dibaca. Meskipun orang-orang bilang “seikhlasnya”, praktik ini terlembaga, beratasnamakan […]

  • Pesantren Kilat Ramadhan The Nusa Institute Tekankan Iman, Akhlak, dan Kesadaran Ekologis Generasi Muda

    Pesantren Kilat Ramadhan The Nusa Institute Tekankan Iman, Akhlak, dan Kesadaran Ekologis Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Lembaga riset dan pengembangan keislaman The Nusa Institute menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H pada 6–8 Maret 2026 di Aula PKUMI kawasan Masjid Istiqlal. Kegiatan ini mengusung tema “Iman Naik, Akhlak Baik, Lingkungan Asri”, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan spiritual, akhlak, serta kesadaran ekologis bagi generasi muda Muslim. Pesantren kilat ini […]

  • Moderasi; Kata Kerja Yang Selalu Terbuka

    Moderasi; Kata Kerja Yang Selalu Terbuka

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Saya terlibat cukup lama dalam kerja-kerja moderasi beragama. Bukan hanya dalam bentuk pelatihan, tapi juga merancang metode pembelajaran yang lebih segar dan kontekstual, menyusun pendekatan-pendekatan baru yang lebih hidup — seperti Klinik Moderasi Beragama, Visiting Class, dan Moving Class. Bersama tim kecil, saya mencoba menyebarkan gagasan moderasi sebagai ruang belajar, bukan sekadar slogan. Tapi, jujur […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo 2025”, Jumat (17/10/2025), di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tenaga ahli, akademisi, serta praktisi wisata. FGD ini merupakan bagian dari […]

  • Gelar Pengukuhan, Indonesia Menuju Pusat Ulama Dunia melalui PKUMI

    Gelar Pengukuhan, Indonesia Menuju Pusat Ulama Dunia melalui PKUMI

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) kembali mencatat sejarah penting dalam mencetak generasi ulama berwawasan global. Pada momentum penuh khidmat ini, PKUMI secara resmi mengukuhkan para kader ulama yang terdiri dari 18 mahasiswa program S3, 32 mahasiswa program S2, serta 32 mahasiswa program S2 PKUP. Para peserta berasal dari berbagai penjuru Nusantara, mencerminkan kekayaan budaya, […]

expand_less