Breaking News
light_mode
Trending Tags

Negeri Tiba tiba Dan riuhnya Klarifikasi

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 63
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Negeri ini kian sering bekerja dengan cara tiba-tiba. Kebijakan lahir mendadak, diumumkan gegap gempita, lalu dijalankan sambil tergesa. Ketika tersandung di lapangan—yang sebenarnya bisa diprediksi sejak awal—negara pun segera masuk ke fase berikutnya: kebisingan klarifikasi. Dua hal ini bukan kebetulan. Negeri Tiba-Tiba dan Klarifikasi yang Ribut adalah pasangan serasi dalam politik kita hari ini.

Ambil contoh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diperkenalkan sebagai jawaban cepat atas persoalan gizi dan ketimpangan sosial. Tujuannya terdengar mulia. Namun, di balik pengumuman yang optimistis, publik nyaris tidak diajak menyelami pertanyaan paling mendasar: di mana naskah akademiknya, bagaimana peta logistiknya, siapa yang benar-benar siap menjalankannya, dan apa konsekuensi fiskalnya dalam jangka panjang? Kebijakan besar seolah cukup dilahirkan lewat pidato dan konferensi pers, tanpa proses deliberasi yang wajar.

Ketika kebijakan semacam ini mulai bersentuhan dengan realitas—anggaran yang tumpang tindih, dapur umum yang tak siap, distribusi yang timpang—negara tidak bergegas melakukan evaluasi terbuka. Yang terjadi justru sebaliknya. Mesin komunikasi dinyalakan penuh. Klarifikasi demi klarifikasi diproduksi, bukan untuk menjelaskan duduk perkara, melainkan untuk meredam kritik. Negara menjadi sangat cerewet, tapi miskin refleksi.

Agaknya klarifikasi yang bising ini bukan lagi alat transparansi, melainkan tanda kepanikan. Ia adalah pengakuan tidak langsung bahwa kebijakan disiapkan secara tergesa. Energi birokrasi pun habis untuk menjaga citra: rilis pers defensif, narasi keberhasilan yang dipoles, hingga konten media sosial yang sibuk meyakinkan publik bahwa semuanya baik-baik saja. Padahal, di lapangan, persoalan justru makin nyata.

Jean Baudrillard memberi kacamata yang tajam untuk membaca situasi ini. Dalam logika simulacra, realitas tidak lagi diukur dari apa yang sungguh terjadi, melainkan dari bagaimana ia ditampilkan. Kebijakan publik berubah menjadi pertunjukan. Yang penting bukan lagi apakah program bekerja, tetapi apakah ia terlihat bekerja. Klarifikasi berfungsi sebagai simulasi keberhasilan—menutup kegagalan dengan citra, mengganti kenyataan dengan narasi.

Akibatnya, pemborosan tak hanya bersifat anggaran, tetapi juga makna. Dana publik tersedot untuk mengelola persepsi, bukan memperbaiki substansi. Anggaran yang seharusnya bisa meningkatkan kualitas gizi anak-anak justru tergerus untuk menjaga “wajah” kebijakan agar tetap tampak mulus di ruang publik.

Dalam istilah agama ini bisa dibaca sebagai riya’ birokrasi: bekerja agar terlihat bekerja. Negara tampak sibuk, tetapi kesibukan itu kehilangan niat pengabdian. Ketika yang dijaga adalah wibawa kekuasaan, bukan efektivitas kebijakan, maka pemborosan menjadi kebiasaan, bahkan sistem.

Sialnya lagi Pola Negeri Tiba-Tiba hanya akan melahirkan kelelahan kolektif. Publik dipaksa terus menyesuaikan diri dengan kejutan-kejutan kebijakan yang rapuh fondasinya. Ruang dialog menyempit, kritik dianggap gangguan, dan klarifikasi menjelma monolog kekuasaan.

Negara yang mapan seharusnya tidak perlu terlalu banyak menjelaskan. Ia cukup bekerja dengan tenang, terukur, dan terbuka pada koreksi. Seperti puasa, kekuasaan juga perlu belajar menahan diri—menahan diri dari godaan tampil serba cepat dan mendadak. Tanpa itu, setiap rupiah dari kantong rakyat hanya akan habis sebagai bahan bakar mesin citra yang bising, alih-alih benar-benar menjelma manfaat bagi mereka yang paling membutuhkan.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KIBR Desak KPK Adili Ade Irawan, Dirut PT Halmahera Sukses Mineral Atas Dugaan Penyuapan WIUP

    KIBR Desak KPK Adili Ade Irawan, Dirut PT Halmahera Sukses Mineral Atas Dugaan Penyuapan WIUP

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Koalisi Independet Bersama Rakyat (KIBR) Gelar aksi demonstrasi di Kantor PT Halmahera Sukses Mineral dan KPK RI menyoroti persoalan di Maluku Utara Terkait Penyuapan Kepada Eks Gubernur Maluku Utara, almarhum Abdhul Gani Kasuba. Dalam Kasus Tersebut, diduga keterlibatan Direktur Uatama PT Halmahera Sukses Mineral Ade Irawan, Sebagai salah satu pihak yang ikut menyuap AGK. Jakarta, […]

  • Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan

    Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pesawat kargo milik Pelita Air Service dengan nomor penerbangan PAS 7101 rute Long Bawan–Tarakan diduga jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2) sekitar pukul 12.20 WITA. Berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut baru menempuh jarak sekitar lima kilometer dari ujung landasan pacu sebelum diduga mengalami […]

  • Perguruan Tinggi Lokal Terpinggirkan, Pembangunan SDM Hanya Retorika?

    Perguruan Tinggi Lokal Terpinggirkan, Pembangunan SDM Hanya Retorika?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Dalam berbagai pidato, dokumen perencanaan pembangunan, maupun visi-misi kepala daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR), pembangunan sumber daya manusia (SDM) seringkali menjadi narasi utama. Frasa seperti “menyiapkan generasi emas”, “mendorong kualitas pendidikan”, atau “membangun SDM unggul” kerap terdengar dalam forum-forum resmi. Namun, jika kita mengarahkan pandangan lebih dekat ke kondisi nyata pendidikan tinggi di daerah […]

  • Gus Yaqut Diperiksa KPK 4,5 Jam, Bantah Isu Kuota Haji Khusus untuk Maktour Travel

    Gus Yaqut Diperiksa KPK 4,5 Jam, Bantah Isu Kuota Haji Khusus untuk Maktour Travel

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 4,5 jam pada Jumat (30/1/2026). Pemeriksaan tersebut terkait penyidikan dugaan korupsi dalam penetapan kuota haji. Gus Yaqut tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.15 WIB dan meninggalkan lokasi pemeriksaan pada […]

  • Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

    Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS-PANGKEP — Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menempuh jalur ekstrem yang selama ini hanya digunakan oleh warga setempat. Hal itu disampaikan Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Abi Kusnianto, saat ditemui di lokasi PoskoAJU, Desa […]

  • Solidaritas Perempuan Makassar Mengalir untuk Korban Bencana Sumatera

    Solidaritas Perempuan Makassar Mengalir untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 57
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kepedulian lintas daerah kembali ditunjukkan masyarakat Sulawesi Selatan. Kali ini, sejumlah komunitas perempuan di Kota Makassar mengulurkan tangan bagi saudara-saudara mereka yang terdampak bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatera. Melalui penggalangan dana bersama, terkumpul donasi senilai Rp102 juta yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk disalurkan kepada korban banjir dan longsor. Penyerahan bantuan […]

expand_less