Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 76
- print Cetak

Ilustrasi peristiwa ketika Nabi Muhammad ﷺ mendengar suara merdu Abu Mahdhurah, seorang pemuda Quraisy yang awalnya menirukan azan dengan nada bercanda. Setelah mengajarkan lafaz azan kepadanya, Nabi kemudian menunjuk Abu Mahdhurah sebagai muadzin di sekitar Ka'bah di Makkah pasca peristiwa Fathul Makkah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pada edisi sebelumnya, saya menulis Abdullah ibn Umm Maktum sebagai partner muadzin Bilal ibn Rabah. Keduanya adalah muadzin yang ditunjuk Nabi untuk pelaksanaan salat di Madinah. Dari sekitar Masjid Nabawi, suara azan mereka menjadi penanda waktu bagi kehidupan kaum Muslim di kota itu.
Pasca peristiwa Fathul Makkah, Nabi Kembali ke Mekkah dan membangun Mekkah dengan spirit Islam. Mekah kembali menjadi ruang ibadah bagi kaum Muslim, dan Masjid al-Haram, tempat Ka’bah berada, mulai dipadati oleh orang-orang yang datang untuk salat dan berziarah.
Dalam konteks inilah Nabi menunjuk seorang muadzin di Mekah. Namanya Abu Mahdhurah.
Nama aslinya adalah Samurah bin Mi‘yar—dalam sebagian riwayat disebut Aws bin Mi‘yar—seorang pemuda dari kabilah Jumah di Mekah. Sayangnya, tidak ada penjelasan lengkap yang menjelaskan mengapa ia lebih dikenali sebagai Abu Madhura. Ketika peristiwa penaklukan Mekah terjadi, ia masih muda. Kisah pertemuannya dengan Nabi bermula dari sebuah kejadian yang unik dan lucu, mungkin juga tidak terduga.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar