Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Negeri Tiba tiba Dan riuhnya Klarifikasi

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 357
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Negeri ini kian sering bekerja dengan cara tiba-tiba. Kebijakan lahir mendadak, diumumkan gegap gempita, lalu dijalankan sambil tergesa. Ketika tersandung di lapangan—yang sebenarnya bisa diprediksi sejak awal—negara pun segera masuk ke fase berikutnya: kebisingan klarifikasi. Dua hal ini bukan kebetulan. Negeri Tiba-Tiba dan Klarifikasi yang Ribut adalah pasangan serasi dalam politik kita hari ini.

Ambil contoh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diperkenalkan sebagai jawaban cepat atas persoalan gizi dan ketimpangan sosial. Tujuannya terdengar mulia. Namun, di balik pengumuman yang optimistis, publik nyaris tidak diajak menyelami pertanyaan paling mendasar: di mana naskah akademiknya, bagaimana peta logistiknya, siapa yang benar-benar siap menjalankannya, dan apa konsekuensi fiskalnya dalam jangka panjang? Kebijakan besar seolah cukup dilahirkan lewat pidato dan konferensi pers, tanpa proses deliberasi yang wajar.

Ketika kebijakan semacam ini mulai bersentuhan dengan realitas—anggaran yang tumpang tindih, dapur umum yang tak siap, distribusi yang timpang—negara tidak bergegas melakukan evaluasi terbuka. Yang terjadi justru sebaliknya. Mesin komunikasi dinyalakan penuh. Klarifikasi demi klarifikasi diproduksi, bukan untuk menjelaskan duduk perkara, melainkan untuk meredam kritik. Negara menjadi sangat cerewet, tapi miskin refleksi.

Agaknya klarifikasi yang bising ini bukan lagi alat transparansi, melainkan tanda kepanikan. Ia adalah pengakuan tidak langsung bahwa kebijakan disiapkan secara tergesa. Energi birokrasi pun habis untuk menjaga citra: rilis pers defensif, narasi keberhasilan yang dipoles, hingga konten media sosial yang sibuk meyakinkan publik bahwa semuanya baik-baik saja. Padahal, di lapangan, persoalan justru makin nyata.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang

    Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 116
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Edukasi Pelestarian Mangrove di Aula Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya tanaman mangrove dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Program ini terlaksana melalui sinergi dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air […]

  • Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 1.214
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Sejumlah masyarakat di Desa Dorosago mulai mempertanyakan terkait pengelolaan keuangan desa. Pasalnya, kucuran Dana Desa yang seharusnya menjadi stimulant pembangunan dan kesejahteraan, dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga setempat sepanjang tahun anggaran 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Dorosago tercatat mengelola Total Pendapatan Desa tahun 2025 dengan angka yang […]

  • Utang Langit

    Utang Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu punya cara unik mengajarkan akuntansi kepada umat. Bedanya, ini bukan akuntansi laba-rugi perusahaan, melainkan laporan keuangan batin. Dalam bahasa sederhana: kita semua punya “Utang Langit”. Bedanya dengan utang bank, yang ini tidak ditagih debt collector, tapi oleh nurani. Di bulan suci, manusia mendadak rajin menghitung. Menghitung pahala, menghitung takjil, menghitung THR, bahkan menghitung […]

  • Pegadaian Kanwil IX Dorong UMKM Tumbuh Lewat KUPEDES: Pinjaman Cepat, Bunga Ringan, Hingga Rp 500 Juta

    Pegadaian Kanwil IX Dorong UMKM Tumbuh Lewat KUPEDES: Pinjaman Cepat, Bunga Ringan, Hingga Rp 500 Juta

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta terus memperkuat dukungannya terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) salah satunya lewat layanan KUPEDES. Produk pinjaman produktif ini dirancang untuk memberikan akses permodalan dengan proses cepat, bunga ringan, serta skema angsuran fleksibel. Selasa, 2 September 2025. Melalui KUPEDES, pelaku UMKM dapat memperoleh pinjaman mulai Rp20 juta hingga […]

  • Natalius Pigai Beri Penguatan HAM untuk 4.000 Peserta di UNG photo_camera 5

    Natalius Pigai Beri Penguatan HAM untuk 4.000 Peserta di UNG

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 408
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menghadiri kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia bagi masyarakat yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 4.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga pelajar. Turut hadir mendampingi, Gusnar Ismail, Rektor UNG Eduart Wolok, serta Kepala Kantor Kemenham Sulawesi Tengah […]

  • Mentan Amran Murka Temukan Bawang Selundupan: “Tak Ada Ampun, Bongkar Sampai Akar!”

    Mentan Amran Murka Temukan Bawang Selundupan: “Tak Ada Ampun, Bongkar Sampai Akar!”

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan sikap keras pemerintah terhadap praktik impor ilegal pangan yang dinilai merugikan petani dan mengancam ekosistem pertanian nasional. Penegasan itu disampaikan Mentan Amran saat turun langsung ke Semarang untuk mengecek ribuan karung bawang bombay selundupan yang masuk tanpa izin resmi dan terindikasi membawa penyakit berbahaya. Dalam pemeriksaan […]

expand_less