Breaking News
light_mode
Trending Tags

Beragama di Era Algoritma: Cepat Yakin, Lambat Memahami

  • account_circle Alam Khaerul Hidayat
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 220
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lewat beberapa perbincangan santai ala tongkrongan dengan teman, saya menemukan satu celah pembahasan yang menarik sekaligus perlu diluruskan. Kami memang tumbuh dari latar belakang yang tidak sepenuhnya sama. Bahkan, jika dilihat dari kecenderungan wacananya, mereka hampir mendekati kelompok yang hendak saya bahas. Namun beruntungnya, keduanya tetap berada pada posisi yang moderat dan terbuka untuk berdialog.

Dari obrolan-obrolan itulah saya mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang sedang bergeser dalam cara sebagian anak muda memaknai agama. Namun di tengah semangat itu, muncul kegelisahan lain: pengetahuan yang masih dangkal, tetapi keberanian untuk menghakimi begitu tinggi.

Fenomena ini sering bermula dari konsumsi agama yang serba cepat. Potongan ceramah, klip FYP, kutipan satu dalil tanpa konteks, lalu dijadikan kesimpulan final. Sekali dua kali hadir kajian, sudah merasa memiliki legitimasi untuk membid’ahkan praktik masyarakat sekitar. Seolah-olah agama yang selama ini hidup di tengah tradisi, tahlilan, maulid, atau doa bersama, tiba-tiba dianggap menyimpang hanya karena tidak sesuai dengan potongan video yang ditonton.

Padahal dalam sejarah intelektual Islam, perdebatan tentang bid‘ah tidak pernah sesederhana itu. Ulama besar seperti Imam Syafi’i bahkan membedakan antara inovasi yang baik dan yang tercela. Artinya, persoalan ini sejak awal berada dalam ruang ijtihad, bukan ruang vonis instan.

Yang menjadi soal bukan perubahan bahasa mengucapkan “masyaAllah tabarakallah” atau “allahumma barik” tentu doa yang baik. Namun ketika bahasa berubah menjadi penanda superioritas moral, di situlah masalah muncul. Kesalehan menjadi simbolik, bukan etis. Ukuran religiusitas bergeser dari akhlak dan kebijaksanaan menjadi diksi dan penampilan.

Di masyarakat sekitar, kita melihat kontras yang menarik. Ada orang tua yang mungkin tidak fasih istilah Arab, tetapi setia menjaga silaturahmi, tidak mudah memecah belah, dan menghormati perbedaan. Ada tradisi doa bersama yang lahir dari semangat kebersamaan dan empati sosial. Lalu datang generasi yang baru belajar, tetapi dengan cepat menyematkan label “bid‘ah” tanpa memahami konteks sosial dan sejarahnya.

Di sini terlihat bahwa problemnya bukan pada semangat hijrah, melainkan pada cara memaknainya. Hijrah seharusnya berarti pergeseran etika dari keras menjadi lembut, dari mudah menghakimi menjadi mudah memahami, dari merasa paling benar menjadi terus belajar.

Agama yang matang melahirkan ketenangan. Agama yang setengah matang sering melahirkan kegaduhan.

Masyarakat kita sebenarnya telah lama mempraktikkan Islam dalam bentuk yang hidup dalam gotong royong, dalam doa bersama, dalam tradisi yang mempererat hubungan sosial. Tentu semua praktik bisa dikaji dan dievaluasi, tetapi mengoreksi bukan berarti merendahkan. Mengingatkan bukan berarti menyalahkan.

Jika hijrah hanya menghasilkan perubahan istilah tetapi tidak melahirkan keluasan hati, maka yang berubah baru bahasa, belum laku. Barangkali yang perlu direnungkan kembali adalah ini: apakah hijrah itu tentang memenangkan perdebatan, atau tentang memperdalam akhlak?

Karena pada akhirnya, masyarakat tidak diikat oleh istilah, melainkan oleh adab.

والله أعلم بالصواب

Penulis : Alumnus Magister Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Alam Khaerul Hidayat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abdullah bin Rawahah: Penyair yang Menguatkan Hati Pasukan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #25)

    Abdullah bin Rawahah: Penyair yang Menguatkan Hati Pasukan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #25)

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Abdullah bin Rawahah adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad dari kalangan Anshar di Madinah. Ia berasal dari kabilah Khazraj dan termasuk orang yang lebih awal memeluk Islam sebelum hijrah Nabi ke Madinah. Dalam sejarah Islam, Abdullah bin Rawahah dikenal sebagai sosok yang memiliki dua kekuatan sekaligus: keberanian di medan perang dan kemampuan menyusun syair yang […]

  • Gorontalo Targetkan 155 Titik Dapur MBG

    Gorontalo Targetkan 155 Titik Dapur MBG

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan pembangunan 155 titik Sentra Produksi Pangan dan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Target tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan MBG yang dibuka Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan, Kamis (4/9/2025). Sofian menyampaikan, hingga saat ini baru 15 titik yang beroperasi dan akan bertambah […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Selasa sore, 17 Februari 2026, di Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penetapan dilakukan setelah menerima laporan tim pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari 96 titik […]

  • Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk penjabaran visi misi Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Pohuwato, Pemda Pohuwato meluncurkan Gerbang Pohuwato Siap atau Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, dan Produktif.di Desa Puncak Jaya Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato. Implementasi Pohuwato Hijau diwujudkan dalam rehabilitasi lahan melalui program penanaman MPTS (multi purpose trees species) yakni jenis tanaman multiguna yang memberikan […]

  • Menertawakan Kekuasaan

    Menertawakan Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]

  • HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Advokat HAM & ASSOCIATES laporkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025). Pasalnya, setelah membaca dan mempelajari seluruh berkas yang berkaitan dengan Perkara Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn yang diucapkan […]

expand_less