nulondalo.com – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Musthofa, mengurai arah strategi kepemimpinan NU sekaligus menyerap berbagai aspirasi daerah dalam agenda silaturahim bersama PCNU se-Gorontalo dan tiga cabang PCNU dari Sulawesi Utara, Ahad (19/4/2026), di Kantor PWNU Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Zulfa Musthofa menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan gerakan sosial dan kebangsaan yang memikul tanggung jawab besar dalam menjaga agama, merawat umat, serta mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ke depan, kepemimpinan NU harus berdiri di atas fondasi yang kokoh dan memiliki arah yang jelas sebagaimana diwariskan para muassis dan ulama,” ujarnya.
Ia memaparkan enam bidang utama dalam Matriks Strategi Kepemimpinan NU. Dalam hubungan dengan pemerintah, NU diposisikan sebagai mitra kritis konstruktif yang mengedepankan moral kebangsaan melalui advokasi kebijakan publik, penguatan peran ulama, serta kritik berbasis maslahat.
Tantangan yang dihadapi antara lain politisasi agama dan kooptasi kekuasaan, dengan indikator keberhasilan berupa terjaganya independensi organisasi.
Pada relasi dengan ormas Islam, NU menegaskan peran sebagai perekat umat melalui pendekatan wasathiyah (moderat). Implementasinya mencakup dialog lintas ormas, kolaborasi dakwah dan sosial, serta upaya meredam konflik internal.
Sementara dalam hubungan dengan partai politik, NU mengusung prinsip netral aktif—tidak terlibat politik praktis, namun tetap komunikatif dan memberi ruang kader berkiprah secara personal.
Saat ini belum ada komentar