Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Arti ‘Merdeka’ dalam Bingkai Hakikat yang Sesungguhnya

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
  • visibility 198
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap menjelang hari kemerdekaan Indonesia, di media sosial khusunya tulisan dan ungkapan yang mempersepsikan kata “Merdeka” cukup banyak dan beragam. Komentar tergantung siapa yang memposting. Komentar-komentar tersebut mengelitik adrenalin literasi saya untuk membahasnya dalam bentuk tulisan sederhana ini.

Kata “Merdeka” sebenarnya terlahir dari rahim pergulatan bangsa dalam konteks perjuangan melawan penjajah. Dalam konteks sejarah nasional Indonesia, pekikan merdeka diteriakan dengan lantang oleh para pejuang pergerakan kemerdekaan dan pejuang kemerdekaan bangsa serta disahuti dengan penuh semangat dan kepalan tangan rakyat yang rindu akan kemerdekaan. Artinya apa ??? Itu artinya merdeka yang dimaksudkan dalam pekikan tersebut dipahami sebagai keinginan dan harapan untuk terlepas dari belenggu penjajahan bangsa lain atas wilayah Indonesia. Hanya sebatas itu dan tidak lebih.

Karena kalau kita kembali kepada perlawanan bangsa kita masa lalu yang  masih berbentuk kerajaan-kerajaan, tidak dikenal teriakan atau pekikan “Merdeka”. Maka berdasarkan konteks sejarah tersebut, pekikan “Merdeka” lahir bersamaan dengan kebangkitan Indonesia sebagai sebuah negara modern yang bercita-cita menjadi negara merdeka.

Oleh karena itu, ketika Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jl. Pegangsaan Timur, Jakarta itulah ‘HAKIKAT MERDEKA YANG SESUNGGUHNYA’

Mengapa demikian ? Ya karena “Merdeka” yang ditandai dengan “Proklamasi” adalah pencapaian hasil dari perjuangan panjang dan melelahkan dengan menguras energi anak bangsa.

Apakah kalian tidak berpikir bahwa betapa mengangkat senjata, membawa martil, mendorong meriam, menggenggam granat dan melontar bambu runcing adalah usaha yang gampang mudah ?

Apakah kalian pikir bahwa pengorbanan meninggalkan istri, anak dan keluarga kemudian berangkat ke medan perang dengan diiringi deraian air mata perpisahan adalah hal yang sederhana ?

Apakah kalian pikir bahwa para perempuan pejuang muda yang rela meninggalkan masa-masa indah remajanya demi menjinjing kotak obat-obatan untuk membantu mengobati para pejuang yang terluka di medan perang adalah sesuatu yang ringan dan enteng ? Maka sekali lagi, pekikan “Merdeka” adalah kobaran api penyemangat yang bergemuruh dalam dada mereka dan harus diteriakan untuk membakar keangkaramurkaan penjajah.

Dengan demikian “Proklamasi” bagi para pejuang bangsa kita yang berkorban harta, perasaan, jiwa raga, berdarah-darah dan bahkan meregang nyawa di medan pertempuran adalah “Merdeka yang Sesungguhnya”.

Kalau kemudian muncul berbagai ungkapan seperti “Hakikat merdeka yang sesungguhnya adalah terbebas dari penjajahan politik, ekonomi, budaya, kedaulatan,”. Seperti juga pernyataan : “Hakikat kemerdekaan yang sesungguhnya adalah  itu adalah tidak diperbudak oleh kedudukan, pangkat dan jabatan”.  Ada juga : “Hakikat merdeka yang sesungguhnya adalah jika tidak korupsi”. Kaum agamawan juga tak mau ketinggalan dengan memposting quots tauhid seperti ini : “Hakikat Merdeka yang sesungguhnya adalah keyakinan kepada tauhid dan terbebas dari penghambaan kepada kebendaan”

Ya, semua ungkapan itu adalah benar jika kita  mengembangkan makna “Merdeka” dalam semua lini kehidupan dan dalam berbagai persepsi sehingga bisa menjadi spirit dalam membangun dan menata bangsa ini menjadi lebih baik, menjadi bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.   Silahkan-silahkan saja tapi tidak harus mereduksi hakikat lahirnya kata “merdeka” dari latar belakang sejarah.

Maka, jika hari ini saya meneriakan, memekikkan atau menulis di beranda media dengan kata “Merrrrr dekaaaaaa !!!! ditambah dengan simbol merah putih” itu artinya saya bahagia dan bersyukur atas perjuangan para pahlawan dan founding father bangsa kita yang berhasil mengusir penjajah dari bumi Indonesia tercinta 77 tahun yang lalu.

Merrrrrrrrdekaaaaaaaa!!

Gorontalo, 17 Agustus 2022

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang

    Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 120
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Edukasi Pelestarian Mangrove di Aula Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya tanaman mangrove dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Program ini terlaksana melalui sinergi dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air […]

  • Fatherless: Ayah Hilang di Neraca

    Fatherless: Ayah Hilang di Neraca

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Di banyak keluarga Indonesia, ayah itu ibarat “aset tetap”. Kalau ada, sering tidak disadari nilainya. Kalau tidak ada, barulah neraca keuangan keluarga terasa jomplang. Fenomena fatherless, baik ayah pergi secara fisik, emosional, maupun spiritual, bukan cuma soal anak kehilangan figur panutan, tetapi juga soal neraca keluarga yang tiba-tiba timpang sebelah. Dalam bahasa akuntansi NU: ini […]

  • Video Pembuangan Miras ke Laut Viral, Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara Diperiksa Propam

    Video Pembuangan Miras ke Laut Viral, Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara Diperiksa Propam

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polres Ternate, Maluku Utara, melakukan pemeriksaan internal terhadap seorang oknum anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara setelah video aksi pembuangan minuman keras (miras) ke laut di kawasan Pelabuhan Dufa-Dufa viral di media sosial. Kasi Humas Polres Ternate, IPDA Sudirjo, membenarkan bahwa Satuan Profesi dan Pengamanan (Propam) saat ini sedang mendalami kasus tersebut untuk memastikan […]

  • Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Pengangguran agaknya dijadikan media Reproduksi Ketimpangan, alih alih fokus pada Transformasi yang menyentuh Struktur. Belakangan ini, pembicaraan soal pengangguran kembali ramai. Ada yang menyebut anak muda sekarang terlalu pemilih, terlalu banyak gengsi, atau tidak tahan proses. Di sisi lain, generasi muda merasa hidup mereka memang sedang tidak baik-baik saja: biaya hidup naik, lapangan kerja makin […]

  • Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 376
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meresmikan revitalisasi fasilitas pendidikan di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2025). Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman […]

  • Keluarga Berisiko Stunting Dapat Bantuan Internasional

    Keluarga Berisiko Stunting Dapat Bantuan Internasional

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo menyampaikan apresiasi atas dukungan internasional dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, yang mewakili Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, dalam acara penyerahan bantuan oleh Branch Singapore Aid kepada 150 keluarga berisiko stunting di Kota Gorontalo. Kegiatan ini merupakan bagian dari […]

expand_less