Abu Ayyub Al-Ansari: Ketika Unta Nabi Memilih Rumahnya (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #27)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 66
- print Cetak

Ilustrasi menggambarkan momen hijrah Nabi Muhammad ke Madinah, ketika Nabi turun dari unta Qaswa di depan rumah Abu Ayyub al-Ansari. Penduduk Madinah, termasuk anak-anak, perempuan, dan pria, menyambut dengan sukacita dan penuh kegembiraan, melambaikan tangan dan menebar bunga. Rumah sederhana dua lantai terlihat, Nabi menempati bagian bawah, sementara Abu Ayyub dan keluarganya berada di lantai atas. Suasana menekankan kegembiraan, kehormatan, dan hangatnya sambutan bagi Nabi pada awal hijrah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Yasrib—yang kemudian dikenal sebagai Madinah—adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam sejarah Islam. Ketika Nabi tiba di kota itu, penduduk Madinah menyambut beliau dengan penuh kegembiraan. Mereka keluar dari rumah-rumah mereka, memenuhi jalan-jalan, bahkan anak-anak dan para perempuan turut bersukacita. Dalam tradisi yang kemudian terkenal, penduduk Madinah menyanyikan syair “Ṭala‘al-badru ‘alaynā…”, sebuah ungkapan kegembiraan atas kedatangan Rasulullah.
Setiap keluarga berharap mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah bagi Nabi. Mereka menawarkan rumah mereka, bahkan ada yang memegang tali kekang unta Nabi seraya memohon agar beliau singgah di rumah mereka. Namun Nabi tidak ingin mengecewakan siapa pun. Beliau berkata agar unta itu dibiarkan berjalan, karena ia sedang berada dalam petunjuk Allah.
Unta Nabi yang bernama Qaswa pun berjalan perlahan melewati rumah-rumah penduduk. Orang-orang mengikuti dari belakang dengan penuh harap. Sesekali unta itu berhenti, lalu berdiri kembali dan melanjutkan langkahnya. Hingga akhirnya ia berhenti di sebuah tanah kosong milik dua anak yatim dari Bani Najjar.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar